Jakarta Diprediksi Tenggelam 2050, Pakar: Segera Tegakkan Aturan Tata Ruang!

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 07 Juni 2021 | 18:16 WIB
Jakarta Diprediksi Tenggelam 2050, Pakar: Segera Tegakkan Aturan Tata Ruang!
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Prediksi mengenai tenggelamnya Jakarta telah menjadi perhatian publik. Apalagi, prediksi terbaru mengungkap Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050.

Prediksi itu diungkap berdasarkan laporan yang dirilis oleh Fitch Solutions Country Risk & Industry Research. Dalam laporan itu, Jakarta diprediksi tenggelam tahun 2050 akibat sejumlah persoalan yang dihadapi saat ini.

Pakar Tata Ruang UGM, Bambang Hari Wibisono langsung memberikan peringatan. Ia mengatakan tenggelamnya Jakarta dalam waktu dekat bukan hal yang mustahil jika tidak segera berbenah.

"Saya kira ini bukan sesuatu yang mustahil, tapi keniscayaan yang akan terjadi kalau Jakarta tidak secara cermat melakukan pengelolaan pembangunannya. Ini suatu peringatan yang kita perlu perhatikan," tegasnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin (7/6/2021).

Bambang mendesak pemerintah segera menegakkan aturan tata ruang secara ketat. Apalagi, prediksi ini merupakan ancaman serius bagi nasib masa depan masyarakat ibu kota yang harus segera ditangani.

"Tata ruang harusnya sudah mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang merupakan kawasan budi daya yang bisa dikembangkan dan mana kawasan yang memiliki fungsi lindung," saran Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, prediksi Jakarta tenggelam telah menjadi perhatian serius para ahli sejak 10 hingga 15 tahun lalu.

Sejumlah ahli bahkan sudah kerap memberikan peringatan dan saran yang harus dilakukan untuk mencegah bencana itu.

Salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan sejauh ini memang menggunakan instrumen penataan ruang secara ketat.

Bambang mencontohkan, pembangunan fisik di Jakarta selama ini hanya mempertimbangkan soal kapasitas atau daya tampung. Padahal, yang terpenting adalah serius memikirkan tentang daya dukung.

Kapasitas lahan untuk menampung penduduk dalam jumlah tertentu harus disertai juga dengan kebutuhannya.

Ia menyebut kebutuhan hidup penduduk seperti air bersih sampai listrik penting untuk dipenuhi demi meningkatkan kualitas hidup yang baik.

"Setiap orang tentunya membutuhkan air bersih, listrik, dan input lainnya. Sementara dari segi output mereka akan menghasilkan limbah yang harus diolah," jelas Bambang.

"Penting untuk diperhatikan apakah Jakarta memiliki kemampuan dalam hal input dan output ini," paparnya.

Jumlah penduduk Jakarta sendiri telah mencapai lebih dari 10 juta. Hal ini dinilai tidak seimbang dengan luas wilayah yang hanya sebesar 661 km2.

Bambang menjelaskan jumlah penduduk yang terus meningkat membawa konsekuensi pada kebutuhan ruang serta sarana dan prasarana untuk mendukung kehidupan masyarakat. Padahal, pembangunan fisik memberi beban bagi lahan sehingga kualitas akan menurun.

"Dengan dibangun secara fisik itu akan menjadi beban bagi tanah, di pihak lain juga kebutuhan air bersih yang diperlukan masyarakat disedot terus dari bawah permukaan tanah. Lahan manapun pasti akan mengalami suatu penurunan," terangnya.

Situasi itu memicu kekhawatiran para ahli akan menyebabkan Jakarta tergenang. Terlebih, idealnya jumlah penduduk di suatu wilayah dibatasi menurut daya dukung dari wilayah tersebut.

Namun, dalam kasus Jakarta hal ini menjadi mustahil untuk dilakukan karena daya tarik kota ini masih sangat besar sebagai pusat dari beragam aktivitas.

Walau memiliki segudang masalah, namun Bambang menyebut upaya menghentikan ancaman Jakarta tenggelam belum terlambat. Syaratnya, pemerintah harus bergerak cepat dan mengambil langkah nyata untuk menegakkan aturan tata ruang.

"Semakin lambat mengambil langkah effort-nya pasti akan semakin berat, tetapi tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situs Bermasalah, Disdik DKI Hentikan Sementara Pendaftaran PPDB 2021

Situs Bermasalah, Disdik DKI Hentikan Sementara Pendaftaran PPDB 2021

News | Senin, 07 Juni 2021 | 17:39 WIB

Tiga Kali Uji Coba, Pemprov DKI Klaim Pesepeda Road Bike Alami Peningkatan

Tiga Kali Uji Coba, Pemprov DKI Klaim Pesepeda Road Bike Alami Peningkatan

News | Senin, 07 Juni 2021 | 17:20 WIB

Sulit Akses PPDB DKI, Orang Tua Siswa Keluhkan Daftar Masuk Sekolah

Sulit Akses PPDB DKI, Orang Tua Siswa Keluhkan Daftar Masuk Sekolah

Jakarta | Senin, 07 Juni 2021 | 16:27 WIB

Akses Situs PPDB DKI Jakarta Sulit Diakses, Panitia: Traffic Cukup Tinggi

Akses Situs PPDB DKI Jakarta Sulit Diakses, Panitia: Traffic Cukup Tinggi

Jakarta | Senin, 07 Juni 2021 | 16:20 WIB

Orang Tua Tak Bisa Mengakses, Disdik DKI: Situs PPDB Tidak Down, Hanya Melambat

Orang Tua Tak Bisa Mengakses, Disdik DKI: Situs PPDB Tidak Down, Hanya Melambat

News | Senin, 07 Juni 2021 | 16:19 WIB

Susah Akses Situs PPDB DKI Jakarta, Orang Tua Siswa: Pusing, Tensi Tinggi

Susah Akses Situs PPDB DKI Jakarta, Orang Tua Siswa: Pusing, Tensi Tinggi

Jakarta | Senin, 07 Juni 2021 | 16:09 WIB

Terkini

Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop

Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:00 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:39 WIB

Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda

Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:31 WIB

Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor

Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:27 WIB

Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku

Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:24 WIB

WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah

WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:11 WIB

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:50 WIB

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:46 WIB

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:40 WIB