facebook

Ungkit Cuitan Denny Siregar Soal Covid-19, Andi Arief: Pembuat Tuit Harus Dihukum Berapa?

Rifan Aditya | Hernawan
Ungkit Cuitan Denny Siregar Soal Covid-19, Andi Arief: Pembuat Tuit Harus Dihukum Berapa?
Andi Arief (Twitter)

"Ini (Cuitan akun Denny Siregar) salah satu penyebab semua varian virus kini sudah berada di Indonesia," kata Andi Arief.

Suara.com - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief mengungkit cuitan lawas pegiat media sosial Denny Siregar mengenai kebijakan Presiden Jokowi dan isu Covid-19.

Andi Arief membandingkan Denny Siregar dengan Habib Rizieq Shihab yang belakangan divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim karena kasus swab RS Ummi.

Pasalnya, menurut Andi Arief cuitan dalam akun Denny Siregar tersebut merupakan salah satu penyebab semua varian virus Covid-19 sudah berada di Indonesia.

"Ini salah satu penyebab semua varian virus kini sudah berada di Indonesia," tulis Andi Arief melalui akun Twitter-nya, Sabtu (26/6/2021).

Baca Juga: Viral Bapak Kayuh Kursi Roda Puluhan Km, Jualan Alat Rumah Tangga Demi Nafkahi Keluarga

Andi Arief mempertanyakan hukuman yang sekiranya tepat untuk diberikan kepada pembuat cuitan dalam akun @DennySiregar7 tersebut.

Sebagai perbandingan, Andi Arief menyertakan kasus Habib Rizieq divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim.

"Kalau HRS divonis 4 tahun karena dituduh sembunyikan hasil swab, maka pembuat tuit beserta isinya harus dihukum berapa?" sambung Andi Arief.

Andi Arief ungkit cuitan lawas akun Denny Siregar (Twitter).
Andi Arief ungkit cuitan lawas akun Denny Siregar (Twitter).

Andi Arief menyematkan tangkapan layar foto menampilkan cuitan lama akun Denny Siregar tertanggal 2 Maret 2020.

Dalam cuitan tersebut, Denny Siregar menulis ekonomi di berbagai daerah wisata di Indonesia anjlok terdampak Covid-19.

Baca Juga: Buka Pintu Langsung Makam, Wanita Pemilik Rumah Ungkap Suasana saat Malam Hari

"Banyak daerah wisata di Indo, sepi turis kena dampak Corona. Ekonomi anjlok, ribuan orang hilang pendapatan," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar