Kisruh Vaksin Nusantara, PAN: Ini Bukan Pemilu Banyak Dukungan yang Menang

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 19 April 2021 | 15:51 WIB
Kisruh Vaksin Nusantara, PAN: Ini Bukan Pemilu Banyak Dukungan yang Menang
Ilustrasi--Laboratorium pembuatan Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi [suara.com/Dafi Yusuf]

Suara.com - Ketua Fraksi PAN di DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memediasi terkait polemik Vaksin Nusantara. Terutama tentang perbedaan pandangan antara para peneliti Vaksin Nusantara dengan pihak Badan POM.

Saleh mengatakan polemik tersebut sebaiknya diselesaikan dengan cara mediasi. Sehingga baik dari pihak peneliti maupun BPOM bisa mengurai persoalan yang ada.

"Dengan begitu, tidak ada yang merasa ditinggalkan. Saya yakin, mediasi itu bisa dilakukan. Menkes diminta mengambil peran untuk memfasilitasi. Para peneliti dan BPOM tentu bisa duduk bersama dengan Menkes," kata Saleh kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Anggota Komisi IX DPR itu meyakini langkah mediasi lewat Menkes Budi bisa dilakukan. Mengingat dalam rapat terakhir di Komisi IX, usulan mediasi termasuk salah satu bagian dari kesimpulan rapat.

"Menkes semestinya yang paling berkepentingan agar vaksin segera tersedia. Menurut Perpres 99/2020, menkes memiliki otoritas penuh terhadap pengadaan vaksin. Tentu termasuk dalam hal ini pengadaan vaksin nusantara atau vaksin merah putih," kata Saleh.

Saleh turut menyoroti adanya aksi dukung mendukung dalam polemik Vaksin Nusantara. Ia menilai aksi tersebut tidak tepat dilakukan.

Mengingat, tidak semua pihak yang terlibat dalam aski dukung mendukung itu memiliki latar belakang akademik kesehatan. Saleh berujar tidak sedikit di antara mereka mendapatkan informasi hanya dari media, sehinhga dirasa tidak memadak

"Lagian, ini kan bukan Pilkada atau Pileg. Kalau Pemilu tentu dibutuhkan dukungan, semakin banyak yang dukung, semakin mudah untuk menang. Itu karena kebenarannya didasarkan atas suara terbanyak. Kalau vaksin, kebenarannya diukur secara akademik," kata Saleh

Jokowi Diminta Turun Tangan

Ketua DPP Bidang Kesehatan Partai Nasdem, Okky Asokawati, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan menengahi kisruh terkait polemik Vaksin Nusantara. Kekinian, Okky memandang terjadi aksi dukung mendukung antara pengembangan vaksin dan dukungan untuk Badan POM.

Aksi tersebut yang Okky anggap tidak perlu terjadi apalagi sampai kepada publik. Pasalnya kata Okky, polemik tersebut tidak produktif.

"Saya kira Presiden dapat memanggil pihak-pihak yang berpolemik untuk segera menghentikan polemik ini dan mendudukkan perkara ini secara jelas, terang dan transparan. Berbagai spekulasi yang muncul di publik juga agar segera berhenti," tegas Okky dalam keterangannya, Senin.

Okky menyesalkan kekisruhan yang terjadi dari polemik Vaksin Nusantara ini. Padahal dikatakan dia, pengembangan Vaksin Nusantara awalnya didorong Kementeriam Kesehatan, sementara saat ini berpolemik dengan Badan POM.

Kekisruhan dari institusi pemerintah itu yang ia nilai tidak seharusnya terjadi.

Okky berujar situasi menjadi lebih pelik ketika sejumlah tokoh hingga anggota DPR melakukan aksi dukungan kepada Vaksin Nusantara. Sedangkan di sisi lain ada juga dukungan terhadap BPOM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi I DPR Salurkan Sembako ke Korban Gempa Bumi Jatim

Anggota Komisi I DPR Salurkan Sembako ke Korban Gempa Bumi Jatim

DPR | Senin, 19 April 2021 | 14:16 WIB

Nasdem Minta Jokowi Turun Tangan, Tengahi Kisruh Vaksin Nusantara

Nasdem Minta Jokowi Turun Tangan, Tengahi Kisruh Vaksin Nusantara

News | Senin, 19 April 2021 | 13:34 WIB

RSPAD Bicara Soal 71,4 Persen Kejadian Tak Diinginkan Vaksin Nusantara

RSPAD Bicara Soal 71,4 Persen Kejadian Tak Diinginkan Vaksin Nusantara

News | Senin, 19 April 2021 | 13:12 WIB

Berikan Sampel Darah, Dahlan Iskan Ikut jadi Relawan Vaksin Nusantara

Berikan Sampel Darah, Dahlan Iskan Ikut jadi Relawan Vaksin Nusantara

News | Senin, 19 April 2021 | 12:31 WIB

Terkini

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:32 WIB

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:26 WIB

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:21 WIB