alexametrics

Stok Oksigen di Jateng Menipis, Ganjar Rapat dengan Distributor dan Suplier

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Stok Oksigen di Jateng Menipis, Ganjar Rapat dengan Distributor dan Suplier
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Dok: Pemprov Jateng)

Sudah ada 7 juta liter oksigen yang dipesan hingga Juni 2021.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bergerak cepat usai mendapat kabar menipisnya pasokan oksigen untuk penanganan kasus Covid-19. Ganjar langsung menggelar rapat dengan distributor dan suplier oksigen untuk memastikan pasokan oksigen aman.

Mulanya, saat rapat dengan sejumlah bupati/wali kota di Jateng secara virtual Senin (21/6/2021), Ganjar mendapat laporan dari sejumlah rumah sakit yang sempat khawatir terkait pasokan oksigen. Saat itu juga, Ganjar meminta Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo untuk menghubungi langsung perusahaan oksigen dan suplier oksigen di Jateng untuk ikut rapat bersama.

Perusahaan oksigen yang kemudian ikut bergabung dalam rapat adalah PT Samator. Sementara suplier oksigen yang diajak rapat adalah dari Langgeng Gas. Kepada keduanya, Ganjar meminta kepastian bahwa persoalan stok oksigen untuk rumah sakit rujukan di Jateng aman.

"Kami mengantisipasi adanya cerita-cerita soal oksigen. Saya tadi sudah panggil industri dan suplier, akan kami atur agar regulasinya tertata. Hal ini penting agar isu kemarin (pasokan oksigen menipis) tidak kemana-mana. Sebenarnya soal isu kekurangan oksigen kemarin itu, sudah saya telpon dan saya bereskan. Tapi karena mungkin teman-teman panik, jadi sudah disebarkan kemana-mana," katanya.

Baca Juga: Polri Tetapkan Mantan Pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta Tersangka Kasus Korupsi

Padahal lanjut Ganjar, sebenarnya stok oksigen di Jateng masih cukup. Stoknya ada dan suplainya cukup.

"Tapi tadi sudah diantisipasi, kalau memang agak tinggi permintaannya, akan diambilkan dari Jatim dan Jabar. Itu tidak sulit, tinggal transporternya saja yang tadi harus dibahas. Jadi saya tadi hanya ingin memastikan itu," jelasnya.

Ke depan, pihaknya mengatakan akan memperbaiki regulasi terkait penyediaan oksigen itu agar lebih tertata.

"Nanti kami libatkan BUMD, harapannya bisa mengatur. Jadi, setiap rumah sakit nanti bisa lapor dalam satu titik, sehingga betul-betul tidak kesulitan. Tadi sudah kami bahas dengan distributor dan sepakat," tegasnya.

Sementara itu, dalam rapat tersebut perwakilan PT Samator, Julianto mengatakan permintaan oksigen saat ini memang meningkat. Tahun ini sampai Juni 2021 saja, sudah ada 7 juta liter oksigen yang dipesan.

Baca Juga: Mengerikan, Sehari Kasus Covid-19 di Depok Capai 653 Kasus

"Permintaan memang tinggi, tapi kalau nanti kurang, kami akan ambil dari Jabar dan Jatim," katanya.

Komentar