Selandia Baru Berencana Larang Anak Kelahiran setelah Tahun 2004 Merokok

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 19 April 2021 | 09:46 WIB
Selandia Baru Berencana Larang Anak Kelahiran setelah Tahun 2004 Merokok
Ilustrasi rokok.[Shutterstock]

Suara.com - Selandia Baru berencana melarang merokok bagi siapa pun yang lahir setelah tahun 2004 dalam upaya membuat negara itu bebas rokok pada 2025.

Menyadur Evening Standart, Minggu (18/4/2021) langkah tersebut merupakan bagian dari serangkaian proposal yang sedang dipertimbangkan oleh anggota parlemen Selandia Baru.

Proposal tersebut termasuk pengurangan tingkat nikotin yang diperbolehkan dalam produk tembakau, larangan filter, penetapan harga minimum untuk tembakau, dan pembatasan lokasi di mana tembakau dan rokok dapat dijual.

Pemerintah Selandia Baru juga mempertimbangkan peningkatan bertahap dari usia legal merokok yang secara efektif dapat berarti siapa pun yang lahir setelah tahun 2004 akan dilarang membeli rokok.

Dalam proposal tersebut, pemerintah mengatakan: "Kebijakan generasi bebas rokok akan melarang penjualan, dan pasokan di tempat umum, produk tembakau yang dihisap ke kelompok baru dari tanggal yang ditentukan.

"Misalnya, jika undang-undang dimulai pada 1 Januari 2022, maka orang yang berusia di bawah 18 tahun pada saat itu atau mereka yang lahir setelah 1 Januari 2004 tidak akan pernah dapat menjual produk tembakau yang dihisap secara sah."

Dr Ayesha Verrall berkata, yang mengumumkan rencana tersebut pada hari Kamis, mengatakan jika pihaknya masih membutuhkan pendekatan baru.

"Sekitar 4.500 orang Selandia Baru meninggal setiap tahun akibat tembakau, dan kami perlu membuat kemajuan untuk dapat mencapai tujuan itu [bebas asap rokok 2025]," jelas De Verral.

"Bisnis seperti biasa tanpa program pengendalian tembakau tidak akan membawa kita ke sana." sambungnya.

baca juga

Proposal tersebut menuai kritik oleh partai politik sayap kanan ACT, yang mengatakan proposal itu dapat berdampak negatif terhadap perokok kelas pekerja.

"Perokok Selandia Baru yang paling tidak mampu akan membelanjakan lebih banyak untuk kebiasaan mereka dan pada gilirannya merugikan orang-orang di sekitar mereka," kata juru bicara pembangunan sosial dan anak-anak ACT, Karen Chhour, dalam sebuah pernyataan.

Toko swalayan, toko kelontong, dan bengkel juga mengungkapkan keprihatinan tentang pelarangan penjualan tembakau di bisnis mereka.

Selandia Baru memiliki populasi sekitar lima juta orang dan diperkirakan sekitar 500.000, atau satu dari 10 orang merokok setiap hari.

Merokok menyebabkan satu dari empat kematian akibat kanker di Selandia Baru dengan orang-orang Mori terkena dampak paling parah.

Kanker adalah penyebab utama kematian wanita Mori dan penyebab utama kedua bagi pria Mori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Tembakau Alternatif Faktanya Tidak Hasilkan Asap

Produk Tembakau Alternatif Faktanya Tidak Hasilkan Asap

Bisnis | Rabu, 14 April 2021 | 10:35 WIB

Ngeri! Pakai Masakan Ekstrem, Istri Ini Sindir Suami yang Doyan Merokok

Ngeri! Pakai Masakan Ekstrem, Istri Ini Sindir Suami yang Doyan Merokok

Kalbar | Rabu, 14 April 2021 | 04:00 WIB

Duh! Gegara Suami Hobi Merokok, Wanita Ini Sindir dengan Masakan Ekstrem

Duh! Gegara Suami Hobi Merokok, Wanita Ini Sindir dengan Masakan Ekstrem

Lifestyle | Selasa, 13 April 2021 | 16:36 WIB

Terkini

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×