Kereta Gantung Putus di Pegunungan Alpen, 14 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 24 Mei 2021 | 19:30 WIB
Kereta Gantung Putus di Pegunungan Alpen, 14 Orang Tewas Termasuk Anak-anak
Ilustrasi kereta gantung (Pixabay/Free Photos)

Suara.com - Sebuah kereta gantung jatuh di Italia Utara pada hari Minggu. Setidaknya 14 orang termasuk seorang anak-anak tewas dalam kecelakaan fatal tersebut.

Menyadur NBC News Senin (24/05) wali kota Stresa, Marcella Severino mengatakan kereta gantung Stresa-Mottarone jatuh dari ketinggian 60 kaki dan kabinnya berguling sebelum tersangkut di pepohonan.

Kereta itu turun saat melakukan perjalanan 20 menit dari kota di Danau Maggiore ke puncak gunung Mottarone di Pegunungan Alpen, hampir 4.500 kaki di atas permukaan laut.

Gambar reruntuhan yang diambil oleh pemadam kebakaran Italia menunjukkan sisa-sisa kereta gantung yang hancur di tempat terbuka di hutan pinus yang lebat dekat puncak gunung.

"Para pendaki mendengar desisan keras tepat sebelum kecelakaan," kata Severino.

Usaha penyelamatan kereta gantung putus di Itaia. [Handout/Vigili del Fuoco/AFP]
Usaha penyelamatan kereta gantung putus di Itaia. [Handout/Vigili del Fuoco/AFP]

Dua anak tiba dalam kondisi serius tiba di Rumah Sakit Regina Margherita, kata juru bicara Pier Paolo Berra melalui telepon. Salah satunya dalam keadaan sadar dengan patah kaki dan trauma pada tubuh dan perutnya, kata Berra.

Anak laki-laki kedua berada dalam kondisi kritis dan tidak sadar saat tiba. Dia menderita trauma kepala yang parah dan patah kaki, katanya. Seorang anak dilaporkan meninggal namun rumah sakit tidak merinci identitasnya.

Walter Milan, juru bicara layanan penyelamatan Alpine Italia, mengatakan secara terpisah bahwa kereta gantung direnovasi tahun 2016 dan baru dibuka kembali setelah penguncian virus corona menutup lokasi ski di seluruh Italia.

Mottarone adalah lokasi populer di kalangan wisatawan karena pemandangan panorama Danau Maggiore dan pulau-pulaunya yang indah, serta pemandangan Pegunungan Alpen di sekitarnya.

baca juga

Layanan kereta gantung pertama dibuka pada Agustus 1970 dengan sistem kabel ganda dibagi menjadi dua bagian, satu lebih dari satu mil antara Stresa dan Alpino dan yang lainnya sekitar 2 mil lagi antara Alpino dan Mottarone.

Kereta gantung ini terdiri dari dua mobil, dengan arah bergantian dan masing-masing mampu membawa hingga 40 penumpang, katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Janji Bangun LRT Hingga Kereta Gantung di Kota Batu Jatim

Luhut Janji Bangun LRT Hingga Kereta Gantung di Kota Batu Jatim

Bisnis | Selasa, 27 April 2021 | 11:57 WIB

Siapkan Kereta Gantung untuk Kulon Progo, Investor Sasar Wisata Perbukitan

Siapkan Kereta Gantung untuk Kulon Progo, Investor Sasar Wisata Perbukitan

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:18 WIB

Gaet Wisatawan Lebih Banyak, Candi Prambanan Diusulkan Punya Kereta Gantung

Gaet Wisatawan Lebih Banyak, Candi Prambanan Diusulkan Punya Kereta Gantung

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 17:36 WIB

Terkini

Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram

Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis

4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:01 WIB

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus

Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban

Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi

Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Sepatu Nike Pegasus Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Termurah untuk Easy hingga Trail Run

Sepatu Nike Pegasus Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Termurah untuk Easy hingga Trail Run

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:42 WIB

×