Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Bangun Santoso

Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
Para aktivis dari sejumlah organisasi, Mahasiswa dan masyarakat sipil saat mengikuti Aksi Kamisan ke-886 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Aksi Kamisan ke-904 di depan Istana Merdeka Jakarta mendesak penyelesaian pelanggaran HAM berat yang selama ini masih terbengkalai.
  • Para peserta menyoroti keterlibatan militer dalam ruang sipil yang dianggap mengancam prinsip demokrasi serta berisiko meningkatkan pelanggaran HAM.
  • Massa menuntut Jaksa Agung segera membentuk tim penyidik ad hoc guna mengakhiri impunitas dan menegakkan keadilan hukum nasional.

Suara.com - Aksi Kamisan ke-904 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Kamis (16/4/2026), kembali menyoroti menguatnya peran militer di ruang sipil serta mandeknya penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia.

Dalam selebaran aksi bertajuk “Remiliterisasi Ruang Sipil: Wajah Kegelapan Impunitas Indonesia”, peserta aksi menilai arah kebijakan negara semakin menjauh dari prinsip demokrasi dan supremasi sipil. Perluasan peran militer di luar fungsi pertahanan, termasuk dalam program pemerintah dan proyek pembangunan, dinilai sebagai gejala yang mengkhawatirkan.

Pengacara HAM Julio Castor Achmadi menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari kegagalan negara dalam menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Menurutnya, tanggung jawab perlindungan hak warga negara sepenuhnya berada di tangan negara.

“Pelanggaran HAM itu adalah tanggung jawab dari negara. Karena bagaimanapun setiap orang itu punya hak asasi, dan yang mengemban untuk memberikan perlindungan adalah dari negara,” ujarnya saat ditemui Suara.com setelah aksi Kamisan.

Ia menilai hingga kini belum ada kemajuan berarti dalam penanganan kasus-kasus besar, termasuk peristiwa 1998. Penegakan hukum dinilai belum menyentuh aktor utama di balik pelanggaran.

“Sampai sekarang tidak ada yang diadili yang termasuk merupakan mastermind-nya,” katanya.

Julio juga menyoroti kecenderungan berulangnya pola pelanggaran HAM dengan bentuk yang berbeda. Ia mengaitkan hal ini dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap masuknya militer ke ranah sipil.

“Watak-watak otoritarianisme itu tidak berubah dari dulu… ternyata sampai sekarang diulangi lagi dengan cara-cara yang berbeda,” katanya.

Dalam orasinya, Julio yang kurang lebih telah mengikuti Aksi Kamisan selama 10 tahun ini turut mengkritik proyek pembangunan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dinilai sering mengabaikan hak masyarakat.

baca juga

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tanpa batasan yang jelas, keterlibatan militer di ruang sipil berpotensi memperbesar risiko pelanggaran HAM.

Pengacara HAM Julio Castor Achmadi di aksi Kamisan, Kamis (16/4/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Pengacara HAM Julio Castor Achmadi di aksi Kamisan, Kamis (16/4/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)

“Jangan masuk dalam ranah sipil karena pada akhirnya itu akan terjadi pelanggaran HAM atau peluang pelanggaran HAM-nya semakin besar,” pungkasnya.

Aksi Kamisan yang telah berlangsung lebih dari 904 kali juga disorot sebagai bukti belum adanya respons konkret dari negara dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat.

Meski demikian, meningkatnya partisipasi anak muda dalam aksi ini dinilai sebagai harapan baru bagi gerakan advokasi HAM di Indonesia.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM guna menghentikan siklus impunitas dan mencegah keberulangan dengan menyerukan tiga poin sebagai berikut:

Jaksa Agung segera menindaklanjuti berkas penyelidikan Komnas HAM terkait kasus-kasus pelanggaran berat HAM dengan membentuk Tim Penyidik ad hoc sesuai mandat Pasal 21 ayat (3) UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM;

Pemerintah menghentikan upaya penyelesaian non-yudisial kasus pelanggaran berat HAM karena berisiko melanggengkan impunitas dan mengabaikan hak korban atas kebenaran, keadilan, dan pemulihan;

Penyelidikan pro-justitia Komnas HAM atas dugaan pelanggaran berat HAM, termasuk pembunuhan pembela HAM Munir Said Thalib, harus berjalan independen dan bebas dari intervensi. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?

Teka-teki Izin Terbang Pesawat AS di Langit RI, Ancam Kedaulatan?

Liks | Kamis, 16 April 2026 | 18:17 WIB

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!

Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:31 WIB

Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!

Pesan Singkat Puan soal Kasus Andrie Yunus: Berikan Proses yang Adil Seadil-adilnya!

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:01 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Lipstik Matte Viva Bikin Bibir Kering atau Tidak? Cek Formula dan Review Penggunanya

Lipstik Matte Viva Bikin Bibir Kering atau Tidak? Cek Formula dan Review Penggunanya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Rahasia Kulit Kencang Tanpa Mengubah Karakter Wajah, Collagen Stimulator Kini Makin Dilirik

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie

Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Didakwa Lakukan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim Disebut Terima Rp1,2 Miliar

Didakwa Lakukan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim Disebut Terima Rp1,2 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

×