Pemerintah Impor Beras 1 Juta Ton, Tengku Zul: Untuk Kepentingan Siapa?

Dany Garjito, Nur Afitria Cika Handayani

Senin, 08 Maret 2021 | 08:30 WIB
Pemerintah Impor Beras 1 Juta Ton, Tengku Zul: Untuk Kepentingan Siapa?
Tengku Zul beri ucapan Selamat Tahun Baru Imlek. (Twitter/ustadtengkuzul)

Suara.com - Pemerintah berencana akan melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton pada tahun 2021. Padahal, Presiden Joko Widodo baru-baru ini menggaungkan untuk membenci produk asing.

Hal ini rupanya membuat Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Dirinya ikut menanggapi soal wacana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak satu juta ton.

Tengku Zul mempertanyakan wacana tersebut dilakukan untuk kepentingan siapa. Sebab menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan bukan untuk Bulog maupun rakyat.

Ia mengatakan bahwa menurut Kepala Bulog, mereka hanya andil enam persen dalam serapan beras.

Dirinya juga menyoroti soal kampanye Jokowi soal benci produk asing.

"Menurut Kepala Bulog, mereka hanya andil 6 persen dalam serapan beras. Rakyat sekarang sedang panen raya. Padi rakyat hanya dihargai Rp 4200 per kilogram. Pemerintah akan impor satu juta ton tahun 2021. Bukan untuk Bulog. Bukan untuk rakyat. Terus untuk kepentingan siapa? Benci impor apa?" cuitnya, dalam akun Twitter pribadinya, dikutip Suara.com.

Tengku Zul komentari soal impor beras yang dilakukan pemerintah. (Twitter/ustadtengkuzul)
Tengku Zul komentari soal impor beras yang dilakukan pemerintah. (Twitter/ustadtengkuzul)

Tengku Zul juga sebelumnya sempat bertanya-tanya soal kebijakan pemerintah yang akan mengimpor beras.

"Saat petani siap-siap panen raya dalam bulan depan, Pemerintah sepakat akan impor satu juta ton beras taun 2021 ini. Ckckck. Kepentingan rakyat atau kepentingan importir?" ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah sepakat akan mengimpor beras sekitar 1 juta ton. Hal ini untuk menjaga ketersediaan stok beras sebesar 1 hingga 1,5 juta ton setelah adanya bansos beras PPKM, antisipasi dampak banjir, dan pandemi Covid-19.

baca juga

Hal tersebut tertera dalam bahan paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Kemendag pada Kamis, (4/3/2021).

Disampaikan bahwa impor sebesar 1 juta ton tersebut akan terbagi menjadi 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Dubes Tanya Maksud Jokowi Serukan Benci Produk Asing

Sejumlah Dubes Tanya Maksud Jokowi Serukan Benci Produk Asing

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 21:24 WIB

Jokowi Ajak Warga Benci Produk Asing, Pengamat: Heroik Tapi Bahaya

Jokowi Ajak Warga Benci Produk Asing, Pengamat: Heroik Tapi Bahaya

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 21:07 WIB

Soal Kampanye Benci Produk Asing, Rocky Gerung Sebut Jokowi Produk Gagal

Soal Kampanye Benci Produk Asing, Rocky Gerung Sebut Jokowi Produk Gagal

News | Minggu, 07 Maret 2021 | 06:53 WIB

Tentang Benci Produk Asing, Mendag: Kita Mau Jadi Bolivia dan Venezuela

Tentang Benci Produk Asing, Mendag: Kita Mau Jadi Bolivia dan Venezuela

Kaltim | Minggu, 07 Maret 2021 | 08:00 WIB

SBY Ungkap Perasaan Soal Moeldoko, Tengku Zul: Kasihan, Berujung Kecewa

SBY Ungkap Perasaan Soal Moeldoko, Tengku Zul: Kasihan, Berujung Kecewa

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:12 WIB

Demi Kedaulatan Pangan Nasional, INDEF dan KTNA Tolak Impor Beras

Demi Kedaulatan Pangan Nasional, INDEF dan KTNA Tolak Impor Beras

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 12:12 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×