Bertekad Mandiri, Kisah KPM PKH Kemensos yang Ingin Naik Status

Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 02 April 2021 | 07:22 WIB
Bertekad Mandiri, Kisah KPM PKH Kemensos yang Ingin Naik Status
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kampung Lewengkawung. (Dok. Kemensos)

Suara.com - Menerima bantuan tidak selamanya menyenangkan. Bagi beberapa orang, menjadi penerima justru dianggap sebagai hal yang tidak perlu dilanggengkan. Bahkan kalau bisa "naik status" menjadi sang pemberi.

Hal tersebut berlaku bagi, Mintarsih, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kampung Lewengkawung, Desa Mekarmulya, Kecamatan Jambe Barat, Kabupaten Karawang. Perempuan paruh baya ini menjadi peserta PKH sejak tahun 2018.

Mintarsih menceritakan kisah awal menjadi penerima bantuan bersyarat dari pemerintah ini. Bantuan Rp 900 ribu yang ia terima setiap kali cair itu ia rasakan manfaatnya.

"Uang bantuan PKH cair 3 bulan sekali. Lumayan ya buat kebutuhan anak saya yang balita dan anak saya yang SD," katanya saat ditemui pada suatu siang pertengahan Maret 2021, bersama anak keduanya di kantor desa setempat.  

Sejak itu, lanjutnya, uang bantuan PKH yang rutin ia terima digunakan untuk keperluan sehari-hari dan sekolah kedua anaknya. Ia pun mengaku menggantungkan bantuan PKH cair sementara ia tidak bekerja. Suaminya bekerja serabutan sebagai tukang bangunan yang mendapat upah Rp50.000 per hari.

"Kadang ada, kadang enggak. Sampai akhirnya suaminya sering sakit,"tuturnya. 

Dari situ,  Mintarsih lantas menceritakan perasaannya untuk ingin segera keluar dari keanggotaan PKH. Nampaknya pepatah "tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah" tertanam baik di kepalanya.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan berusia 37 tahun ini menyebut tahun 2021 menjadi tonggak dia memantapkan dirinya ingin segera mandiri. Tak lagi menggantungkan bantuan bersyarat dari pemerintah lagi.

"Saya tidak mau terus menerus menerima bantuan. Suatu saat saya juga harus jadi tangan yang di atas, ngasih bantuan," ujar Mintarsih.

baca juga

Ia lalu mengenang awal mula ia membangun usaha menjual salah satu produk perkakas dapur, membuat matanya yang sudah berkaca-kaca itu perlahan menitikkan air mata. Sejenak kemudian ia berhenti. Kerudung hitam di kepala ia gunakan mengusap pipinya yang mulai basah. Matanya menerawang mengingat usahanya di tahun 2018 menjadi reseller produk perkakas dapur.

"Di tahun itu, uang bantuan yang sata terima, dipakai untuk jualan tupperware. Ternyata tidak mencukupi," katanya. Kalimatnya terakhirnya ia gantung. Jemari tangannya ia katupkan, pertanda ia bersiap melanjutkan cerita berikutnya.

"Setiap kali bantuan turun, saya puter untuk modal usaha ini. Untungnya sedikit-sedikit bisa buat jajan anak," ungkap ibu dua anak ini. Air mukanya sedikit demi sedikit kembali ceria. Rupanya ia sampai pada cerita ketika ia bertekad membangun usaha lebih baik dari modal bantuan PKH.

Sampai akhirnya, lanjut Mintarsih, ia bertemu dengan bisnis MLM (Multi Level Marketing) salah satu produk kesehatan yang  digelutinya sampai sekarang.  Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Perempuan ini konsisten melakukan penjualan produk MLM yang ia ikuti, mengajak anggota lain, lalu begitulah keuntungan dari usahanya dimulai.

"Mulai gabung bulan September 2019. Lalu jualan terus jalan, bonus nambah terus. Setelah berjalan hampir setahun tahun, pendapatan saya mulai bertambah. Saya memutuskan keluar dari PKH, sekarang omset saya bisa mencapai Rp30 juta per bulan. Semua cita-cita yang saya impikan mulai tercapai," terangnya sambil menggandeng putri kedua yang duduk di sampingnya.

Mintarsih kemudian menambahkan, "Malah sekarang saya mengenalkan usaha saya ini ke teman-teman lainnya penerima PKH biar bisa segera keluar dari kepesertaan PKH seperti saya,".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Respons Cepat Mensos Risma, Sofyan Segera Jalani Operasi

Berkat Respons Cepat Mensos Risma, Sofyan Segera Jalani Operasi

News | Kamis, 01 April 2021 | 21:24 WIB

Tagana akan Dilatih Selamatkan Korban Bencana di Air, Begini Usulan Mensos

Tagana akan Dilatih Selamatkan Korban Bencana di Air, Begini Usulan Mensos

News | Kamis, 01 April 2021 | 11:00 WIB

Lagi, Mensos Apresiasi Tagana yang Berkontribusi Positif Tangani Bencana

Lagi, Mensos Apresiasi Tagana yang Berkontribusi Positif Tangani Bencana

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 13:13 WIB

Mensos Sebut Data Spasial dan Numerik Penting untuk Bahan Kebijakan

Mensos Sebut Data Spasial dan Numerik Penting untuk Bahan Kebijakan

News | Senin, 29 Maret 2021 | 12:37 WIB

Berkat PKH dari Kemensos, Penghasilan Jutaan Rupiah Kini Jadi Miliknya

Berkat PKH dari Kemensos, Penghasilan Jutaan Rupiah Kini Jadi Miliknya

Bisnis | Sabtu, 27 Maret 2021 | 14:02 WIB

Selama Maret 2021, Kemensos telah Salurkan Bantuan dalam Beberapa Tahap

Selama Maret 2021, Kemensos telah Salurkan Bantuan dalam Beberapa Tahap

Bisnis | Sabtu, 27 Maret 2021 | 09:23 WIB

Terkini

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

×