Profil Xanana Gusmao, Mantan PM Timor Leste Viral Usai Bantu Korban Banjir

Farah Nabilla Suara.Com
Minggu, 11 April 2021 | 18:44 WIB
Profil Xanana Gusmao, Mantan PM Timor Leste Viral Usai Bantu Korban Banjir
Ilustrasi profil Xanana Gusmao - Xanana Gusmao antar bantuan untuk korban banjir. (Facebook/Mariano Costa)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Dimulai pada 1974, pemerintahan baru di Portugal mengizinkan pendirian partai politik untuk menentukan masa depan Timor Leste saat referendum pada 13 Maret 1975. Tiga parpol tersebut adalah Persatuan Demokratik Nasionalis Timur (UDT), Front Revolusioner untuk Timor Timur Merdeka (Fretilin) dan Asosiasi Populer Demokratis Timor (Apodeti).

Selanjutnya terjadi percobaan kudeta oleh UDT yang mendukung federasi oleh Portugis pada Agustus 1975. Percobaan kudeta ini berhasil diredam Fretilin, rivalnya, yang ingin kemerdekaan penuh untuk Timor Leste.

Ada juga konflik dari Apotedi yang ingin mengintegrasikan Timor Leste dengan Indonesia. Hingga pada Desember 1975, Indonesia menginvasi dan menjadikan Timor Leste salah satu provinsi di Indonesia.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, masuklah peran Xanana mendukung Fretilin dan berperan merebut kemerdekaan Timor Leste. Xanana berada pada garis terdepan gerkan perlawanan terhadap invasi oleh Indonesia. Xanana didapuk menjadi kepala Falintil, kelompok angkatan bersenjata untuk misi pembebasan Timor Leste dengan bergerilya beroperasi di tempat-tempat persembunyian di pegunungan.

Kemerdekaan Timor Leste dari Indonesia

Xanana Gusmao kemudia dikenal sebagai pemimpin Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Fretilin setelah melakukan pemberontakan hingga belasan tahun. Hal ini memantik masyarakat di Dili berdemonstrasi menuntut kemerdekaan Timor Leste pada 1991.

Beberapa dari demonstran diadili dan didakwa melakukan tindakan subversif. Di tengah invasi Indonesia, Xanana tak luput dari bui dan ditahan selama 6 tahun. Tak lama setelah Soeharto lengser, pada 20 Agustus 1999, Timor Leste melakukan referendum yang berisi memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara merdeka.

Pembebasan Xanana dari tahanan politik, terjadi pada masa pemerintahan Presiden BJ. Habibie dan menjadi awal kemerdekaan Timor Leste. Hingga Timor Leste merdeka sebagai negara independen pada 2002 dengan nama resmi Republik Demokratik Timor Leste. Dengan hasil kemerdekaan ini, maka tak heran jika Xanana Gusmao memiliki hubungan dekat dengan Habibie hingga meninggalnya Habibie pada 11 September 2019.

Xanana Gusmao terpilih menjadi presiden pertama Timor Leste tahun 2002-2007. Kemudian setelah masa jabatan presiden berakhir, ia menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste dua periode, 2007-2015.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Imbau Waspada Banjir Bandang Pasca Gempa (M) 6.1

Demikian profil Xanana Gusmao yang sedang diperbincangkan berkat aksi sosialnya membantu korban banjir di Dili berikut dengan kisah perjuangannya dulu mewujudkan Timor Leste sebagai negara yang independen.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI