Corona Dianggap Flu Biasa, Ini Langkah Singapura Menuju New Normal

Rifan Aditya

Selasa, 29 Juni 2021 | 19:14 WIB
Corona Dianggap Flu Biasa, Ini Langkah Singapura Menuju New Normal
Corona Dianggap Flu Biasa, Ini Langkah Singapura Menuju New Normal - Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)

Suara.com - Singapura secara resmi mengumumkan akan menuju “new normal” dengan menganggap corona sebagai flu biasa. Straittimes menyebutkan langkah ini diambil pemerintah Negeri Singa setelah berhasil menekan laju persebaran virus tersebut. Lalu apa saja langkah Singapura menuju new normal?

Nantinya Singapura menuju new normal dengan hidup berdampingan dengan corona. Penyakit ini akan dianggap sebagai endemik sama seperti influenza dan cacar air karena disadari tak akan pernah lenyap dari muka bumi.

Dalam fase new normal tersebut, nantinya akan ada lima target yang harus dicapai pemerintah dan wargnya. Kelima target tersebut adalah:

  • Warga yang terinfeksi dapat melakukan isolasi mandiri di rumah
  • Tidak diperlukan tracing dalam skala besar dan karantina setiap orang terinfeksi
  • Tidak ada lagi perhitungan kasus corona setiap hari
  • Melonggarkan pembatasan sosial
  • Pembukaan perjalanan dari dan ke negara lain

Hanya saja saat memutuskan hidup berdampingan dengan corona, Pemerintah Singapura sudah melewati berbagai pertimbangan. Tiga wakil ketua Gugus Tugas Multi Kementerian Singapura akan menerapkan langkah berikut untuk menuju New Normal.

1. Percepatan Vaksinasi

Langkah Singapura menuju new normal adalah dengan mempercepat vaksinasi. Sebanyak 75 persen dari total populasi Singapura ditargetkan sudah selesai divaksin tahap pertama pada awal Juli mendatang.

Populasi tersebut juga ditargetkan mendapatkan vaksinasi tahap kedua jika memungkinkan pada 9 Agustus 2021 mendatang atau bertepatan dengan Hari Nasional Singapura. Vaksin saat ini menjadi prioritas utama karena terbukti efektif mengurangi risiko infeksi dan penularan.

Tingkat infeksi penerima vaksin diperkirakan 30 kali lebih rendah dibandingkan dengan yang belum divaksin. Tingkat rawat inap pasien dengan vaksinasi pun diperkirakan hanya sekitar sepuluh kali lebih rendah.  

2. Pengadaan Tes Covid Lebih Mudah

baca juga

Menuju new normal, Pemerintah Singapura berencana membuat tes corona cepat dan mudah. Negara tersebut kini telah meluncurkan tes antigen cepat yang bisa dilakukan mandiri, dilakukan oleh poliklinik swasta, dan apotek. Alat tes yang digunakan juga lebih cepat seperti breathalyser yang hasilnya cukup menunggu dua menit.

Alat tes cepat ini akan menggantikan swab di tempat-tempat publik seperti pelabuhan, mal, dan gedung perkantoran. Namun, tes corona dengan sistem standar akan tetap berlaku di perbatasan sebagai langkah antisipasi bagi pembawa virus yang masih diwaspadai secara global seperti varian delta.

Di dalam negeri, jumlah tes sebagai tracing dan penekanan penularan akan berkurang. Namun, kegiatan sosial dan perjalanan ke luar negeri harus dipastikan aman untuk mengurangi risiko penularan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap infeksi.

3. Meningkatkan Layanan Medis

Langkah Singapura menuju new normal selanjutnya adalah dengan meningkatkan layanan medis. Padahal hingga saat ini Singapura mencatatkan diri sebagai salah satu negara dengan jumlah kematian terendah akibat corona.

Data Worldometer menyebutkan Singapura hanya mencatatkan enam kematian per satu juta populasi dengan total lebih dari 13 juta tes. Padahal populasi penduduk sekitar 5 juta. Saat ini Singapura tengah memastikan layanan medis yang efektif, termasuk ketersediaan obat-obatan. 

Itulah beberapa langkah Singapura menuju new normal. Apakah Indonesia mampu mengikuti negara tetangganya ini?

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riau Tunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19 bagi Anak dan Remaja

Riau Tunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19 bagi Anak dan Remaja

Riau | Selasa, 29 Juni 2021 | 19:09 WIB

Ma'ruf Dukung Program Vaksinasi Covid untuk Ibu Hamil, Menyusui dan Anak Usia 12-18 Tahun

Ma'ruf Dukung Program Vaksinasi Covid untuk Ibu Hamil, Menyusui dan Anak Usia 12-18 Tahun

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 18:55 WIB

Singapura Ragukan Vaksin Sinovac untuk Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Singapura Ragukan Vaksin Sinovac untuk Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!

Health | Selasa, 29 Juni 2021 | 15:30 WIB

Covid-19 di Singapura Bakal Dianggap Flu Biasa, Prof Zubairi: Jangan Latah PR Masih Banyak

Covid-19 di Singapura Bakal Dianggap Flu Biasa, Prof Zubairi: Jangan Latah PR Masih Banyak

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 07:47 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×