Viral Polisi Paksa 4 Gadis Menari Telanjang, Pemerintah Turun Tangan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 04 Maret 2021 | 08:45 WIB
Viral Polisi Paksa 4 Gadis Menari Telanjang, Pemerintah Turun Tangan
Ilustrasi pelecehan seksual (Pixabay).

Suara.com - Empat gadis di India menjadi korban pelecehan seksual oleh polisi dengan cara mereka dipaksa untuk menari bugil di sebuah asrama yang dikelola pemerintah.

Menyadur NDTV, Kamis (4/3/2021) kasus tersebut muncul ketika video pelecehan menjadi viral di media sosial India.

Dalam video tersebut dan laporan media lokal, sejumlah wanita mengaku dipaksa untuk telanjang dan menari di hadapan polisi dengan dalih untuk pemeriksaan.

Beberapa gadis dari sebuah asrama di Jalgaon mengeluh bahwa orang-orang dari luar dan polisi diizinkan memasuki fasilitas tersebut.

Kasus tersebut kemudian menjadi masalah serius dan pemerintah negara bagian turun tangan dan berjanji akan mengusut tuntas.

Menteri Dalam Negeri Anil Deshmukh mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintah Maharashtra telah membentuk komite tingkat tinggi beranggotakan empat orang untuk melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Menteri Anil Deshmukh membuat pengumuman di Majelis negara bagian setelah masalah tersebut diangkat oleh pihak oposisi.

"Ini adalah insiden yang sangat disayangkan. Sebuah komite pejabat tingkat tinggi yang beranggotakan empat orang telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan ... mereka telah diminta untuk menyerahkan laporan dalam dua hari. Tindakan akan diambil sesuai aturan setelah laporan itu diserahkan," kata Deshmukh.

Pemimpin BJP Sudhir Mungantiwar menuduh pemerintah Maharashtra bahwa mereka tidak serius atas masalah tersebut.

Mungantiwar menuduh pemerintah hanya memperhatikan kejadian seperti itu dan menyerukan tindakan lebih tegas.

"Semua informasi tentang insiden itu telah diambil. Seluruh rekaman video dan dokumen lainnya dicari dan pernyataan sedang direkam." jelas Anil Deshmukh membantah tuduhan dari opsisi.

Anil Deshmukh juga menegaskan jika tindakan tegas akan diambil sesuai aturan setelah mengumpulkan semua informasi.

Menanggapi hal itu, Mungantiwar mengatakan polisi sudah memiliki semua informasi tentang kejadian tersebut.

"Jika mesin polisi tidak akan mengambil informasi setelah menghabiskan 15.000 crore rupee (Rp 29,3 triliun), mengapa pemerintah ini (kemudian diperlukan)?" kata pemimpin BJP itu.

Pemimpin BJP Devendra Fadnavis mengatakan ada klip video (kejadian itu) dan itu akan menjadi kasus yang berbeda seandainya itu hanya laporan berita.

"Klip video seorang gadis yang dipaksa menari setelah menelanjanginya adalah masalah serius," katanya.

"Harapan kami adalah Anda segera mengambil tindakan secara sensitif," tegas Devendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajaib! Seorang Pemuda Diyakini Tewas, Hidup Kembali Sebelum Diotopsi

Ajaib! Seorang Pemuda Diyakini Tewas, Hidup Kembali Sebelum Diotopsi

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 06:14 WIB

Gagal Gasak Uangnya, Komplotan Pencuri Bawa Pulang Mesin ATM

Gagal Gasak Uangnya, Komplotan Pencuri Bawa Pulang Mesin ATM

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:42 WIB

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi, Atlet Panah India Terpaksa Jual Gorengan

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi, Atlet Panah India Terpaksa Jual Gorengan

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 16:18 WIB

Terkini

Perang Rebutan Lalahan Pecah! 52 Orang Tewas di Kolombia

Perang Rebutan Lalahan Pecah! 52 Orang Tewas di Kolombia

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:20 WIB

Temui Macron, Prabowo Tegaskan Palestina Merdeka Harga Mati!

Temui Macron, Prabowo Tegaskan Palestina Merdeka Harga Mati!

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:15 WIB

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:04 WIB

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 00:18 WIB

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:37 WIB

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:50 WIB

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB