510 Demonstran Dibunuh, 3 Kelompok Gerilyawan Gabung Lawan Junta Myanmar

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 31 Maret 2021 | 15:17 WIB
510 Demonstran Dibunuh, 3 Kelompok Gerilyawan Gabung Lawan Junta Myanmar
Bikers Myanmar turun ke jalan. (Youtube/Global News)

Suara.com - Tiga tentara pembebasan nasional etnik Myanmar, meneken pakta aliansi untuk melawan militer negara tersebut, setelah junta membunuh banyak demonstran di kota.

Kelompok gerilyawan tersebut adalah The Arakan Army, Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).

Ketiga organisasi bersenjata itu bersepakat membentuk Brotherhood Alliance, untuk melawan junta militer yang telah membunuh 510 demonstran.

Arakan Army atau AA adalah salah satu kekuatan paling tangguh yang menghadapi militer Myanmar selama dua tahun terakhir.

Pertempuran antara AA dan militer Myanmar alias Tatmadaw terus meningkat dari November 2018 hingga awal November 2020.

Konflik tersebut menyebabkan ratusan korban sipil dan menyebabkan lebih dari 200.000 penduduk mengungsi.

Rezim baru-baru ini mencabut AA dari daftar kelompok "teroris", setelah pertempuran antara kedua belah pihak dihentikan pada November.

Juru bicara AA Khaing Thukha mengatakan kepada The Irrawaddy, sudah saatnya organisasi etnis bergandengan tangan untuk melindungi warga sipil yang ditindas rezim militer.

"Kita harus melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa dan harta benda orang-orang yang tertindas," katanya.

baca juga

Mereka mendesak para pemimpin kudeta untuk berdialog dan menyelesaikan krisis dengan cara politik, karena orang-orang di seluruh negeri telah menyerukan diakhirinya kekuasaan militer, pembebasan semua pemimpin sipil dan tahanan lainnya.

AA, TNLA dan MNDAA memperingatkan militer bahwa mereka akan bergabung dengan organisasi etnis bersenjata lain dan pendukung pro-demokrasi, untuk mempertahankan diri dari penumpasan brutal rezim jika kekerasan berlanjut.

Terlepas dari tindakan keras mematikan yang dilakukan militer terhadap demonstran anti-kudeta, demonstran di terus turun ke jalan untuk menentang kekuasaan militer.

Menurut Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP), militer telah menahan 2.574 orang, termasuk Penasihat Negara Myanmar Daw Aung San Suu Kyi, politisi, aktivis, dan pendukung pro-demokrasi lainnya.

"Mereka memperlakukan warga sipil dengan sangat kejam. Warga sipil yang tidak bersalah ditembak secara brutal dan dibunuh oleh militer setiap hari. Penangkapan dan penjarahan sewenang-wenang terhadap properti orang-orang meningkat. Kami mengutuk keras tindakan tidak manusiawi dari tentara dan polisi Burma." ujar Khaing Thukha.

Sebelum kudeta, Aliansi Persaudaraan telah merundingkan perjanjian bilateral individu antara setiap anggota dan militer untuk menghentikan pertempuran, dan mengumumkan gencatan senjata sepihak untuk mendukung negosiasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Siap Merawat Pengungsi Myanmar yang Terluka

India Siap Merawat Pengungsi Myanmar yang Terluka

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 12:26 WIB

Bahas Situasi Myanmar dengan Menlu Jepang, Retno: Dialog Harus Diupayakan

Bahas Situasi Myanmar dengan Menlu Jepang, Retno: Dialog Harus Diupayakan

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 23:17 WIB

Ngeri, Petugas Temukan Paket Berisi Granat dan Amunisi Tujuan Myanmar

Ngeri, Petugas Temukan Paket Berisi Granat dan Amunisi Tujuan Myanmar

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×