Heboh Pria Yahudi Kecam Israel dan Menyebutnya sebagai Monster

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 24 Mei 2021 | 21:03 WIB
Heboh Pria Yahudi Kecam Israel dan Menyebutnya sebagai Monster
Ilustrasi Rabbi Yahudi (Unsplash)

Suara.com - Seorang Rabbi Yahudi Israel dari kelompok Neturei Karta menarik perhatian dunia karena menyebut zionis sebagai negara monster. Ia juga mengecam Israel atas konflik Gaza.

Menyadur Russia Today Senin (24/05), Rabbi Yisroel Dovid Weiss menjelaskan bahwa mereka adalah kelompok agama Yahudi Haredi yang memiliki arti 'Pelindung Kota' (Yerusalem).

"Zionisme adalah transformasi Yudaisme, dari agama, dari ketundukan kepada Tuhan, menjadi konsep material nasionalisme," jelasnya dan mengatakan, konsep itu tak bisa diterima karena untuk menciptakan nasionalisme, mereka menyingkirkan Tuhan.

"Kami diperingatkan oleh para nabi bahwa kami akan diusir dari tanah air dan itu terjadi dengan penghancuran bait suci [di Yerusalem] 2.000 tahun yang lalu."

"Kami tidak boleh kembali secara massal - ini adalah pengasingan yang diperintahkan oleh Tuhan - dan kami juga tidak memberontak terhadap negara mana pun tempat kami tinggal."

Ilustrasi pria Yahudi. (Shhutterstock)

"Kami harus menjadi warga negara yang setia dan berdoa untuk kesejahteraan tanah yang menjadi tuan rumah kami. Kita juga tidak boleh berusaha untuk mengakhiri pengasingan."

Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan Taurat - bagian sentral dari Alkitab Yahudi - sentimen ini mungkin cukup revolusioner.

Neturei Karta percaya bahwa mereka mengikuti kitab suci dan bahwa meninggalkan Palestina adalah tindakan Tuhan. Mereka juga ingin menjelaskan perbedaan mendasar antara seorang Israel dan seorang Yahudi.

"Tujuan [Zionis] adalah memiliki keadaan material dan apa pun yang menghalangi mereka. Taurat mengatakan jangan mencuri, 'jadi setiap konsep Zionisme melanggar Taurat."

baca juga

"Mereka tahu agama kami tidak meminta kami untuk mengangkat senjata dan mengambil alih tanah. Sebaliknya, kami dilarang."

Ilustrasi perang Palestina-Israel. (Shutterstock)
Ilustrasi Palestina-Israel. (Shutterstock)

“Zionis terus-menerus mencoba memasukkan Taurat ke dalam monster mereka yang disebut negara Israel. Mereka memiliki Kepala Rabbi tapi itu hanya hiasan jendela, mereka memberi stempel apa pun yang dilakukan Israel dan menciptakan aura kesucian."

Israel dibentuk pada tahun 1948 dan tahun berikutnya diterima di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ada narasi yang menggema tentang cara Israel merebut tanah orang Palestina.

Israel kini jadi negara modern dengan tentara yang tangguh dan industri teknologi yang sukses. Namun, caranya memperlakukan rakyat Palestina membuatnya selalu kritik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Hitler Benci Yahudi?

Kenapa Hitler Benci Yahudi?

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:23 WIB

Makin Panas, Warga Keturunan Yahudi dan Arab Bentrok di Israel

Makin Panas, Warga Keturunan Yahudi dan Arab Bentrok di Israel

Sumbar | Kamis, 20 Mei 2021 | 13:19 WIB

Gerakan Anti-Semit Melonjak di London, Rabi Yahudi 'Dikepruk' Kepalanya

Gerakan Anti-Semit Melonjak di London, Rabi Yahudi 'Dikepruk' Kepalanya

Jatim | Kamis, 20 Mei 2021 | 11:45 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB