alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Viral Sawah Macet Dipenuhi Pemudik Cari jalan Tikus, Benarkah?

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
CEK FAKTA: Viral Sawah Macet Dipenuhi Pemudik Cari jalan Tikus, Benarkah?
Sawah macet dipenuhi pemudik cari jalan tikus (Turnbackhoax.id)

Benarkah foto viral sawah macet dipenuhi pemudik yang cari jalan tikus? Simak penjelasannya berikut!

Suara.com - Beredar foto yang menampilkan pematang sawah dipenuhi dengan mobil-mobil yang diklaim sedang mudik mencari jalan tikus.

Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Ahmad Farid pada 6 Mei 2021.

Akun tersebut juga menambahkan narasi sebagai berikut:

"MUDIK. Berbagai cara yang dilakukan menghindari Razia dengan mencari jalan Tikus. Tetapi… Resikonya Begini Sabar ya ..Orang sabar disayang Tuhan".

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Video Said Aqil Dibabtis Atas Nama Yesus di Gereja?

Benarkah klaim tersebut?

Sawah macet dipenuhi pemudik cari jalan tikus (Turnbackhoax.id)
Sawah macet dipenuhi pemudik cari jalan tikus (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (12/5/2021), klaim yang menyebutkan pemudik cari jalan tikus hingga menyebabkan sawah macet adalah klaim yang salah.

Setelah ditelusuri, ternyata foto tersebut merupakan foto hasil suntingan atau editan orang yang tak bertanggungjawab.

Foto tersebut bukan diambil di Indonesia, melainkan di Swedia.

Baca Juga: Bukan Aparat, Pemudik Dibikin Terdiam Gara-Gara Jalan Diblokade Hewan Ini

Dikutip dari Tempo.co, foto tersebut merupakan hasil digital imaging karya fotografer asal Swedia, Erik Johansson.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar