Jokowi: Ada Provinsi dengan 40.000 Kegiatan, Anggaran Jangan Diecer-ecer!

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 15 April 2021 | 04:38 WIB
Jokowi: Ada Provinsi dengan 40.000 Kegiatan, Anggaran Jangan Diecer-ecer!
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden ]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah untuk membuat skala prioritas anggaran belanja di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hal ini dikatakan Jokowi saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi kepala daerah tahun 2021 dalam akun youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/4/2021) malam.

"Harus membuat kebijakan yang fokus dengan skala prioritas yang jelas. Fokus dan skala prioritas yang jelas. Sehingga nanti alokasi anggarannya juga lebih fokus dan lebih terkonsentras," ujar Jokowi.

Jokowi melihat terdapat satu provinsi ada yang mata anggarannya sampai 40.000 mata anggaran kegiatan. Sehingga jika dibuat skala prioritas, akan lebih mudah mengawasi anggaran kegiatannya dan terlihat hasilnya.

"Menurut saya, semakin sedikit kegiatan, akan semakin secara manajemen akan semakin gampang ngontrolnya, semakin gampang ngeceknya dan hasilnya akan semakin keliatan," ucap dia.

Karena itu, Jokowi meminta jajaran pemerintah di daerah untuk memfokuskan anggaran pada satu hingga tiga kegiatan besar. Sehingga hasilnya bisa dilihat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Sebagai contoh, ada anggaran di sebuah kabupaten Rp 2 triliun misalnya. Hati-hati, saya titip yang namanya belanja aparatur dan belanja pembangungan, belanja aparatur dan belanja modal dilihat. Gedean yang mana. Usahakan agar belanja pembangunan, belanja modal itu lebih besar dari belanja aparatur," ujarnya.

Kata Jokowi, anggaran yang sudah diprioritaskan tersebut tidak boleh diberikan ke masing-masing dinas untuk dibelanjakan.

"Kalau sudah ketemu belanja pembangunan, belanja modal, jangan sampai yang namanya anggaran itu dibagi rata ke masing-masing unit, ke masing-masing dinas. Hati-hati. Sekali lagi yang bapak ibu dan saudara-saudara prioritaskan yang mana. Berikan dua priroitas atau maksimal tiga prioritas. sudah, anggaran itu prioritaskan ke sana 60 persen. Sisanya baru diberikan ke unit-unit yang lain. Sehingga menjadi jelas," tutur dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan kepala daerah dapat memprioritaskan anggaran untuk pembangunan jalan, pembangunan pasar dan pembangunan sekolah di kabupaten.

Dengan skala prioritas tersebut, rakyat bisa melihat dan merasakan langsung produk dari program strategisnya selama menjabat.

"Saya mau jalan di kabupaten saya sampai di desa-desa mulus. Ya sudah anggaran konsentrasikan ke sana. Selama mungkin satu tahun atau dua tahun selesai ganti lagi. Saya mau konsetrasi ke pembangunan pasar yang ada di seluruh kabupaten," kata dia.

"Ada pasar misalnya 60 pasar. Selesaikan dalam setahun atau dua tahun, rampung. Sehingga rakyat melihat. Atau ingin membangun sekolah. Sekolah di kabupaten saya harus bagus semuanya. Sehingga kelihatan mana prioritas, mana yang menjadi unggulan," sambungnya.

Jokowi pun kembali mengingatkan kepada kepala daerah agar tidak membagi-bagikan anggaran ke masing-masing dinas. Sehingga anggaran APBD tersebut bisa langsung dirasakan manfaatnya.

"Jangan sampai sekali lagi yang namanya anggaran diecer-ecer di setiap dinas, di setiap unit. Sehingga setiap tahun itu anggaran ya terbelanjakan, tapi tidak ada baunya sama sekali. Tidak dirasakan kemanfaatannya oleh rakyat. Hati-hati dengan ini karena anggaran APBD itu bisa mentriger pertumbuhan ekonomi di daerah bapak ibu semuanya," ucap Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan para kepala daerah baik di provinsi, kabupaten dan kota untuk berani melakukan konsolidasi pos anggaran.

"Kalau tidak? Saya perlu ingatkan. Kalau bapak ibu tidak bisa menkonsolidasikan ini, menajemennya tidak seperti yang tadi saya sampaikan, kemudian anggaran diecer-ecer di dinas-dinas, di unit-unit yang ada," tegas Jokowi.

Pasalnya, kata Jokowi permasalahan di daerah, karena kurangnya konsolidasi pos anggaran. Sehingga tidak terlihat dan tidak dirasakan oleh masyarakat.

"Karena masalahnya pasti selalu ada, karena nggak dirasakan oleh masyarakat hasil kepemimpinan bapak ibu saudara-saudara sekalian, ya tidak terpilih lagi. Karena anggarannya hilang setiap tahun, realiasasi setiap tahun tapi tidak keliatan manfaatnya oleh rakyat," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PA GMNI: Reshuffle Perlu, Banyak Kinerja Menteri di Bawah Standar

PA GMNI: Reshuffle Perlu, Banyak Kinerja Menteri di Bawah Standar

Kaltim | Kamis, 15 April 2021 | 03:30 WIB

Pesan Penting Jokowi ke Kepala Daerah yang Baru Dilantik: Jangan Puas Diri!

Pesan Penting Jokowi ke Kepala Daerah yang Baru Dilantik: Jangan Puas Diri!

News | Kamis, 15 April 2021 | 03:27 WIB

Petinggi PPP Ingatkan Lingkaran Jokowi: Jangan Jadikan Reshuffle Spekulasi

Petinggi PPP Ingatkan Lingkaran Jokowi: Jangan Jadikan Reshuffle Spekulasi

News | Kamis, 15 April 2021 | 04:05 WIB

Presiden Jokowi Beri Dua Jempol untuk Suporter Selama Piala Menpora 2021

Presiden Jokowi Beri Dua Jempol untuk Suporter Selama Piala Menpora 2021

Bola | Rabu, 14 April 2021 | 23:00 WIB

Wantimpres Sebut Jokowi Belum Minta Pertimbangan Soal Tunjuk Menteri Baru

Wantimpres Sebut Jokowi Belum Minta Pertimbangan Soal Tunjuk Menteri Baru

News | Rabu, 14 April 2021 | 21:46 WIB

Sinyal Reshuffle Menguat, Ini Deretan Nama Menteri yang Patut Diganti

Sinyal Reshuffle Menguat, Ini Deretan Nama Menteri yang Patut Diganti

News | Rabu, 14 April 2021 | 20:48 WIB

Profil Abdullah Hehamahua, Sebut Datangi Jokowi Bak Musa Datangi Firaun

Profil Abdullah Hehamahua, Sebut Datangi Jokowi Bak Musa Datangi Firaun

News | Rabu, 14 April 2021 | 20:10 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB