Relawan Kontak Tracer Covid-19 Mengeluh 3 Bulan Belum Digaji Pemerintah

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 04 Maret 2021 | 11:25 WIB
Relawan Kontak Tracer Covid-19 Mengeluh 3 Bulan Belum Digaji Pemerintah
Ilustrasi tenaga kesehatan mengalami burnout karena pandemi. (Dok. Elements Envato)

Suara.com - Sejumlah relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertugas sebagai kontak tracer Covid-19 mengeluh honor belum dibayar oleh pemerintah.

Mereka memenuhi kolom komentar media sosial BNPB dengan berbagai keluhan, ada yang honornya belum dibayar tiga bulan bahkan lebih.

Salah satu relawan tracer yang enggan disebutkan namanya bercerita sejak bergabung menjadi relawan di BNPB pada Januari 2021 hingga saat ini belum mendapatkan honor sama sekali.

"Dulu kami dijanjikan diusahakan tanggal 1 Maret uang sudah turun dari pihak BNPB-nya, setelah itu mengeluarkan lagi surat dinyatakan disitu kalau gaji bakal turun kalau enggak tanggal 1-7 maret, itu kan sudah bohong lagi kan," ungkapnya kepada Suara.com, Kamis (4/3/2021).

Mereka ditugaskan untuk memantau perkembangan setiap pasien Covid-19 yang isolasi mandiri, mencari rujukan rumah sakit dan tempat karantina terpusat untuk pasien yang tidak bisa isolasi mandiri, dan melakukan tracing kepada kontak erat atau suspect.

"Kan kita juga capek, pakai uang bensin sendiri, pakai kuota sendiri, melayani pasien 24 jam, kita panas-panasan pakai APD, kita bisa terpapar, termasuk saya juga pernah terpapar, kita juga ada yang ngekos," ucapnya.

Dia menuturkan, sebelum keluhan ini disampiakan ke media sosial, mereka sudah pernah mengeluh ke koordinator relawan, namun belum ada jawaban pasti kapan honor akan cair.

"Ini kontak tracer yang kerja itu ratusan, tapi malah mau merekrut gelombang ketiga, sedangkan kita saja belum digaji, kan bingung ya, keuangan saja enggak ada mau rekrut gimana, kita koar-koar di BNPB juga enggak digubris," tuturnya.

Dia tidak bisa memastikan ini terjadi di semua kontak tracer nasional atau tidak, namun ia sudah mendapatkan keluhan yang sama dari rekannya di sekitar Jawa Barat.

"Nah waktu aku bikin di twitter itu ada yang dari Bogor dan Bekasi, kayaknya emang keseluruhan kontak tracer belum dibayar, kami nakes ada bidan, perawat, gizi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Mutasi Baru Corona B117 yang Ditemukan di Indonesia, Lebih Parah?

5 Fakta Mutasi Baru Corona B117 yang Ditemukan di Indonesia, Lebih Parah?

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:19 WIB

Askari, Kepala Desa Korupsi Bansos COVID untuk Judi Terancam Hukuman Mati

Askari, Kepala Desa Korupsi Bansos COVID untuk Judi Terancam Hukuman Mati

Bali | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:14 WIB

Muncul Varian B117 dan B1351, Ahli Mikrobiologi: Daya Tular Lebih Cepat

Muncul Varian B117 dan B1351, Ahli Mikrobiologi: Daya Tular Lebih Cepat

Sumsel | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:08 WIB

Menurut Fauci, Berikut 5 Gejala Jangka Panjang Covid-19 Paling Umum

Menurut Fauci, Berikut 5 Gejala Jangka Panjang Covid-19 Paling Umum

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB