Modus Baru Kejahatan Siber: Kami Punya Koleksi Film Porno Anda

Siswanto, BBC

Rabu, 31 Maret 2021 | 11:30 WIB
Modus Baru Kejahatan Siber: Kami Punya Koleksi Film Porno Anda
BBC

Suara.com - Perusahaan-perusahaan keamanan siber memperingatkan akan kebangkitan modus kejahatan yang disebut 'extortionware', yaitu mempermalukan korban dan memaksanya untuk membayar uang tebusan.

Para pakar mengatakan tren ancaman mempublikasikan informasi pribadi yang sensitif dapat berdampak pada perusahaan, tidak hanya secara operasional tapi juga merusak reputasinya.

Peringatan ini muncul setelah sekelompok peretas atau hacker pamer usai menemukan koleksi pornografi milik Direktur IT di sebuah perusahaan AS.

Perusahaan tersebut belum secara publik mengakui bahwa mereka diretas.

Dalam tulisan di blog mereka, yang berada di darknet (bagian internet yang hanya dapat diakses dengan cara tertentu), tentang peretasan bulan lalu, geng kriminal siber itu menyebut nama direktur IT yang komputer kerjanya diduga memuat fail-fail tersebut.

Mereka juga mengunggah tangkapan layar perpustakaan fail komputer tersebut, yang berisi lebih dari selusin berkas yang terdaftar dengan nama bintang porno dan situs pornografi.

Kelompok hacker terkenal itu menulis: "Terima kasih Tuhan untuk [nama direktur IT]. Saat dia [masturbasi] kami mengunduh beberapa ratus gigabyte informasi pribadi tentang pelanggan perusahaannya. Tuhan memberkati telapak tangannya yang berbulu, Amin!"

Tulisan blog tersebut telah dihapus dalam dua pekan terakhir, yang menurut para pakar biasanya berarti upaya pemerasan telah berhasil dan para peretas telah dibayar untuk mengembalikan data, dan tidak mempublikasikan lebih banyak detail.

Perusahaan yang diduga diretas tidak menanggapi permintaan komentar.

baca juga

Kelompok hacker yang sama juga saat ini sedang menekan perusahaan utilitas AS yang lain untuk membayar tebusan, dengan mengunggah nama pengguna dan kata sandi seorang pegawai untuk sebuah situs pornografi berbayar.

'Ini norma baru'

Kelompok ransomware lain yang juga punya situs web di darknet menunjukkan bahwa mereka menggunakan taktik serupa.

Geng yang relatif baru ini mempublikasikan email dan gambar pribadi, dan secara langsung meminta walikota dari satu kotamadya yang diretas di AS untuk menegosiasikan tebusannya.

Dalam kasus lain, para hacker mengklaim telah menemukan jejak email yang menunjukkan bukti penipuan asuransi di sebuah perusahaan agrikultur Kanada.

Brett Callow, analis di perusahaan keamanan siber Emsisoft, mengatakan trennya mengarah pada evolusi peretasan ransomware.

"Ini norma baru. Para hacker sekarang betul-betul mencari data untuk informasi yang bisa dimanfaatkan untuk kejahatan. Jika mereka menemukan apapun yang memalukan atau membuktikan adanya suatu kejahatan/kesalahan, mereka menggunakannya untuk meminta bayaran yang lebih besar.

"Insiden-insiden ini tidak lagi sekadar serangan siber tentang data, mereka sepenuhnya upaya pemerasan."

Contoh lainnya adalah pada Desember 2020, ketika waralaba klinik bedah plastik The Hospital Group dimintai uang tebusan dengan ancaman publikasi gambar "sebelum dan sesudah" pasien-pasiennya.

Evolusi dari Ransomware

Ransomware telah banyak berevolusi sejak pertama kali muncul puluhan tahun lalu.

Para kriminal awalnya beroperasi sendiri, atau dalam kelompok kecil, menyasar pengguna internet secara acak dengan memasang jebakan di situs web dan email.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menjadi lebih canggih, terorganisir, dan ambisius.

Geng kriminal diperkirakan mendulang puluhan juta dolar setiap tahun, dengan menghabiskan waktu dan sumber daya untuk menyasar dan menyerang perusahaan besar atau lembaga publik untuk bayaran besar, kadang-kadang sampai jutaan dolar.

Brett Callow telah mengamati taktik ransomware selama bertahun-tahun. Dia melihat ada perubahan metode pada akhir 2019.

"Dahulu data hanya dienkripsi untuk mengganggu suatu perusahaan, tapi kemudian kami mulai melihat data tersebut diunduh oleh para hacker.

"Ini berarti mereka dapat meminta duit tebusan yang lebih besar kepada korban karena sekarang ada ancaman data tersebut akan dijual ke pihak lain."

Sulit dilawan

Tren terbaru ini telah membuat para pakar khawatir karena sulit dilawan.

Simpanan cadangan data perusahaan yang memadai dapat membantu perusahaan untuk pulih dari serangan ransomware, namun itu tidak cukup ketika para hacker menggunakan taktik ransomware.

Konsultan keamanan siber Lisa Ventura berkata: "Pegawai tidak boleh menyimpan apapun yang dapat mencederai reputasi perusahaan di server kantor. Organisasi perlu memberikan pelatihan seputar ini kepada semua stafnya.

"Perubahan modus hacker ini meresahkan karena serangan ransomware tidak hanya menjadi lebih sering, mereka juga menjadi lebih rumit.

"Dengan mengidentifikasi faktor seperti kerusakan reputasi, mereka punya lebih banyak pengaruh untuk memeras uang dari korban."

Kurangnya laporan dari korban dan budaya menutupi kesalahan membuat dampak finansial dari ransomware sulit diperkirakan.

Para pakar di Emsisoft memperkirakan bahwa insiden ransomware pada 2020 mengakibatkan kerugian hingga $170 miliar dolar (Rp2,4 triliun) dalam bentuk pembayaran uang tebusan, penghentian operasi, dan gangguan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi Identitas Digital Buka Peluang Verifikasi Tanpa Simpan Salinan KTP

Teknologi Identitas Digital Buka Peluang Verifikasi Tanpa Simpan Salinan KTP

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Ancaman Siber Era Kuantum Mengintai, Indonesia Perlu Siapkan Perlindungan Data Sejak Sekarang

Ancaman Siber Era Kuantum Mengintai, Indonesia Perlu Siapkan Perlindungan Data Sejak Sekarang

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Adopsi AI Makin Cepat, Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Ancaman Siber dan Komputasi Kuantum

Adopsi AI Makin Cepat, Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Ancaman Siber dan Komputasi Kuantum

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Penipuan Makin Meyakinkan Berkat AI, Bitdefender Bawa Teknologi Deteksi Deepfake ke RI

Penipuan Makin Meyakinkan Berkat AI, Bitdefender Bawa Teknologi Deteksi Deepfake ke RI

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:27 WIB

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

×