Ratusan Tokoh Dukung Vaksin Nusantara Disetop, Ini Kata BPOM

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Minggu, 18 April 2021 | 12:25 WIB
Ratusan Tokoh Dukung Vaksin Nusantara Disetop, Ini Kata BPOM
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dalam jumpa pers daringnya, Rabu (30/12/2020) (Foto: Antara)

Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyambut baik dukungan dari ratusan tokoh publik yang mendukung independensi institusinya dalam mengawasi pengembangan Vaksin Nusantara gagasan eks Menkes Terawan Agus Putranto yang kontroversial.

Penny mengaku terharu banyak tokoh publik yang mendukung independensi BPOM dalam menegakkan kaidah ilmiah terhadap Vaksin Nusantara.

"Saya mendengarkan menyimak dengan terharu dan rasa humble atau kerendahan hati kami semua jajaran BPOM atas semua dukungan yang begitu besar dari tokoh-tokoh dan semua pihak," kata Penny kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Penny berjanji pihaknya akan terus menjaga amanah dari negara untuk melindungi masyarakat dengan tetap independen terhadap seluruh izin obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

"Memang sudah menjadi tugas dan fungsi kami, melindungi masyarakat dan ikut membangun bangsa ini menuju kemajuan bersama," ucapnya.

"Dukungan ini tentunya menjadi energi dan dukungan moral yang besar untuk konsistensi yang akan terus kami jalankan," sambung Penny.

Sebelumnya, 105 tokoh yang mengatasnamakan rakyat Indonesia itu terdiri dari beragam latar belakang mulai dari ulama, ilmuwan, cendekiawan, budayawan, aktivis, hingga sastrawan. Mereka menilai BPOM telah bekerja berdasarkan prosedur dan kedisiplinan ilmiah saat menyetop uji klinis vaksin Nusantara.

Adapun para tokoh yang terlibat seperti Mantan Wakil Presiden RI Boediono; Mantan Direktur RSCM, Akmal Taher; Komisioner KPK 2003-2007, Erry Riyana Hardjapamekas; Profesor Mikrobiologi UI, Pratiwi Sudarmono; Cendekiawan muslim, Azyumardi Azra; Mantan Menteri Pertambangan dan Energi, Kuntoro Mangkusubroto; Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Mayling Oey; Epidemiolog Pandu Riono; hingga seniman Butet Kertaradjasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Vaksin Nusantara, Eks Pimpinan KPK: Kami Dukung BPOM karena Waras

Polemik Vaksin Nusantara, Eks Pimpinan KPK: Kami Dukung BPOM karena Waras

News | Sabtu, 17 April 2021 | 21:38 WIB

Vaksin Nusantara Tak Ciptakan Herd Immunity dan 4 Berita Kesehatan Menarik

Vaksin Nusantara Tak Ciptakan Herd Immunity dan 4 Berita Kesehatan Menarik

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 21:20 WIB

Dedi Mulyadi: Saya Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Dedi Mulyadi: Saya Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Jakarta | Sabtu, 17 April 2021 | 20:18 WIB

Polemik Vaksin Nusantara, Olga Lydia : Kami Khawatir BPOM Dapat Tekanan

Polemik Vaksin Nusantara, Olga Lydia : Kami Khawatir BPOM Dapat Tekanan

Entertainment | Sabtu, 17 April 2021 | 20:30 WIB

Daftar 105 Tokoh Dukung BPOM yang Tak Izinkan Uji Fase 2 Vaksin Nusantara

Daftar 105 Tokoh Dukung BPOM yang Tak Izinkan Uji Fase 2 Vaksin Nusantara

News | Sabtu, 17 April 2021 | 16:56 WIB

105 Tokoh Dukung BPOM yang Setop Uji Klinis Vaksin Nusantara

105 Tokoh Dukung BPOM yang Setop Uji Klinis Vaksin Nusantara

News | Sabtu, 17 April 2021 | 16:38 WIB

Vaksin Nusantara Jadi Polemik, Mardani Ali: Tak Bisa Ditawar Harus Aman

Vaksin Nusantara Jadi Polemik, Mardani Ali: Tak Bisa Ditawar Harus Aman

Jogja | Sabtu, 17 April 2021 | 17:35 WIB

Terkini

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:20 WIB

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:19 WIB