Militer Myanmar Kembali Putus Akses Internet, Penyedia Layanan Tertekan

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 16 Februari 2021 | 11:13 WIB
Militer Myanmar Kembali Putus Akses Internet, Penyedia Layanan Tertekan
Pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Junta Myanmar kembali memutus akses Internet untuk malam kedua secara berturut-turut, sebagai bagian dari upaya untuk membendung aksi protes kudeta pada 1 Februari.

Menyadur Straits Times, Selasa (16/2/2021) pemadaman listrik terjadi tak lama setelah MRTV yang dikelola negara mengatakan panglima militer Min Aung Hlaing memberlakukan undang-undang telekomunikasi baru.

Undang-undang telekomunikasi tersebut dilaporkan akan diumumkan rinciannya pada hari Selasa (16/2).

Pihak militer berusaha untuk mengganggu akses telepon dan internet untuk mencegah pengunjuk rasa menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan demokrasi.

Aksi protes besar masih berlanjut pada hari Senin, yang menyimpang dari larangan pertemuan publik yang diberlakukan setelah kudeta.

Operator telekomunikasi Norwegia, Telenor pada hari Senin (15/2) berhenti memunculkan daftar pemadaman karena khawatir akan keselamatan karyawannya.

Telenor menjadi salah satu penyedia layanan yang mengupayakan transparansi dengan mencantumkan perintah pemadaman di situsnya.

Namun pada hari Minggu, mereka mengungkapkan dalam sebuah unggahan bahwa "saat ini tidak mungkin bagi Telenor untuk mengungkapkan arahan yang kami terima dari pihak berwenang".

Juru bicara Hanne Langeland Knudsen mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa situasi di Myanmar "membingungkan dan tidak jelas" dan bahwa "keamanan karyawan kami menjadi prioritas utama".

baca juga

Telenor telah aktif di Myanmar sejak 2014 dan tahun lalu mempekerjakan 747 orang di sana.

Dikutip dari Channel News Asia, saat ini layanan telekomunikasi sangat terganggu. Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris NetBlocks men-tweet pada Senin bahwa Myanmar berada di bawah "penutupan internet hampir total" untuk malam kedua berturut-turut.

Junta dijadwalkan untuk memberikan konferensi pers pertamanya sejak mengambil alih kekuasaan pada Selasa malam.

Para pemimpin militer Myanmar telah berjuang untuk menguasai jalan-jalan sejak menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, yang partainya menang telak dalam pemilihan November.

Suu Kyi dan para pemimpin politik lainnya termasuk di antara lebih dari 400 orang yang ditahan sejak kudeta, jumlah yang terus meningkat dari hari ke hari.

Suu Kyi akan tetap ditahan menjelang sidang pada Rabu, lapor Reuters, mengutip pengacaranya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedubes Negara Barat Ingatkan Militer Myanmar Hindari Kekerasan

Kedubes Negara Barat Ingatkan Militer Myanmar Hindari Kekerasan

News | Senin, 15 Februari 2021 | 14:21 WIB

Kedubes Negara Barat Minta Militer Myanmar Menahan Diri

Kedubes Negara Barat Minta Militer Myanmar Menahan Diri

News | Senin, 15 Februari 2021 | 10:30 WIB

Aksi Protes di Myanmar Makin Memanas, Militer Kerahkan Mobil Lapis Baja

Aksi Protes di Myanmar Makin Memanas, Militer Kerahkan Mobil Lapis Baja

News | Senin, 15 Februari 2021 | 10:05 WIB

Terkini

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

×