Setelah Dua Sekretaris Pribadi, Muncul Kasus Siswi Diduga Dikerjai Kepsek

Siswanto

Rabu, 03 Maret 2021 | 18:10 WIB
Setelah Dua Sekretaris Pribadi, Muncul Kasus Siswi Diduga Dikerjai Kepsek
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Keluarga siswi SMK berinisial AR (17) di Surabaya berharap laporan mereka terkait pelecehan seksual yang diduga dilakukan kepala sekolah diproses polisi Surabaya. Jika terbukti, kasus tersebut menambah daftar panjang pelecehan seksual di Indonesia.

Polisi Surabaya menyatakan sudah menerima berkas laporan keluarga AR, Rabu (3/3/2021), dan akan menindaklanjutinya.

“Berkas baru kita terima dan korban serta saksi akan diperiksa. Tunggu dan biarkan kami bekerja nanti hasilnya akan kami sampaikan,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Inspektur Polisi Satu Fauzi Pratama. (beritajatim)

Orang tua AR berinisial MN (40) mengatakan putrinya sekarang mengalami trauma. 

"Bahkan anak saya enggan ke sekolah dan mengurungkan diri di dalam kamar,” kata dia.

MN mengatakan selama ini bekerja di Jakarta sehingga tidak bisa setiap saat memantau putrinya.

Kasus dua sekretaris pribadi

Dibutuhkan keberanian korban untuk mengungkap kasus pelecehan seksual.

Kasus yang menimpa dua sekretaris pribadi pimpinan perusahaan jasa keuangan di Pademangan, Jakarta Utara, baru-baru ini terbongkar setelah mereka lapor polisi.

baca juga

Tersangka JH (47), salah satu pimpinan perusahaan jasa keuangan di Pademangan, kini meringkuk di sel kantor polisi Jakarta Utara setelah mengakui melakukan pelecehan seksual dan dia juga mengakui berbuat tak senonoh di bawah pengaruh minuman keras.

Kepada polisi, dia mengatakan setiap kali hendak melakukan pelecehan seksual, dia menunjukkan sebuah keris kepada para korban: DF (25) dan EFS (23).

"Dia menggunakan modus juga setiap melakukan pelecehan itu dia menampakkan sajam (senjata tajam) yang disimpan di pinggangnya," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi dalam laporan Muhammad Yasir kepada Suara.com.

"Akhirnya korban tidak berani melawan."

JH merupakan pria yang sudah berkeluarga, anaknya sudah empat orang.

Sejak kemarin, JH ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di kantor polisi.

Korban melaporkan kasus tindak pidana asusila ke kantor Polres Jakarta Utara pada 2 Februari 2021.

Polisi mengatakan pelecehan seksual terjadi sejak September 2020.

Pimpinan perusahaan jasa keuangan itu mengerjai DF ketika sedang sendirian, dan pada awalnya, meskipun korban tidak terima, dia tidak berani mengadu karena takut, apalagi masih terikat pekerjaan dengan perusahaan.

DF bekerja di perusahaan itu mulai bulan Maret. Semula, dia bukan sekretaris. Tetapi semenjak September, dia dijadikan sekretaris dan sejak itulah pelecehan seksual berlangsung.

DF merupakan korban pertama yang terungkap. Pada Oktober 2020, ESF juga mengalami pelecehan seksual, dia sampai dipaksa melakukan oral seks.

Sama seperti rekannya, ESF tidak melapor ke polisi karena malu sekaligus takut kehilangan pekerjaan.

Apa alasan JH?

Suatu hari, JH mengajak dua sekretarisnya mandi bareng. JH mengatakan punya kemampuan meramal dan dia ingin membuka aura kedua sekrataris dengan syarat mandi bersama.


"Ini tersangka mengaku sebagai peramal, orang pintar, yang bisa meramal nasib orang yang bisa meramal nasib dan rezeki seseorang," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi, Selasa (2/3/2021).

"Ketika mereka diajak untuk mandi bareng artinya untuk membuka aura atau untuk membuka hal-hal yang positif di tubuhnya, ditolak oleh kedua korban ini."

Bagaimana kasus terungkap?

Semakin lama, kedua sekretaris pribadi tidak tahan dengan perbuatan atasannya, dan mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

Barulah setelah itu, mereka melaporkan perbuatan pimpinan bank ke polisi.

JH kemudian digelandang ke kantor polisi dan dia tidak bisa berdalih.

Kini, dia ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Dia dijerat dengan Pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Kepada polisi, JH berkata, "Saat itu posisi saya lagi setengah mabuk, pak. Iya (korban) menolak."

JH merupakan adik dari pemilik perusahaan tempat kedua korban pelecehan seksual itu bekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Berawal dari Bakery, Pengusaha Perempuan Surabaya Kembangkan Empat Gerai Mixue dalam 3 Tahun

Berawal dari Bakery, Pengusaha Perempuan Surabaya Kembangkan Empat Gerai Mixue dalam 3 Tahun

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026

Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Ratusan Guru di Jawa Timur Belajar AI dan Literasi Keuangan, Siap Hadapi Era Digital

Ratusan Guru di Jawa Timur Belajar AI dan Literasi Keuangan, Siap Hadapi Era Digital

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral

Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:23 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×