alexametrics

Pengangkatan Kapal Selam Nanggala-402 Resmi Berakhir

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Pengangkatan Kapal Selam Nanggala-402 Resmi Berakhir
Kapal Angkatan Laut Malaysia MV Mega Bakti memantau posisi KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara pulau Bali, Bali, Jumat (30/4/2021). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Selama pelaksanaan operasi salvage tersebut telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material bagian Nanggala-402

Suara.com - TNI Angkatan Laut resmi menghentikan upaya pengangkatan kapal selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali. Dalam kesempatan itu, TNI AL menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Angkatan Laut Cina (People Liberation Army Navy/PLA Navy) yang sudah membantu TNI AL untuk proses pengangkatan kapal.

Angkatan Laut China mengirimkan tiga kapal yakni PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 dan Scientific Salvage Tan Suo untuk membantu Indonesia mengangkat kapal Nanggala-402 ke daratan.

Kepala Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan langsung ucapan tersebut pada rapat koordinasi pengakhiran operasi salvage kapal selam Nanggala-402.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kapal-kapal yang telah bersusah payah melakukan pengangkatan di dasar laut serta permohonan maaf apabila ada ketidaknyamanan yang dirasakan selama melaksanakan operasi ini," kata I Gung Putu di di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Rp 33 Miliar untuk Beasiswa 86 Anak Awak KRI Nanggala 402

I Gung Putu mengatakan bahwa kerjasama antara TNI AL dengan AL China dalam melaksanakan salvage kapal selam Nanggala-402 merupakan bukti nyata adanya persahabatan yang kuat di antara angkatan laut sedunia.

Bagi TNI AL, kerjasama tersebut bakal menjadi pengetahuan dan referensi ke depan guna meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut.

Sebagai Komandan Gugus Tugas, I Gung Putu menyadari kalau operasi salvage kapal selam Nanggala-402 di kedalaman 839 meter bukanlah hal yang mudah bahkan mengandung tingkat resiko serta kesulitan yang sangat tinggi.

Ia mengungkapkan kalau selama pelaksanaan operasi salvage tersebut telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting yang merupakan wujud kesuksesan luar biasa dari kinerja tim salvage.

Selain itu, Senior Kolonel Chen Yongjing mewakili Pemerintah China juga menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu bulan Angkatan Laut Tiongkok dan TNI AL telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Di mana keduanya telah berupaya mengumpulkan sebanyak-banyaknya dokumentasi berupa foto dan video dan juga mengangkat sebagian bagian dari KRI Nanggala yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia.

Baca Juga: Momen Kerinduan Putra Awak KRI Nanggala 402, Tak Mau Foto Ayahnya Digantung

“Ini merupakan salah satu bukti nyata kegiatan penyelamatan humanitarian yang dilakukan bersama dengan TNI AL. Kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar pada perkembangan hubungan kemitraan strategis komprehensif TNI AL dan tradisi kedua negara yaitu berat dipikul berat sama dijinjing serta juga bermakna besar dalam kerja sama maupun saling percaya antara kedua militer”, tuturnya.

Rapat koordinasi terakhir itu pun diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai simbol ungkapan apresisiasi dari pimpinan TNI AL oleh I Gung Putu Alit Jaya kepada kapal-kapal China yang diterima oleh Athan RI Senior Kolonel Chen Yongjing.

Komentar