alexametrics

Sempat Ricuh, Warga Memaksa Masuk Area TPU Tegal Alur Berziarah

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah
Sempat Ricuh, Warga Memaksa Masuk Area TPU Tegal Alur Berziarah
Kericuhan sempat terjadi karena warga memaksa masuk ke Tempat Pemakaman Umum atau TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Jumat (14/5/2021). (Bidik layar/Ist)

Akibat adanya desakan dari sejumlah warga, akhirnya petugas di lokasi memperbolehkan warga masuk untuk melakukan ziarah kubur.

Suara.com - Kericuhan sempat terjadi di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Jumat (14/5/2021). Kericuhan ditenggarai karena sejumlah warga yang mencoba menerobos masuk TPU di tengah larangan untuk berziarah di momen Lebaran.

Hal itu diketahui berdasarkan video amatir yang direkam oleh warga yang diterima sejumlah awak media. Terlihat dalam video warga yang hendak berziarah sebelumnya terlibat cekcok dengan petugas pengamanan dalam TPU.

Warga terlihat ingin memaksa masuk untuk melakukan ziarah ke makam sanak saudaranya. Beberapa petugas dari Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman juga turut serta memberikan pemahaman soal adanya larangan ziarah. Namun warga tetap mendesak ingin masuk area pemakaman.

Ada pun adanya kericuhan tersebut dibenarkan oleh Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat. "Iya benar (sempat terjadi kericuhan)," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/5/2021) siang.

Baca Juga: 1.280 TNI-Polri Dikerahkan Sisir Warga Takbir Keliling di Jakarta Barat

Akibat adanya desakan dari sejumlah warga, akhirnya petugas di lokasi memperbolehkan warga masuk untuk melakukan ziarah kubur.

"Karena jumlahnya banyak ada seratusan kali yang coba masuk, daripada nanti diprovokasi yang enggak-enggak (akhirnya dibolehkan)," tuturnya.

Kendati begitu, Tamo tetap mewanti-wanti warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Warga yang berziarah kemudian dibatasi.

"Di dalam kami ingatkan supaya ziarahnya dipercepat begitu, enggak usah ngobrol-ngobrol lagi selesai ziarah langsung pulang, enggak berkumpul-kumpul," tandasnya.

Dilarang Anies

Baca Juga: Jakarta Keras! Pasutri di Kampung Ambon Kompak jadi Bandar Narkoba

Untuk diketahui, kebijkan larangan ini diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai rapat koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan Kepala Daerah Seluruh Jabodetabek di Balai Kota, Senin (10/5/2021).

Komentar