Marzuki Alie Lempar Isu Megawati Kecolongan oleh SBY, Demokrat Bereaksi

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 18 Februari 2021 | 20:17 WIB
Marzuki Alie Lempar Isu Megawati Kecolongan oleh SBY, Demokrat Bereaksi
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra angkat bicara menanggapi pernyataan eks Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie soal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dua kali kecolongan dalam momen Pilpres 2004.

Herzaky mempertanyakan maksud Marzuki menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi. Padahal, kata dia, mantan Ketua DPR RI itu telah membantah terlibat gerakan kudeta posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

"Kami, dalam berbagai pernyataan di publik selalu menegaskan, kalau ini bukan AHY versus Bapak Presiden Jokowi, dan bukan pula biru melawan merah, apalagi Ibu Megawati dan Bapak SBY. Ini adalah perjuangan melawan penyalahgunaan kekuasaan, abuse of power yang dilakukan oleh oknum pejabat penting negara," kata Herzaky dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Kamis (18/2/2021).

Ia kemudian menegaskan, meminta setiap pihak tidak mencoba mengadu domba antara SBY dengan Megawati. Termasuk mengadu domba partai Demokrat dengan PDIP.

"Kami minta setiap pihak untuk tidak mencoba mengadu domba Bapak SBY dan Ibu Megawati, ataupun mengadu domba Partai Demokrat dan PDIP," ujarnya.

Lebih lanjut, Herzaky menilai, sebagai mantan kepala negara, SBY-Mega seharusnya disematkan dalam posisi terhormat. Bukan justru diseret dalam pusaran kepentingan pribadi.

"Sudah sepantasnya kita tempatkan di posisi terhormat. Tidak malah kita bawa-bawa dan adu domba untuk kepentingan pribadi, apalagi segelintir orang yang tidak bermartabat," tuturnya.

Terkahir, meminta semua pihak termasuk Marzuki Alie berbicara dengan mengedepankan fakta. Bukan justru menyebarkan tuduhan tak berdasar.

"Rakyat sedang susah, jangan kita malah menambah beban dan pikiran rakyat dengan menyebar berita hoax dan fitnah," katanya.

baca juga

Soal Kecolongan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanyo angkat bicara merespons cerita eks Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie yang bercerita bahwa Ketua Umum PDIP telah kecolongan dua kali oleh SBY pada Pilpres 2004 silam.

Awalnya Marzuki menyampaikan ceritanya dalam akun YouTube Akbar Faizal Uncensored beberapa waktu lalu. Ia bercerita usai Pileg 2004 ia ditemui empat mata oleh SBY. Menurutnya, SBY kala itu mengatakan bahwa Megawati akan kecolongan dua kali.

Kecolongan yang dimaksud, pertama, SBY yang kala itu pernah menjabat sebagai Menko Polhukam di bawah kepimpinan Megawati sebagai Presiden ke-5 lebih memilih mundur. Isu mundurnya SBY karena merasa didzalimi berhembus.

Kedua, SBY justru berpartisipasi pada Pilpres 2004 dengan memilih Jusuf Kalla sebagai wakilnya. Kala itu SBY-JK berhasil unggul dari pasangan calon Megawati-Megawati-Hasyim Muzadi.

Menanggapi hal itu, Hasto mengatakan, bahwa SBY telah terbukti memiliki desain pencitraan tersendiri termasuk istilah 'kecolongan dua kali'. Menurutnya, rakyat saat ini bisa menilai dugaan SBY didzalimi oleh Megawati pada 2004 tak terbukti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Menteri SBY: Cerita Megawati Dua Kali Kecolongan SBY, Basi!

Eks Menteri SBY: Cerita Megawati Dua Kali Kecolongan SBY, Basi!

Hits | Kamis, 18 Februari 2021 | 15:23 WIB

Minta Marzuki Lapor soal Pemalakan, Demokrat: Jangan Asal Tebar Fitnah!

Minta Marzuki Lapor soal Pemalakan, Demokrat: Jangan Asal Tebar Fitnah!

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 14:42 WIB

Mega Disebut Kecolongan 2 Kali Pilpres, PDIP: SBY Terzalami Cuma Pencitraan

Mega Disebut Kecolongan 2 Kali Pilpres, PDIP: SBY Terzalami Cuma Pencitraan

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 10:11 WIB

Terkini

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×