Refly Harun Soroti Dugaan Pemerintah Terobsesi Teroriskan FPI

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 01 April 2021 | 18:28 WIB
Refly Harun Soroti Dugaan Pemerintah Terobsesi Teroriskan FPI
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyoroti adanya dugaan pemerintah terobsesi mengaitkan ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) dengan serangkaian aksi terorisme di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Refly melalui kanal YouTube miliknya Refly Harun bertajuk 'Obsesi Pemerintah Teroriskan FPI!' yang diunggah pada Rabu (31/3/2021).

Dalam video tersebut, Refly membacakan salah satu artikel yang mewartakan pakar terorisme Sidney Jones yang menduga pemerintah ingin FPI dengan aksi terorisme.

"Wah, gawat kalau pemerintah menginginkan mengecap suatu kelompok sebagai teroris sehingga memiliki legitimasi untuk melakukan apapun terhadap kelompok tersebut," kata Refly seperti dikutip Suara.com, Kamis (1/4/2021).

Refly menjelaskan, masyarakat harus memahami konteks pernyataan Sidney tersebut.

FPI pernah terlibat dalam kegiatan baiat ISIS di Sulawesi Selatan pada 2015 silam. Namun, muncul dugaan ada ketidaktahuan terhadap apa itu ISIS.

Komentar Refly Harun soal dugaan pemerintah teroriskan FPI (youtube)
Komentar Refly Harun soal dugaan pemerintah teroriskan FPI (youtube)

"Itu konteksnya sepertinya ketidaktahuan mereka terhadap apa itu ISIS. Jadi, mungkin mereka pikir ISIS mau memperjuangkan daulat islamiah tapi belakangan jadi kelompok terorisme," ungkap Refly.

Selain itu, jika memang benar FPI terafiliasi dengan terorisme, Refly meminta agar pemerintah menyampaikan hasil penelusurannya secara terbuka di hadapan publik.

Namun, ia meminta agar pemerintah tak membuat-buat skenario seolah-olah FPI berkaitan dengan terorisme.

"Jangan sampai kemudian keterlibatan itu adalah keterlibatan yang dibuat-buat," tuturnya.

Menurut Refly, jika ada satu atau dua anggota FPI terbukti berkaitan dengan FPI maka pemerintah tak bisa mengelompokkan FPI sebagai kelompok terorisme.

Sebab, perbuatan masing-masing anggota menjadi tanggungjawab masing-masing dan tidak semuanya mewakili sikap organisasi tertentu.

"Kalau asli tidak cukup alasan untuk mengkeranjangkan semua organisasi, semua kejahatan adalah individual responsibility," tuturnya.

Refly juga berharap kemunculan isu kaitan FPI dengan aksi terorisme tersebut tak menghilangkan isu penting lainnya seperti tewasnya enam anggota laskar FPI hingga kasus penahanan Rizieq Shihab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejak Kapan Teroris Tulis Surat Wasiat, Fenomena Baru Kah?

Sejak Kapan Teroris Tulis Surat Wasiat, Fenomena Baru Kah?

Jatim | Kamis, 01 April 2021 | 10:47 WIB

Bamsoet: Jangan Kaitkan Tampilan Pelaku Teror dengan Agama

Bamsoet: Jangan Kaitkan Tampilan Pelaku Teror dengan Agama

News | Kamis, 01 April 2021 | 09:51 WIB

Terungkap! Penyerang Mabes Polri ZA Posting Bendera ISIS di Instagramnya

Terungkap! Penyerang Mabes Polri ZA Posting Bendera ISIS di Instagramnya

Banten | Kamis, 01 April 2021 | 09:27 WIB

Terkini

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:02 WIB

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:43 WIB

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:29 WIB

Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun

Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:19 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:17 WIB