Max Sopacua Koar-koar Soal KLB, Demokrat: Suara dari Mana? Mau Reunian Kali

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 24 Februari 2021 | 09:14 WIB
Max Sopacua Koar-koar Soal KLB, Demokrat: Suara dari Mana? Mau Reunian Kali
Max Sopacua. (Foto: Antara)

Suara.com - DPP Partai Demokrat angkat bicara menanggapi pernyataan Max Sopacua yang menyebut saat ini ada kader partai yang menginginkan Kongres Luar Biasa atau KLB digelar. Demokrat menyindir Max hanya sebagai petualang politik sisa masa lalu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra mengatakan, di kala Partai Demokrat sedang naik namanya, tiba-tiba ada segelintir orang termasuk Max Sopacua berusaha melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

"Apalagi, GPK PD ini berencana mengadakan KLB. Lah, KLB itu hak pemilik suara. Ini segelintir petualang politik sisa masa lalu dan mantan-mantan kader, mentang-mentang didukung oknum orang dekat Istana, mau mengadakan KLB, memangnya punya hak suara dari mana? Mungkin mau reunian aja kali, nyanyi-nyanyi sambil mengenang masa lalu," kata Herzaky kepada Suara.com, Rabu (24/2/2021).

Herzaky mengatakan, Demokrat merupakan partai tokoh. Demokrat dibuat untuk mendorong Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY jadi Presiden kala itu.

"Dengan kata lain, SBY adalah alasan pembentukan Partai Demokrat. Tak ada SBY, tak bakal ada Partai Demokrat di Indonesia," ujarnya.

Ia kemudian menilai, jika saat ini ada orang-orang yang diajak sebagai pelengkap administrasi partai kemudian merasa Demokrat ada karena dirinya, dianggap tak punya pikiran.

"Mereka itu bukan saja menderita cacat pikiran, memandang sejarah secara anakronistik, tapi juga punya ego jauh lebih besar dari tubuhnya sendiri," kata dia.

"Dulu, yang ikut berjuang bersama SBY, juga sudah mendapat ganjaran: ada yang dipercayai menjadi menteri dan banyak yang menjadi anggota legislatif," sambungnya.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, selama ini ketika Demokrat alami krisis, figur SBY disebut-sebut sebagai penyelamat partai. Sementara menurutnya, tokoh-tokoh yang menginisiasi KLB tak berperan apa-apa.

baca juga

"Jadi, bukan SBY yang mengakibatkan Partai mengalami krisis elektabilitas. Justru SBY yang turut menyelamatkan Partai dari krisis elektabilitas," tuturnya.

Max Sopacua Koar-koar Hendak KLB

Salah satu pendiri dan eks Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua membuat gejolak internal partai berlambang mercy memanas. Max menyebut saat ini ada sejumlah kader Partai Demokrat di bawah mendorong adanya Kongres Luar Biasa atau KLB.

"Persoalan KLB itu kan persoalan digulirkan bukan dari saya dari bawah dari kader yang merasa ada sesuatu yang mengakibatkan harus terjadi perubahan gitu. Ini jadi tidak ujuk-ujuk," kata Max kepada Suara.com, Selasa (23/2/2021).

Menurut Max, keinginan para kader yang ingin membuat perubahan di Demokrat lewat KLB sudah terakumulasi. Ia mengklaim, digelarnya KLB untuk mengembalikan partai ke marwahnya seperti semula.

"Sehingga lahir lah keinginan membuat perubahan sesuai apa yang diinginkan para pendiri sejak awal bahwa partai ini partai milik rakyat, partai modern, partai nasional religius, partai yang juga yang memiliki etika menghormati semua pihak baik yang berjasa mendirikan partai ini. Itu aja," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Max Sopacua Koar-koar, Sebut Partai Demokrat Kini Milik Keluarga Cikeas

Max Sopacua Koar-koar, Sebut Partai Demokrat Kini Milik Keluarga Cikeas

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:44 WIB

Makin Panas! Max Sopacua: Kader Demokrat Ingin KLB agar Kembali ke Marwah

Makin Panas! Max Sopacua: Kader Demokrat Ingin KLB agar Kembali ke Marwah

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 18:38 WIB

Museum SBY - Ani Menuai Polemik, Tagar Rp 9 Miliar Ambyar Menggema

Museum SBY - Ani Menuai Polemik, Tagar Rp 9 Miliar Ambyar Menggema

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 15:05 WIB

Istri AHY Digoyang Isu Pelakor, Politisi Demokrat: Kudeta Gagal, Ganti Ini!

Istri AHY Digoyang Isu Pelakor, Politisi Demokrat: Kudeta Gagal, Ganti Ini!

Surakarta | Senin, 22 Februari 2021 | 19:16 WIB

Pengelola Museum SBY-ANI Setuju Dana Hibah Rp 9 Miliar Dibatalkan

Pengelola Museum SBY-ANI Setuju Dana Hibah Rp 9 Miliar Dibatalkan

Bekaci | Senin, 22 Februari 2021 | 17:49 WIB

Terkini

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

×