Ingatkan Kemungkinan Perang Biologi, Fahri Hamzah: Jangan Lugu, Ini Dunia Kejam

Rendy Adrikni Sadikin, Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 07 Juli 2021 | 12:22 WIB
Ingatkan Kemungkinan Perang Biologi, Fahri Hamzah: Jangan Lugu, Ini Dunia Kejam
Fahri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Mantan anggota DPR Fahri Hamzah buka suara soal pentingnya tinjauan multidisipliner dalam mengkaji kebijakan penanganan Covid-19.

Lewat beberapa cuitan yang ia unggah di akun Twitternya, Rabu (7/7/2021) Fahri Hamzah menyebut paling tidak ada penelitian lebih dalam dari dua kelompok keilmuan, yaitu alam dan sosial untuk menangani pandemi.

Ia juga menyebut ada kelompok ahli lain yang harusnya bekerja secara antisipatif. Misalnya, jika memang kemungkinan perang biologi terjadi, mereka bisa memikirkan bagaimana penanggulangannya.

"Setidaknya kita perlu menggali dari 2 kelompok ilmuan. Ilmuan IPA dan Ilmuan IPS (istilah zaman SMA ). Dari ilmuan IPA (virolog, epidemiolog, dll) membantu merumuskan kebijakan intinya. Dari ilmuan IPS (sosilog, psikolog, dll) membantu merujuskan kebijakan lanjutan," tulis Fahri Hamzah seperti dikutip suara.com, Rabu (7/7/2021).

"Ada kelompok ahli lain yang harusnya bekerja secara antisipatif; ini kelompok intelijen, Ahli geopolitik, dll untuk membaca apakah ada kemungkinan faktor-faktor lain. Semisal, jika memang ada perang biologi ya cara menghadapinya beda lagi. Jangan lugu, ini dunia kejam," lanjut Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah beri masukan agar semua pihak bersatu melawan virus/pandemi (twitter)
Fahri Hamzah beri masukan agar semua pihak bersatu melawan virus/pandemi (twitter)

Lebih lanjut Fahri menyebut bahwa dunia saat ini sifatnya lebih kompleks. Oleh sebab itu ia menyarankan agar semua pihak lebih antisipatif terhadap segala kemungkinan.

"Dunia tempat kita hidup sekarang lebih kompleks. Disrupsi demi disrupsi: dari virus komputer sampai virus corona. Jadi kemampuan kita untuk mengakumulasi pengetahuan harus tinggi. Kita tidak boleh salah data (IPA) juga kata (IPS). Kita juga harus antisipatif," lanjutnya lagi.

Fahri menyebut dalam situasi seperti ini virus tak boleh menang. Semua pihak harus menggalang persatuan agar bisa memenangkan pertempuran melawan virus.

"Situasi ini, betapapun sulit tak boleh membuat kita terpukul apalagi kalah. Virus tidak boleh menang. Kita harus memenangkan pertempuran ini. Karena ikut kita perlu terus menggalang persatuan. Jangan mau diadudomba oleh algoritma media sosial yang memang maunya gitu," tulis Fahri.

baca juga

Di cuitannya yang lain, Fahri menyebut saat ini merupakan momen tepat untuk menggalang persatuan.

Ia menyebut negara perlu berdialog dengan para tokoh agama dan sosial, sehingga lewat mereka umat dan masyarakat bisa tercerahkan.

"Negara perlu berbicara kepada ulama, bapak pendeta, pastor, biksu dan pedanda, dan tokoh sosial lain. Agar dari mereka muncul pencerahan kepada seluruh warga dan umat. Jangan biarkan tokoh-tokoh ini salah paham. Ini waktu menggalan solidaritas. #GelombangSolidaritas2021 #GS2021," pungkas Fahri.

Dalam beberapa cuitan tersebut, Fahri Hamzah menggunakan tagar #GS2021 dan #GelombangSolidaritas2021 untuk menandai cuitan yang isinya mengajak semua pihak bersatu menghimpun kekuatan untuk melawan virus ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta, Australia Perpanjang Penguncian Kota Sydney

Cegah Penularan Covid-19 Varian Delta, Australia Perpanjang Penguncian Kota Sydney

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:12 WIB

7 Langkah Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO, Terapkan Mulai Sekarang

7 Langkah Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO, Terapkan Mulai Sekarang

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:30 WIB

Studi Israel: Efektivitas Vaksin Pfizer Turun Jadi 64 Persen Lawan Varian Delta

Studi Israel: Efektivitas Vaksin Pfizer Turun Jadi 64 Persen Lawan Varian Delta

Health | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:00 WIB

Cara Dapat Obat Gratis via Telemedicine untuk Pasien Covid-19 Isoman

Cara Dapat Obat Gratis via Telemedicine untuk Pasien Covid-19 Isoman

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 22:13 WIB

Viral di TikTok, Lagu Rap dari 2013 Diklaim sebagai Ramalan Covid-19? Ini Faktanya

Viral di TikTok, Lagu Rap dari 2013 Diklaim sebagai Ramalan Covid-19? Ini Faktanya

Tekno | Rabu, 07 Juli 2021 | 06:15 WIB

Viral Surat Edaran PPKM Makassar, Ibadah Ditiadakan Tapi Klub Malam Tetap Buka

Viral Surat Edaran PPKM Makassar, Ibadah Ditiadakan Tapi Klub Malam Tetap Buka

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 21:43 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×