Said Didu Mohon ke Mahfud MD: Cari Orang Bersih, Bukan Wayang Para Cukong

Rifan Aditya | Hernawan | Suara.com

Sabtu, 27 Februari 2021 | 18:44 WIB
Said Didu Mohon ke Mahfud MD: Cari Orang Bersih, Bukan Wayang Para Cukong
Said Didu di Mata Najwa (Youtube)

Suara.com - Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebut kondisi negara sekarang ini tengah berat karena banyak terjadi korupsi di berbagai sektor.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkapkan hal itu saat wawancara bersama Wahyu Muryadi. Dia mengatakan, banyak sektor sudah korupsi dan mengadu ke Kemenko Polhukam.

Said Didu meminta agar Mahfud MD bisa menyelamatkan Indonesia. Hal itu diutarakan olehnya langsung lewat jejaring Twitter @msaid_didu pada Sabtu (27/2/2021).

"Prof Moh Mahfud MD yth, mohon selamatkan negeri ini," pinta Said Didu seperti dikutip Suara.com.

Said Didu menambahkan, hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan mencari orang yang tepat, yakni berkarakter berani dan mau membersihkan korupsi.

"Cari orang bersih yang berani dan mau membersihkan. Bukan tokoh yang jadi wayang para cukong," tegas Said Didu.

Cuitan Said Didu ke Mahfud MD (Twitter)
Cuitan Said Didu ke Mahfud MD (Twitter)

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkapkan kondisi negara kepada Wahyu Muryadi yang video rekamannya dapat dilihat lewat saluran YouTube WhyTV.

Dalam hal ini, Mahfud MD menyinggung kasus korupsi di berbagai sektor. Bukan tanpa alasan, dia berkata atas dasar banyaknya pengaduan.

"Kalau negara sekarang ini berat juga sih. Berbagai sektor banyak korupsi dan ngadunya ke sini," kata Mahfud MD.

Mahfud MD memberi contoh dalam kasus pertanahan yang mana dia mendapatkan pengaduan dari pihak terkait sehingga harus mengundang Menteri Pertahanan.

"Misal urusan pertanahan. Kan itu bukan urusan Kemenko Polhukam. Tapi kalau sudah nyangkut hukum ke sini, sehingga saya undang Menteri Pertanahan," tukasnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD juga menjelaskan bahwa seluruh kementerian ada kaitannya dengan Menkopolhukam.

Mahfud MD memberi contoh yakni soal penaungan pendidikan. Dalam hal ini, dia menyinggung permasalahan hukum di perguruang tinggi.

"Jadi semua kementerian pada akhirnya berkait dengan sini. Kemendiknas itu bagian Pak Muhadjir (Menko PMK), tetapi ketika ada masalah hukum di perguruan tinggi, ya ke sini ngadunya," ungkap Mahfud MD.

Tidak hanya di lingkup kementerian saja, Mahfud MD juga mengaku beberapa kali mendapat pengaduan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapas Muaradua Komitmen Menuju Zona Bebas Korupsi

Lapas Muaradua Komitmen Menuju Zona Bebas Korupsi

Sumsel | Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:15 WIB

Bupati Bintan Apri Sujadi Bantah Dibawa KPK ke Jakarta

Bupati Bintan Apri Sujadi Bantah Dibawa KPK ke Jakarta

News | Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:48 WIB

Nurdin Abdullah Diamankan KPK, Cuitan 'Tokoh Anti Korupsi' Diungkit

Nurdin Abdullah Diamankan KPK, Cuitan 'Tokoh Anti Korupsi' Diungkit

Bali | Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:58 WIB

Terkini

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:20 WIB

Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda

Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:19 WIB

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:10 WIB

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:08 WIB

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:02 WIB

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB