alexametrics

Bom Meledak di Sebuah Masjid saat Shalat Jumat, 16 Jemaah Tewas

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Bom Meledak di Sebuah Masjid saat Shalat Jumat, 16 Jemaah Tewas
Ledakan ranjau di sebuah masjid di Afghanistan.[Anadolu Agency]

Belasan korban jiwa tersebut termasuk seorang imam yang memimpin shalat Jumat.

Suara.com - Sebuah bom meledak di sebuah masjid yang berada di kota Kabul, Afghanistan, saat para jemaah menunaikan shalat Jumat, akibatnya 12 orang termasuk imam tewas.

Menyadur Sky News, Sabtu (15/5/2021) selain korban jiwa, 15 orang terluka, termasuk setidaknya satu bocah, dalam ledakan yang terjadi di distrik Shakar Dara.

Juru bicara polisi Afghanistan Ferdaws Faramarz mengungkapkan jika kemungkinan sang imam, yang diketahui bernama Mofti Noman, adalah target utama bom tersebut.

Pemboman itu terjadi pada hari kedua dari gencatan senjata selama tiga hari yang diumumkan oleh Taliban saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: AS Kembali Sita Sarung Tangan Medis dari Malaysia, Nilainya Capai Rp 7 M

Pemerintah Afghanistan juga setuju untuk mematuhi gencatan senjata tersebut.

Hingga kini, belum ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu.

Pemboman tersebut terjadi saat pasukan AS dan NATO diatrik dalam gelombang terakhir dari negara yang dilanda perang itu.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengutuk serangan masjid itu dan membantah ada hubungan pemberontak. Dia menuduh badan intelijen Afghanistan bertanggung jawab atas ledakan itu.

Seorang jemaah bernama Muhibullah Sahebzada mengatakan dia baru saja tiba saat ledakan terjadi. Dia menceritakan bagaimana dia mendengar anak-anak berteriak saat asap memenuhi masjid.

Baca Juga: Perusak Fasilitas di Masjid Al Ikhwan Balikpapan Baru Dibawa ke RS Jiwa

Tampaknya alat peledak disembunyikan di dalam mimbar di depan masjid, kata Sahebzada. "Saya takut ledakan kedua jadi saya segera pulang ke rumah saya," jelasnya.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah serangan bom mobil yang dahsyat merenggut puluhan nyawa termasuk banyak siswa. Taliban membantah terlibat dan mengutuk serangan itu.

Awal pekan ini, pasukan AS meninggalkan pangkalan udara Kandahar selatan, tempat beberapa pasukan NATO masih bertahan.

Lebih dari 30.000 tentara AS ditempatkan di wilayah itu yang juga sebagai wilayah jantung pasukan Taliban selama puncak perang.

Komentar