Pengangkatan Kapal Selam Nanggala-402 Resmi Berakhir

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 03 Juni 2021 | 05:38 WIB
Pengangkatan Kapal Selam Nanggala-402 Resmi Berakhir
Kapal Angkatan Laut Malaysia MV Mega Bakti memantau posisi KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara pulau Bali, Bali, Jumat (30/4/2021). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Suara.com - TNI Angkatan Laut resmi menghentikan upaya pengangkatan kapal selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali. Dalam kesempatan itu, TNI AL menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Angkatan Laut Cina (People Liberation Army Navy/PLA Navy) yang sudah membantu TNI AL untuk proses pengangkatan kapal.

Angkatan Laut China mengirimkan tiga kapal yakni PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 dan Scientific Salvage Tan Suo untuk membantu Indonesia mengangkat kapal Nanggala-402 ke daratan.

Kepala Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya selaku Komandan Gugus Tugas mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan langsung ucapan tersebut pada rapat koordinasi pengakhiran operasi salvage kapal selam Nanggala-402.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kapal-kapal yang telah bersusah payah melakukan pengangkatan di dasar laut serta permohonan maaf apabila ada ketidaknyamanan yang dirasakan selama melaksanakan operasi ini," kata I Gung Putu di di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

I Gung Putu mengatakan bahwa kerjasama antara TNI AL dengan AL China dalam melaksanakan salvage kapal selam Nanggala-402 merupakan bukti nyata adanya persahabatan yang kuat di antara angkatan laut sedunia.

Bagi TNI AL, kerjasama tersebut bakal menjadi pengetahuan dan referensi ke depan guna meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut.

Sebagai Komandan Gugus Tugas, I Gung Putu menyadari kalau operasi salvage kapal selam Nanggala-402 di kedalaman 839 meter bukanlah hal yang mudah bahkan mengandung tingkat resiko serta kesulitan yang sangat tinggi.

Ia mengungkapkan kalau selama pelaksanaan operasi salvage tersebut telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting yang merupakan wujud kesuksesan luar biasa dari kinerja tim salvage.

Selain itu, Senior Kolonel Chen Yongjing mewakili Pemerintah China juga menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu bulan Angkatan Laut Tiongkok dan TNI AL telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Di mana keduanya telah berupaya mengumpulkan sebanyak-banyaknya dokumentasi berupa foto dan video dan juga mengangkat sebagian bagian dari KRI Nanggala yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia.

“Ini merupakan salah satu bukti nyata kegiatan penyelamatan humanitarian yang dilakukan bersama dengan TNI AL. Kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar pada perkembangan hubungan kemitraan strategis komprehensif TNI AL dan tradisi kedua negara yaitu berat dipikul berat sama dijinjing serta juga bermakna besar dalam kerja sama maupun saling percaya antara kedua militer”, tuturnya.

Rapat koordinasi terakhir itu pun diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai simbol ungkapan apresisiasi dari pimpinan TNI AL oleh I Gung Putu Alit Jaya kepada kapal-kapal China yang diterima oleh Athan RI Senior Kolonel Chen Yongjing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Kucurkan Rp 33 Miliar untuk Beasiswa 86 Anak Awak KRI Nanggala 402

Pemerintah Kucurkan Rp 33 Miliar untuk Beasiswa 86 Anak Awak KRI Nanggala 402

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 07:15 WIB

Momen Kerinduan Putra Awak KRI Nanggala 402, Tak Mau Foto Ayahnya Digantung

Momen Kerinduan Putra Awak KRI Nanggala 402, Tak Mau Foto Ayahnya Digantung

Hits | Minggu, 23 Mei 2021 | 17:08 WIB

UAS Galang Dana Palestina, Denny Siregar: Apa Kabar Donasi Kapal Selam?

UAS Galang Dana Palestina, Denny Siregar: Apa Kabar Donasi Kapal Selam?

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Mei 2021 | 16:14 WIB

Kapal China Gagal Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, Tali Slingnya Putus

Kapal China Gagal Angkat Anjungan KRI Nanggala-402, Tali Slingnya Putus

Lampung | Rabu, 19 Mei 2021 | 07:15 WIB

Potongan KRI Nanggala Belum Diangkat, Ada 3 Bagian di Dasar Laut Bali

Potongan KRI Nanggala Belum Diangkat, Ada 3 Bagian di Dasar Laut Bali

Bali | Selasa, 18 Mei 2021 | 17:26 WIB

Pressure Hold KRI Nanggala Masih Hilang di Laut Bali

Pressure Hold KRI Nanggala Masih Hilang di Laut Bali

Bali | Selasa, 18 Mei 2021 | 17:00 WIB

Tradisi Terbangkan Balon Udara di Siak, Tahun Ini Ada Bentuk Nanggala 402

Tradisi Terbangkan Balon Udara di Siak, Tahun Ini Ada Bentuk Nanggala 402

Riau | Senin, 17 Mei 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:02 WIB

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:00 WIB

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB