alexametrics

Balas Sapaan Trump, Netizen Sebut Rindu Sosok yang Konyol di Gedung Putih

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Balas Sapaan Trump, Netizen Sebut Rindu Sosok yang Konyol di Gedung Putih
Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)

"Kami belum pernah melihat sesuatu yang selucu Anda sejak Anda meninggalkan Gedung Putih."

Suara.com - Mantan Presiden AS Donald Trump kembali menyapa publik ketika ia jadi pembicara di acara CPAC. Dalam pidatonya, ia sempat berkata "apakah kalian merindukanku?"

Rupanya sapaan itu terdengar hingga negeri China dan menjadi bahasan netizen. Mereka ramai-ramai membalasnya sambil melemparkan lelucon pada sang mantan presiden.

Menyadur Global Times Rabu (03/03), warganet di negeri Tirai Bambu mengatakan rindu sosok yang konyol di Gedung Putih. Mereka bahkan memiliki panggilan sayang untuk Trump.

"Kami sangat merindukanmu Kamerad Jianguo (nama panggilan Trump di China, yang berarti 'Trump membangun China')."

Baca Juga: Dianggap Bahayakan Pertaniannya, China Larang Impor Nanas dari Taiwan

"Kami belum pernah melihat sesuatu yang selucu Anda sejak Anda meninggalkan Gedung Putih dan sepertinya, media sangat merindukan Anda. Tanpa Anda, berita politik tidak lagi menghibur."

Donald Trump. (AFP)
Donald Trump. (AFP)

Dalam berbagai pidatonya, Donald Trump kerap melempar komentar rasis dan bermusuhan dengan China seperti menyebut Covid-19 sebagai Kung Flu.

Namun beberapa netizen bergurau jika Donald Trump kembali sebagai presien, orang Amerika akan mengalami sakit kepala yang jauh lebih besar daripada mereka.

Dalam pidato di pertemuan konservatif tahunan itu, Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai presiden lagi.

Lu Xiang, peneliti di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, mengatakan "Demi kebaikan seluruh dunia, kami berharap AS dapat tetap rasional, sopan dan tenang, tidak tidak masuk akal dan gila."

Baca Juga: Kecelakaan Helikopter di China, Lima Orang Tewas

"Tapi jika dia mencalonkan diri lagi, jika dia bisa bertahan dari tuduhan yang berkaitan dengan masalah pajak dan penipuan kredit, dia akan memenangkan pemilihan pendahuluan Republik dengan mudah, tapi dia tidak mungkin untuk mengalahkan lawan Demokratnya," ujar Lu Xiang.

Komentar