Pil Pahit Nakes RSD Wisma Atlet: Gaji Tak Dibayar, Mulut Dipaksa Bungkam

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 12 Mei 2021 | 16:09 WIB
Pil Pahit Nakes RSD Wisma Atlet: Gaji Tak Dibayar, Mulut Dipaksa Bungkam
Ilustrasi--Seorang tenaga kesehatan (nakes) mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Indah Pratiwi (nama samaran), seorang tenaga kesehatan (nakes) yang rela menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat harus menelan pil pahit. Sebagai nakes yang maju demi nilai kemanusiaan, Indah malah dibungkam ketika memperjuangkan hak-haknya.

Indah menceritakan bagaimana dirinya menjadi pagar terdepan untuk merawat para pasien Covid-19. Sedari tahun lalu, ia membaktikan diri untuk negara saat tengah diserang wabah Covid-19.

"Sepanjang pandemi Covid-19, ya, sudah setahun berlalu itu sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di garda terdepan kami tentu menjalani profesi ini berlandaskan rasa kemanusiaan dan kode etik profesi yang kami junjung," kata Indah dalam sebuah diskusi virtual pada YouTube LaporCovid19 yang dikutip Suara.com, Rabu (12/5/2021). 

Dalam benaknya, para pekerja kesehatan tentu memiliki hak yang dijamin undang-undang. Bahkan pada peraturan menteri kesehatan pun tertulis kalau tenaga kesehatan mesti mendapatkan jasa atau upah dari apa yang telah dikerjakan tenaga medis

Sejumlah tenaga kesehatan berdoa sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tenaga kesehatan berdoa sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Namun, ternyata apa yang dirasakan Indah di lapangan tidak sesuai dengan ucapan pemerintah. Selama menjadi nakes penanganan Covid-19, Indah bersama teman-teman lainnya mesti menghadapi sejumlah kendala. 

Masalah yang paling berat dirasakan para nakes ialah ketika mereka tidak mendapatkan hak-haknya mulai dari November 2020 hingga April 2021. 

"Jadi, kami punya tunggakan dari bulan November yang belum terbayarkan sampai Desember 2020, kemudian berlanjut dari Januari hingga April 2021," jelasnya. 

Indah menyebut para nakes di rumah sakit lapangan itu hanya menerima insentif tanpa ada gaji yang semestinya diterima. Bahkan ia dengan berani membantah semua narasi dari Kementerian Kesehatan yang menyebut kalau nakes di rumah sakit lapangan sudah menerima seluruh hak-haknya. 

"Tapi kemudian pada fakta dan realisasinya itu kami sama sekali belum menerima ini," ucapnya. 

Menerima kondisi tersebut, Indah mau tidak mau terjebak dengan situasi sulit di mana hak-haknya terpinggirkan dan tidak diperhatikan. 

Sejumlah tenaga kesehatan berdoa sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tenaga kesehatan berdoa sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kata ia, para nakes penanganan Covid-19 seolah dibawa ke dalam jurang kemiskinan dan mewujudkan indikator ketidaksejahteraan para nakes di tengah pandemi Covid-19. 

Indah pun tidak berdiam diri. Ia berusaha untuk menyuarakan demi mendapatkan hak-haknya tersebut. Bukannya mendapatkan jalan ke luar, Indah malah diintimidasi hingga akhirnya dibebastugaskan. 

"Itu kemudian (menjadi) satu lambang negara betapa rezim kita itu antikritik banget dan tidak mau mendnegar kita sebagai pekerja kesehatan," tegasnya.

"Padahal dalam kenyataannya tegulasi penanganan pandemi itu SDM yang benar-benar harus dijaga secara jangka panjang itu adalah kami sebagai tenaga medis."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenaga Medis COVID-19 Wisma Atlet Dipecat karena Tuntut Insentif Nakes

Tenaga Medis COVID-19 Wisma Atlet Dipecat karena Tuntut Insentif Nakes

Jakarta | Rabu, 12 Mei 2021 | 12:13 WIB

Nakes Ini Dipecat Gegara Tuntut Pencairan Dana Insentif Covid-19

Nakes Ini Dipecat Gegara Tuntut Pencairan Dana Insentif Covid-19

Sulsel | Rabu, 12 Mei 2021 | 11:09 WIB

Cerita Sedih Nakes Soal Dana Insentif: Dipotong Setengah, Bahkan Terhenti

Cerita Sedih Nakes Soal Dana Insentif: Dipotong Setengah, Bahkan Terhenti

News | Rabu, 12 Mei 2021 | 04:36 WIB

Terlalu, Ternyata Ini Alasan Tunggakan Insentif Nakes 2021 Sulit Dicairkan

Terlalu, Ternyata Ini Alasan Tunggakan Insentif Nakes 2021 Sulit Dicairkan

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 21:05 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB