alexametrics

Cari Jodoh! Calon Suaminya Mesti Tajir dan Enggak Bau Kentut

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus
Cari Jodoh! Calon Suaminya Mesti Tajir dan Enggak Bau Kentut
Viral iklan cari jodoh di India yang mencari calon suami kaya dan tidak bau kentut.[Twitter/@awryaditi]

Calon suami juga harus anak tunggal dan memiliki bisnis pribadi.

Suara.com - Seorang wanita di India mengejutkan jagat media sosial setelah membuat iklan di surat kabar dimana ia mencari calon suami yang tajir, gagah, dan tidak bau kentut.

Aditi Mittal, seorang komedian India ikut membagikan iklan tersebut di akun Twitter-nya dan dengan langsung viral.

Dalam iklan tersebut tertulis dengan jelas mencari pengantin pria untuk feminis dengan rambut pendek, berpendidikan, berusia 30 tahun, dan tindikan.

Dalam iklam tersebut tertulis: "Mencari pengantin pria yang tampan, berusia antara 25-28 tahun, anak tunggal, dan memiliki binis pribadi."

Baca Juga: Buka Pemesanan All-New Suzuki Hayabusa, Produk Ludes Dalam Waktu Singkat

Di iklan tersebut juga tertulis bahwa calon suami yang dicari harus tidak bau kentut dan tertera alamat email jika ada yang berkenan.

Tak butuh waktu lama iklan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengatakan jika mereka geli dengan iklan tersebut.

Seorang aktris India, Richa Chadha juga ikut memposting iklan tersebut di akun Twitternya. "Seseorang di luar sana menunggumu," tulisnya.

Setelah diselidiki, iklan tersebut hanyalah sebuah prank yang dilakukan oleh tiga sekawan. BBC berhasil menghubungi iklan tersebut dan memastikan bahwa itu lelucon.

BBC berhasil melacak Sakshi dan saudara laki-lakinya Srijan dan sahabatnya Damyanti, yang mencetuskan ide tersebut.

Baca Juga: Anggap Tak Lagi Negara Mengkhawatirkan, Jerman Longgarkan Pelancong Asal India

Semua nama tersebut adalah nama samaran, mereka tidak ingin identitas mereka terungkap karena tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka.

Iklan itu, kata Srijan, adalah sebuah lelucon kecil untuk ulang tahun Sakshi yang ke-30.

"Usia 30 adalah tonggak sejarah, terutama karena semua percakapan di masyarakat kita seputar pernikahan. Saat Anda berusia 30 tahun, keluarga dan masyarakat Anda mulai menekan Anda untuk menikah," kata Sakshi kepada BBC.

Iklan itu muncul di belasan kota di India bagian utara dan menelan biaya sekitar 13.000 rupee atau sekitar Rp 2,5 juta.

"Jumlah yang akan kami habiskan untuk membeli hadiah dan mengadakan perayaan jika tidak ada penguncian Covid," kata Srijan.

Malam sebelum ulang tahunnya, kata Sakshi, kakaknya memberikan sebuah gulungan kertas.

"Ketika saya membuka gulungannya, ada alamat email dan kata sandinya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan," kata Sakshi.

"Di pagi hari, Srijan membawakan saya koran yang terbuka pada halaman kolom pernikahan dan kami tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon yang menyenangkan." jelasnya.

Sakshi mengatakan ia sudah mendapat puluhan email tentang iklan tersebut. Banyak dari mereka, ungkapnya, yang menganggapnya lelucon.

"Saya telah menerima lebih dari 60 email sejauh ini. Banyak yang mengira itu lelucon dan menganggapnya lucu," kata Sakshi.

Namun,Sakshi juga mendapat komentar negatif dari iklan

Komentar