LaporCovid-19 Ungkap Carut Marut Data Covid Pemprov DKI: Bed RS Penuh Dibilang Masih Ada

Senin, 05 Juli 2021 | 17:09 WIB
LaporCovid-19 Ungkap Carut Marut Data Covid Pemprov DKI: Bed RS Penuh Dibilang Masih Ada
Petugas tenaga kesehatan tengah mempersiapkan tempat tidur untuk pasien Corona. [ANTARA]

Suara.com - Inisiator LaporCovid-19, Irma Hidayana mengungkap bahwa data yang kerap dipublikasikan Pemprov DKI Jakarta soal Covid-19 tidak sesuai dengan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Semisal, data ranjang rumah sakit disebut pemerintah masih tersedia, namun setelah dicek ternyata penuh. 

LaporCovid19 menilai pemerintah memiliki hambatan untuk terus memperbarui data soal Bed Occupancy Rate (BOR) pada rumah sakit. Itu sempat dirasakan oleh LaporCovid19 ketika membantu masyarakat yang tengah mencari rumah sakit. 

"Kami kesulitan sekali ketika kami melihat sistem yang ada di Dinkes DKI Jakarta. Di situ tertulis masih terdapat sekian tempat tidur. Kami hubungi (rumah sakitnya) ternyata penuh, pasien kami (coba) untuk datang ke rumah sakit tersebut ternyata penuh," kata Irma dalam diskusi virtual yang digelar LP3ES melalui kanal YouTube, Senin (5/7/2021). 

Alhasil, data yang disajikan oleh pemerintah itu sangat berbeda jauh dengan apa yang terjadi di lapangan. Selain itu, tingginya angka BOR juga dianggap hanya sebagai angka statistik. 

Itu juga berlaku untuk banyaknya warga yang meninggal akibat Covid-19, dianggap sebagai angka statistik.

Menurut Irma, pemerintah sama sekali tidak menunjukkan rasa empatinya terhadap keluarga korban yang ditinggalkan. 

Sedikit bercerita, LaporCovid19 pernah mendampingi pasien Covid-19 yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena tidak memiliki kendaraan roda empat, pasien tersebut dibantu untuk mendapatkan ambulans dari puskesmas. 

Pihak puskesmas saat itu tidak bisa melayani. Kemudian karena pasien tersebut membutuhkan oksigen, maka kerabat dari LaporCovid19 sempat membantu meski masih tidak memadai. 

"Sehingga dia harus pergi ke IGD naik sepeda motor. Itu menunggu lama setelah kami menelepon Dinkes juga sama sekali tidak ada gerakan," ungkapnya. 

Baca Juga: Rumah Sakit Penuh, di Gunungkidul Banyak Pasien Covid-19 yang Meninggal Saat Isoman

Akibat kondisi carut marut tersebut, LaporCovid19 berharap pemerintah berani meminta maaf kepada masyarakat. Kemudian melakukan tindakan yang kongkrit serta berhenti untuk menarasikan kalau situasi di tengah masyarakat sedang baik-baik saja. 

"Kita tidak sedang baik-baik saja. Karena pencitraan yang menjelaskan bahwa kita sedang baik-baik aja itu hanya menumbuhkan ketidakwaspadaan pada masyarakat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI