alexametrics

Satgas IDI: Vaksin Sinovac Belum Terbukti Lawan Varian Baru Covid-19

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Satgas IDI: Vaksin Sinovac Belum Terbukti Lawan Varian Baru Covid-19
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang dimulai sejak Rabu (13/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Kalau di Inggris sih vaksinnya terbukti efektif menangkal varian itu. Mereka memakai Pfizer. Bagaimana Indonesia? Belum ada bukti Sinovac bisa menangkal B.1.1.7...,"

Suara.com - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menyebut vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, China yang saat ini dipakai di Indonesia belum terbukti bisa melawan mutasi Covid-19 B117 asal Inggris.

Zubairi mengatakan sejauh ini baru ada laporan dan bukti nyata dari Vaksin Pfizer yang mampu melawan B117 di Inggris, sementara Sinovac belum ada laporan yang menyebut bahwa efektif melawan mutasi B1117

"Kalau di Inggris sih vaksinnya terbukti efektif menangkal varian itu. Mereka memakai Pfizer. Bagaimana Indonesia? Belum ada bukti Sinovac bisa menangkal B.1.1.7. Kita tunggu saja bukti ilmiahnya," kata Zubairi melalui twitternya dilansir Suara.com, Kamis (4/3/2021).

Dia mencontohkan, meski mutasi B1117 disebut lebih cepat menular ke banyak orang, masalah itu masih bisa diatasi dengan vaksin Pfizer di Inggris.

Baca Juga: 10 Juta Bulk Sinovac Datang Lagi, Indonesia Kini Punya 38 Juta Vaksin

"Lihat Inggris. Beberapa bulan terakhir penularannya lebih cepat 70 persen. Tapi, ketika sudah banyak yang divaksinasi, maka angka kasus di sana menurun cukup signifikan. Bisa dicek," jelasnya.

Pionir penanganan HIV dan AIDS di Indonesia itu menegaskan hal ini diungkapkan bukan untuk menakuti masyarakat, melainkan agar masyarakat bisa lebih waspada dengan selalu disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

"Jangan panik. Saya yakin kesadaran masyarakat kita terhadap prokes makin tinggi. Saya optimistis dan tidak bermaksud menebar ketakutan. Saya menyampaikan ini agar kita waspada. Tidak bermaksud bikin takut," tutupnya.

Diketahui, dua kasus virus strain B117 asal Inggris sudah masuk ke Indonesia sejak akhir Januari dibawa oleh dua TKI asal Karawang, Jawa Barat yang baru pulang dari Arab Saudi berinisial M (40) 28 Januari dan A (45) 31 Januari 2021.

Keduanya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, lalu menjalani swab test PCR dan ternyata positif Covid-19, mereka langsung menjalani kewajiban karantina 10 hari di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Baca Juga: Mensos Risma Sedikit Ngantuk Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Sampel swab mereka dibawa oleh Kementerian Kesehatan untuk menjalani uji whole genome sequencing, dan ternyata sampel mereka mengandung mutasi B117 asal Inggris.

Komentar