Pengrajin Peti Mati Kelimpungan saat Covid Meroket, Banjir Orderan Tapi Stok Kayu Sedikit

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 25 Juni 2021 | 18:32 WIB
Pengrajin Peti Mati Kelimpungan saat Covid Meroket, Banjir Orderan Tapi Stok Kayu Sedikit
Seorang pegawai saat membuat pesanan peti mati di CV. Sahabat Duka TPU Pondok Kelapa, Jaktim. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Pesanan peti mati mengalami peningkatan seiiring melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta. Namun, pengrajin peti mati malah kelimpungan saat banjir orderan peti mati sejak kasus Covid-19 meroket, belakangan ini. 

Merujuk pada laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis (24/6/2021) kemarin, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah mencapai 20.574 kasus. Sehingga total kasus positif pada hari kemarin mencapai 2.054.995 orang.

Tak hanya itu, kasus kematian akibat Covid-19 pada kemarin hari dilaporkan bertambah 355 orang. Sehingga, totalnya menjadi 55.949 jiwa meninggal dunia.

CV Sahabat Duka yang berbasis di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur bak kejatuhan durian runtuh. Pesanan peti mati setiap harinya terus bertambah.

Meski demikian, tetap ada kendala dalam pengerjaaannya. Salah satunya adalah bahan operasional pembuatan peti yang harus dipenuhi setiap harinya.

"Ya paling kendalanya ya bahan, kami kadang nunggu. Nunggu entar baru dateng," kata salah satu pekerja bernama Suherman (43) saat dijumpai Suara.com di lokasi, Jumat (25/6/2021)

Dijelaskan Suherman, stok kayu maupun triplek sebagai bahan utama pembuatan peti mati masih mencukupi. Hanya saja, para pengrajin harus menunggu pesanan barang datang.

"Kalau masalah bahan susah sih tidak. Hanya, agak telat saja dia (pemasok bahan) ngirimnya. Umpama kan kayak peti yang kayu kan agak telat. Biasanya peti langsung datang, kadang telat dua hari atau sehari," jelas dia.

Untuk membuat satu peti mati, lanjut Suherman, biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Dengan jumlah personel yang ada, para punggawa Sahabat Duka bisa mwrampungkan satu peti mati dalam waktu yang cukup ringkas.

baca juga

"Sebenarnya sih tidak lama sih ya paling tida 15 menit juga jadi," papar dia.

Tumpukan peti mati buatan CV Sahabat Duka di TPU Pondok Kelapa, Jaktim. (Suara.com/Arga)
Tumpukan peti mati buatan CV Sahabat Duka di TPU Pondok Kelapa, Jaktim. (Suara.com/Arga)

Sehari Bisa 20 Peti, Seminggu 250 Peti

Suherman menyatakan, dia bersama pekerja lainnya bisa menggarap 15 sampai 20 peti mati dalam sehari. Di tengah melonjaknya kasus Covid-19, jumlah peti yang dibuat bahkan lebih dari 20 peti.

"Kalau sekarang sih tidak seperti biasanya, semenjak covid ini bertambah sih. Tadinya sehari cuma lima peti, sekarang 15 sampai 20, kadang lebih," ungkap Suherman.

Suherman mengakui, pesanan peti mati kebanyakan berasal dari sejumlah rumah sakit di kawasan Jabodetabek. Kata Suherman, dalam sehari, rumah sakit kerap memesan10 hingga 25 peti.

"Umapamnya 25, rumah sakit minta 25 peti ya langsung kami kirim. Umpamanya minta 10 kami bisa kirim juga. Jadi kami tergantung pesanan saja sih," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Terpapar Corona Melonjak, IDAI: Kasus Anak Positif Covid-19 di Kota Solo Tinggi

Pasien Terpapar Corona Melonjak, IDAI: Kasus Anak Positif Covid-19 di Kota Solo Tinggi

Surakarta | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:38 WIB

Dokter Tirta Beberkan 3 Alasan Orang Belum Terpapar Corona

Dokter Tirta Beberkan 3 Alasan Orang Belum Terpapar Corona

Riau | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:16 WIB

Pengusaha Gigit Jari, Geliat Bisnis APD di PIK Penggilingan Lesu saat Covid Makin Meroket

Pengusaha Gigit Jari, Geliat Bisnis APD di PIK Penggilingan Lesu saat Covid Makin Meroket

News | Jum'at, 25 Juni 2021 | 16:16 WIB

Duh! 323 Anak di Kota Tegal Terpapar Covid-19, Mayoritas Usia Sekolah

Duh! 323 Anak di Kota Tegal Terpapar Covid-19, Mayoritas Usia Sekolah

Jawa Tengah | Jum'at, 25 Juni 2021 | 15:34 WIB

Terkini

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Otomotif | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:47 WIB

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

5 Produk Viva untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harganya Tak Sampai Rp35 Ribu

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Shio Terbanyak di Indonesia Apa? Ini yang Paling Produktif Menurut Dukcapil

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:40 WIB

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

4 Skincare yang Sebaiknya Disimpan di Kulkas: Kandungan Terjaga dan Bikin Kulit Lebih Segar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Body Lotion Dulu atau Body Butter Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:24 WIB

×