Bagaimana Trik Sulap Dipakai Jual Produk dan Alihkan Isu dalam Politik?

Siswanto, BBC

Senin, 15 Maret 2021 | 10:42 WIB
Bagaimana Trik Sulap Dipakai Jual Produk dan Alihkan Isu dalam Politik?
BBC

Suara.com - Memahami cara kerja trik sulap dapat membantu melindungi banyak orang dari manipulasi oleh politikus dan pemasaran, kata dua peneliti dari Goldsmiths, University of London, Inggris.

Menurut penelitian mereka, trik psikologi yang digunakan oleh pesulap untuk mengecoh penonton juga dapat digunakan untuk memengaruhi pilihan konsumen.

Trik sulap menggunakan "perangkat [psikologi] yang kuat" untuk mengendalikan perilaku, kata para peneliti.

Para psikolog mengamati bagaimana trik sulap menciptakan "ilusi pilihan", ketika penonton sebenarnya tidak benar-benar memegang kendali.

Penelitian ini - Mind control trick: magicians' forcing and free will (Trik mengendalikan pikiran: teknik pemaksaan pesulap dan kehendak bebas) oleh psikolog Alice Pailhes dan Gustav Kuhn - meneliti bagaimana para pesulap mengendalikan keputusan penontonnya - dan bagaimana taktik ini dapat diterapkan ke area lain.

Baca juga:

Memegang kendali?

"Banyak prinsip-prinsip sulap ini menunjukkan bahwa Anda dapat dengan mudah memanipulasi dan memengaruhi keputusan yang dibuat orang lain - dan meskipun mereka merasa bebas membuat keputusan tersebut, si pesulaplah yang [sebenarnya] memegang kendali penuh," kata Dr. Kuhn.

Ia menjelaskan, sebagaimana seseorang dapat diarahkan untuk memilik kartu yang "tepat" dalam pertunjukan sulap, kita juga dapat "didorong" untuk membeli produk tertentu di pasar swalayan.

Studi tersebut, diterbitkan dalam jurnal ilmiah Trends in Cognitive Science, mengidentifikasi berbagai perangkat psikologi yang digunakan oleh pesulap.

baca juga

Trik yang paling sederhana ialah memahami bahwa orang-orang cenderung berperilaku dengan cara yang sama - jadi para peneliti mengatakan jika banyak orang diminta untuk memilih satu dari empat kartu di hadapan mereka, 60% orang yang tidak kidal akan memilih kartu ketiga dari kiri.

"Pemaksaan posisi" ini dapat digunakan untuk mendorong pelanggan untuk memilih produk tertentu, tergantung lokasi mereka ditempatkan.

"Persiapan mental" menggunakan serangkaian petunjuk visual dan verbal untuk mengarahkan penonton dalam suatu trik, dan para peneliti menemukan bahwa banyak orang tidak bisa menjelaskan mengapa mereka selalu memilih kartu atau nomor yang sama secara "acak".

'Ilusi pilihan'

Ada juga trik sulap yang disebut "equivoke" atau keambiguan - ketika penonton percaya bahwa mereka membuat keputusan independen dalam suatu trik, padahal sebenarnya apapun keputusan mereka "tidak berpengaruh pada hasil akhirnya".

"Terlepas dari pilihan penonton, sekuens berakhir dengan hasil yang sama. Keambiguan itu sangat efektif untuk menghadirkan ilusi perasaan bahwa kita memegang kendali," kata studi tersebut.

Contohnya adalah trik kartu di mana seseorang diminta untuk membagi setumpuk kartu, dengan beberapa tahapan membagi dan menempatkan kartu kembali ke atas dek - "mayoritas orang" tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan berdampak pada kartu targetnya.

Dr. Kuhn mengatakan bahwa "ilusi pilihan" yang diciptakan oleh sang pesulap, memanfaatkan keinginan untuk memegang kendali, dapat diterapkan di bidang lain - pada keputusan konsumen, hiburan, atau debat politik.

"Ia berurusan dengan salah satu konsep paling fundamental dalam kemanusiaan - apakah kita sebenarnya memiliki kehendak bebas?

"Kita percaya kita membutuhkannya, namun pengalaman tentang kehendak bebas ini bisa jadi merupakan ilusi - dan inilah ilusi yang kerap dimanfaatkan oleh para pesulap," kata sang psikolog.

'Pengalihan isu' politik

Dr Kuhn, bagian dari tim riset Magic Lab, mengatakan semakin banyak yang berminat untuk memahami bagaimana "teknik pemaksaan" pesulap dapat digunakan untuk memengaruhi perilaku.

Ia melihat politikus semakin tertarik pada taktik "pengalihan" (misdirection), yaitu ketika pesulap mengarahkan perhatian penonton ke satu arah, dengan sesuatu yang berisik atau spektakular, sementara trik sebenarnya dilakukan di arah lain.

"Bahkan jika Anda tahu bahwa Anda sedang dialihkan, masalahnya adalah prinsip ini sangat efektif dan tetap ada efeknya," kata Dr. Kuhn.

Menggunakan teknik dari sulap untuk "memodifikasi perilaku" dapat memberi manfaat positif, kata psikolog lainnya yang terlibat dalam penelitian ini Alice Pailhes.

"Mereka dapat memberikan cara baru untuk mendorong keputusan yang lebih baik dalam hal kesehatan dan kesejahteraan," ujarnya, misal mendorong orang-orang untuk memilih makanan yang lebih sehat.

"Namun kendali tersembunyi dan modifikasi pikiran orang juga memunculkan masalah etika serius."

Dan ia memperingatkan akan "pengaruh yang tidak diinginkan, misalnya propaganda politik".

"Kami percaya bahwa pemahaman tentang teknik paksaan para pesulap adalah alat yang berharga untuk meningkatkan kesadaran mengenai seberapa mudah pilihan kita dimanipulasi," kata sang psikolog.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Ungkap Manipulasi Saham Masih Dominan Pelanggaran Pasar Modal

OJK Ungkap Manipulasi Saham Masih Dominan Pelanggaran Pasar Modal

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Membongkar Greenwashing: Saat Label Ramah Lingkungan Cuma Jadi Gimik Jualan

Membongkar Greenwashing: Saat Label Ramah Lingkungan Cuma Jadi Gimik Jualan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Waspada Manipulasi Asmara: Saat Perhatian Berlebih Berujung Bencana Mental

Waspada Manipulasi Asmara: Saat Perhatian Berlebih Berujung Bencana Mental

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:08 WIB

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 18:15 WIB

Drama Villains, Manipulasi Psikopat dan Konspirasi Peredaran Uang Palsu

Drama Villains, Manipulasi Psikopat dan Konspirasi Peredaran Uang Palsu

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 11:30 WIB

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:36 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:30 WIB

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:24 WIB

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

News | Senin, 02 November 2026 | 17:22 WIB

Apa yang Akan Terjadi Jika Pinjol Tidak Dibayar?

Apa yang Akan Terjadi Jika Pinjol Tidak Dibayar?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 17:21 WIB

×