Pecahan Batu Meteor Berjatuhan di Sebuah Desa di Inggris

Siswanto, BBC

Jum'at, 12 Maret 2021 | 12:03 WIB
Pecahan Batu Meteor Berjatuhan di Sebuah Desa di Inggris
BBC

Suara.com - Beberapa pecahan batu ditemukan dari bola api yang menerangi langit di atas wilayah selatan Inggris lebih dari sepekan lalu. Bebatuan itu jatuh di wilayah kota Winchcombe di Gloucestershire. Seorang warga pertama kali memberi tahu para ahli setelah melihat tumpukan batu hangus di sudut di jalan masuk rumahnya.

Anggota masyarakat lainnya, semenjak saat itu, mengungkapkan temuannya atas pecahan batu serupa.

Ini merupakan kejadian pertama di Inggris setelah material meteor terakhir kali ditemukan di Inggris 30 tahun silam.

Para peneliti sangat gembira atas temuan ini lantaran kelangkaan jenis batuan tersebut.

Pecahan batuan itu adalah kondrit karbon (Carbonaceous chondrites) — sebuah bahan bebatuan yang mempertahankan bahan kimia yang tidak berubah dari pembentukan Tata Surya 4,6 miliar tahun silam.

Dr Ashley King dari Natural History Museum (NHM) mengatakan tidak ada bebatuan seperti itu pernah tercatat di Inggris sebelumnya.

"Kondrit karbon sangat istimewa karena pada dasarnya mereka adalah sisa bahan penyusun Tata Surya kita.

"Banyak yang mengandung organik sederhana dan asam amino; beberapa di antaranya mengandung mineral yang dibentuk oleh air - jadi, semua bahannya ada untuk memahami bagaimana Anda membuat planet layak huni seperti Bumi," katanya kepada BBC News.

Ribuan orang telah melaporkan melihat cahaya yang menyala-nyala di angkasa pada pukul 21:54 waktu setempat pada hari Minggu, 28 Februari. Namun, yang terpenting, peristiwa itu juga tertangkap dalam jajaran kamera khusus yang dioperasikan oleh UK Fireball Alliance (UKFAll).

baca juga

Informasi mereka dapat menunjukkan dengan tepat kemungkinan di mana jatuhnya puing-puing tersebut.

"Di suatu tempat di utara Cheltenham, ke arah Stow-On-The-Wold", demikian prediksinya. Hal in seperti mencari "jarum di tumpukan jerami", namun demikian para peneliti beruntung.

Beberapa batu meteor jatuh di dekat pintu masuk rumah warga Winchcombe.

Dr Richard Greenwood dikirim untuk menemui warga Winchcombe, yang ingin identitasnya dirahasiakan.

"Saya melihat ke dalam kantong plastik, dan kaki saya goyah. Sungguh luar biasa. Ini adalah batu meteor yang sangat istimewa," ujar peneliti Universitas Terbuka itu.

Sebuah tim pencari segera dikirim untuk menyisir wilayah setempat untuk mencari lebih banyak pecahan batu. Dan, sementara itu, pemilik rumah lainnya mulai memberi tahu para ilmuwan tentang penemuan mereka juga.

Secara keseluruhan, seharusnya ada 300-400 gram material, sebagian besar pecahan batu itu kini berstatus milik NHM.

Pecahan batuan meteor itu kecil — mirip marmer Prof Monica Grady, juga dari Universitas Terbuka, menggambarkannya seperti "briket barbekyu yang rusak. Ini adalah salah satu hal terindah yang pernah saya lihat", katanya kepada BBC News.

Sulit untuk melebih-lebihkan betapa pentingnya temuan ini bagi perkembangan ilmu meteor Inggris.

Dari sekitar 65.000 meteorit yang tersimpan di seluruh dunia, hanya 1.206 yang disaksikan oleh saksi saat jatuhnya, dan hanya 51 yang berjenis kondrit karbon.Karena bola api ini sudah dilacak melalui kamera saat masuk ke atmosfer bumi, bebatuan itu berhasil masuk orbit bumi.

Objek tersebut berasal dari sabuk luar asteroid, dan keluar menuju Jupiter.

Ini artinya komposisinya hampir pasti akan sangat primitif."

Pada dasarnya, pecahan bebatuan itu adalah bagian dari Tata Surya yang kami anggap seperti mengalami pembekuan dari material yang berusia 4,5 miliar tahun," kata Prof Sara Russell dari NHM.

"Itu tidak memiliki kesempatan untuk berubah sama sekali dari waktu pra-planet. Ini akan memberi kita wawasan tentang seperti apa Tata Surya kita sebelum planet-planet ada di sana."

Badan antariksa Amerika dan Jepang telah mengirim pesawat penjelajah untuk membawa kembali materi serupa dari asteroid itu sendiri.

