Pemerintah Terkesan Hanya Tutupi Pelanggaran HAM Papua Lewat Label Teroris

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 07 Mei 2021 | 17:46 WIB
Pemerintah Terkesan Hanya Tutupi Pelanggaran HAM Papua Lewat Label Teroris
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

Suara.com - Direktur Imparsial Gufron Mabruri menyayangkan sikap pemerintah yang masih enggan melakukan pendekatan dialog secara damai dalam menyelesaikan konflik di Papua. Alih-alih dialog, pemerintah justru pilih pendekatan militeristik.

Padahal, pendekatan militeristik telah gagal menyelesaikan konflik. Sebaliknya, Gufron mengemukakan, banyak dorongan ke pemerintah agar menggunakan pendekatan-pendekatan politik, melalui politik damai lewat jalan dialog dalam konteks penyelesaian Konflik Papua.

"Pendekatan yang sifatnya militeristik ini justru yang masih didorong, digunakan di Papua. Padahal, fakta historis juga kekinian, pendekatan tadi tidak hanya gagal menyelesaikan Konflik Papua, tetapi juga berimplikasi pada terjadinya berbagai kekerasan politik dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM)," kata Gufron dalam webinar di YouTube LP3ES Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Kekinian, bahkan langkah pemerintah melabeli kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris juga dinilai mengaburkan esensi persoalan yang utama..

"Nah ini (pelabelan teroris) kemudian tidak hanya mengaburkan persoalan esensi utama persoalan papua seperti yang disampaikan di awal. Tapi juga akan menimbulkan persoalan-persoalan baru dalam konteks keamanan, eskalasinya akan meningkat, hak asasi manusia juga persoalan HAM kemudian juga keamanan kemanusiaan akan terdampak oleh kebijakan-kebijakan tadi," tutur Gufron.

Keengganan pemerintah menggunakan pendekatan dialog itu juga disadari oleh Pengacara HAM Papua, Gustaf Kawer. Terlebih setelah pemerintah melabeli KKB sebagai teroris.

"Penetapan status KKB ini langkah mundur dari pemerintah Indonesia. Kenapa saya katakan langkah mundur, pola-pola pendekatan dengan kekerasan yang lalu pemerintah tidak menempuh cara-cara dialog ya," katanya.

Gustaf menilai penetapan status teroris kepada KKB itu malah memberi kesan bahwa pemerintah hanya ingin menutupi pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

"Dari rangkaian ini saya melihat bahwa desain pemerintah itu terlalu cepat menetapkan status KKB. Sedangkan kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri tidak terungkap," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM RI Ingin Pemerintah Jalankan Dialog Damai Untuk Konflik Papua

Komnas HAM RI Ingin Pemerintah Jalankan Dialog Damai Untuk Konflik Papua

News | Kamis, 06 Mei 2021 | 21:45 WIB

Dicap Teroris, TPNPB Serukan Musnahkan TNI-Polri hingga Orang Jawa di Papua

Dicap Teroris, TPNPB Serukan Musnahkan TNI-Polri hingga Orang Jawa di Papua

News | Senin, 03 Mei 2021 | 14:30 WIB

Komnas HAM soal Label Teroris TPNPB: Jalan Buntu Upaya Damai di Papua

Komnas HAM soal Label Teroris TPNPB: Jalan Buntu Upaya Damai di Papua

News | Jum'at, 30 April 2021 | 12:19 WIB

Terkini

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

×