- Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon gugur saat menjalankan tugas negara.
- KSAD Maruli Simanjuntak memastikan akan segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap kronologi peristiwa di wilayah tersebut.
- Pihak TNI telah membekali para prajurit dengan prosedur operasi standar ketat sebagai langkah perlindungan diri selama bertugas.
Suara.com - Duka menyelimuti jajaran TNI setelah tiga prajurit yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon gugur dalam tugas. Kepergian mereka meninggalkan kehilangan mendalam, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi bangsa.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa para prajurit yang gugur merupakan sosok-sosok pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat sebelum diberangkatkan dalam misi internasional tersebut.
“Kami hari ini berduka, tiga anggota kita gugur. Untuk tiga orang ini kami sangat kehilangan. Beliau-beliau ini adalah putra-putra terbaik kami yang memang kami pilih dulu untuk berangkat penugasan peacekeeping,” ujar Maruli dalam Penghormatan 3 Jenazah TNI di Bandara Soekarno Hatta, ditulis Minggu (5/4/2026).
Menurut Maruli, dalam setiap penugasan luar negeri, termasuk di wilayah konflik seperti Lebanon, para prajurit telah dibekali dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ketat, termasuk langkah-langkah perlindungan diri dalam situasi darurat.
“Sebetulnya itu sudah SOP-nya dalam penugasan. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya. Nanti pasti akan ada tim yang mencari tahu bagaimana sebenarnya peristiwa tersebut terjadi,” kata Maruli.
Maruli memastikan bahwa investigasi akan dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian yang menyebabkan gugurnya ketiga prajurit tersebut.
Di tengah duka, KSAD turut menyampaikan pesan kepada keluarga prajurit yang masih bertugas di wilayah misi agar tetap tenang dan tidak larut dalam kekhawatiran.
“Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apapun juga, semua pasti ada risikonya di tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik,” kata Maruli.