Tapi meteorit Winchcombe akan menjadi subjek yang hampir sama bagusnya untuk diteliti, kata Dr. Greenwood.

"Ya, itu akan dipengaruhi oleh perjalanan melalui atmosfer, tapi itu pasti sangat dekat dengan orisinal. Masyarakat di Winchcombe yang mengumpulkannya melakukannya dalam waktu 12 jam setelah jatuh. Ini sebaik yang pernah Anda dapatkan di bumi ini."

Batu antariksa yang jatuh terakhir ditemukan di Inggris pada 1991 —yang disebut Batu Meteor Glatton, karena jatuh di desa Glatton dekat Peterborough.

Arthur Pettifor sedang berada di kebun bawangnya ketika batu 10 cm itu jatuh di dekat pagar rumahnya.

Kemungkinan ada lebih banyak pecahan batuan meteor Winchcombe masih menunggu untuk ditemukan.

Para ilmuwan mengimbau agar masyarakat di wilayah itu tetap waspada. Mereka mencari batu kecil kehitaman, atau bahkan tumpukan debu berwarna gelap.

Siapapun yang menemukan apa yang kemungkinan diperkirakan sebagai meteorit diminta untuk memotretnya di lokasi penemuan, mencatat koordinat GPS, jika hal itu memungkinkan.

Benda tersebut kemudian harus ditempatkan dalam kertas timah. Dan, kali ini sebuah keharusan, jangan meletakkan magnet di dekat material tersebut.

Alasannya, hal itu dapat menghancurkan informasi penting yang diperlukan untuk mempelajari batu tersebut.

Penelitian di Winchcombe juga melibatkan ilmuwan dari universitas Glasgow, Manchester, Plymouth, dan Imperial College London.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Langka! Tujuh Planet Sejajar di Langit, Terjadi Lagi pada 2040

Fenomena Langka! Tujuh Planet Sejajar di Langit, Terjadi Lagi pada 2040

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2025 | 11:02 WIB

NASA Pastikan Asteroid 2024 YR4 Tidak Mengancam Bumi dalam Waktu Dekat

NASA Pastikan Asteroid 2024 YR4 Tidak Mengancam Bumi dalam Waktu Dekat

Tekno | Rabu, 26 Februari 2025 | 07:02 WIB

Wahana Antariksa Swasta Kirimkan Rekaman Langka Sisi Jauh Bulan

Wahana Antariksa Swasta Kirimkan Rekaman Langka Sisi Jauh Bulan

Tekno | Selasa, 25 Februari 2025 | 18:48 WIB

Asteroid Sebesar Patung Liberty Ancam Bumi di 2032, Nuklir Jadi Opsi?

Asteroid Sebesar Patung Liberty Ancam Bumi di 2032, Nuklir Jadi Opsi?

Tekno | Senin, 24 Februari 2025 | 09:05 WIB

Daerah Terpadat yang Berisiko Jika Asteroid Pembunuh Kota Menabrak Bumi

Daerah Terpadat yang Berisiko Jika Asteroid Pembunuh Kota Menabrak Bumi

Tekno | Kamis, 20 Februari 2025 | 08:13 WIB

Penemuan Mengejutkan: Inti Bumi Ternyata Lebih Lentur dari yang Diduga

Penemuan Mengejutkan: Inti Bumi Ternyata Lebih Lentur dari yang Diduga

Tekno | Kamis, 20 Februari 2025 | 06:35 WIB

Asteroid Raksasa Berpotensi Hantam Bumi, Sembilan Negara Ini Berisiko Terdampak

Asteroid Raksasa Berpotensi Hantam Bumi, Sembilan Negara Ini Berisiko Terdampak

Tekno | Rabu, 19 Februari 2025 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Jalur Tabrakan Asteroid 2024 YR4, Berpotensi Hantam Bumi pada 2032

Ilmuwan Ungkap Jalur Tabrakan Asteroid 2024 YR4, Berpotensi Hantam Bumi pada 2032

Tekno | Selasa, 18 Februari 2025 | 11:49 WIB

Asteroid Sebesar 100 Meter Berpotensi Tabrak Bumi pada Tahun 2032, Ini Penjelasan NASA

Asteroid Sebesar 100 Meter Berpotensi Tabrak Bumi pada Tahun 2032, Ini Penjelasan NASA

Tekno | Senin, 10 Februari 2025 | 11:33 WIB

Ilmuwan Temukan 'Super-Earth' Enam Kali Lebih Besar dari Bumi, Berpotensi Dukung Kehidupan

Ilmuwan Temukan 'Super-Earth' Enam Kali Lebih Besar dari Bumi, Berpotensi Dukung Kehidupan

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 10:21 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×