alexametrics

Pendiri NU Raib dari Kamus Sejarah, Nadiem: Itu Sebelum Saya jadi Menteri

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Pendiri NU Raib dari Kamus Sejarah, Nadiem: Itu Sebelum Saya jadi Menteri
Nadiem Makarim (Instagram/Kemdikbud.RI)

"Kamus sejarah ini disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat (menteri)..."

Suara.com - Nadiem Makarim mengklaim jika peristiwa raibnya nama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I Nation Formation (1900-1950) terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Selain itu, Nadiem juga mengatakan hingga kamus tersebut belum juga selesai sehingga masih berbentuk draf yang belum diresmikan Kemendikbud.

"Kamus sejarah ini disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat (menteri), karenanya di bulan yang suci ini alangkah baiknya kita menanggapi persoalan dengan akal sehat, kepala dingin, dengan solusi," kata Nadiem melalui video singkatnya, Rabu (21/4/2021).

Setelah ramai diprotes, Nadiem segera menginstruksikan kamus tersebut ditarik dari peredaran dan diperbaiki hingga tuntas untuk selanjutnya diresmikan.

Baca Juga: Soroti Kontroversi Kemendikbud, Mardani Ali Sera: Pemerintah Nggak Jelas

"Saya perintahkan langsung tim Kemendikbud untuk melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan lebih mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU," tegasnya.

Sampul buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. [Kemendikbud]
Sampul buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. [Kemendikbud]

Mantan Bos Gojek itu menegaskan Kemendikbud sama sekali tidak dengan sengaja menghilangkan nama KH Hasyim Asyari dari catatan sejarah.

"Kepada masyarakat Indonesia, saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali menghilangkan jejak sejarah," pungkas Nadiem.

Sebelumnya, Ketua Umum NU Circle, R. Gatot Prio Utomo,  memprotes Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim karena pendiri NU, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari mendadak hilang dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud.

"Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini.  Kamus itu memuat foto Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada entry nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohannya," kata Gatot dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

Baca Juga: Sowan ke Megawati, Nadiem Makarim Disebut Lolos dari Reshuffle Kabinet

Kekecewaan semakin memuncak karena hari-hari ini, warga nahdliyin sedang memperingati hari wafatnya  Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari yang wafat pada 7 Ramadhan 1366 hijriah.

Komentar