Suara.com - Nama Rosaline Irene Rumaseuw tengah menjadi perbincangan. Hal ini disebabkan karena Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengusulkan kepada pemerintah untuk menyiapkan rumah sakit khusus pejabat yang terinfeksi virus corona.
Rosaline mengaku prihatin melihat banyak anggota dewan yang sulit mendapatkan penganangan fasilitas kesehatan selama pandemi. Menurutnya, hal ini sangat penting dipikirkan oleh pemerintah.
Berikut merupakan profil singkat Rosaline Irene Rumaseuw yang telah dirangkum Suara.com dari berbagai sumber.
Berasal dari Timika, Papua
Rosaline merupakan politikus Partai PAN yang berasal dari Timika, Papua. Ia kemudian tinggal dan menempuh pendidikan di Biak hingga remaja.
Tercatat dari laman kbr.id, wanita kelahiran 23 Januari 1971 ini bersekolah di Biak sejak duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Tempuh Pendidikan di Pulau Jawa Sejak SMA
Rosaline kemudian pindah ke Jakarta dan bersekolah di SMAN 54 Jakarta pada tahun 1989. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan sarjana kedokteran di Univeristas Diponegoro pada 1996.
10 tahun berselang, Rosaline berhasil menyelesaikan Program Studi S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2006.
Aktif di Dunia Kesenian sampai Penyelenggaraan Puteri Indonesia
Selain menjadi dokter, Rosaline juga menjadi pimpinan sanggar seni dan tari SAMAPRI ENTERPRISE Mimika dari tahun 2007 hingga sekarang.
Tak sampai disitu, ia juga pernah terlibat dalam penyelenggaraan Puteri Indonesia tahun 2009. Kala itu, ia menjadi Kepala Pelaksana Pemilihan Puteri Indonesia Tingkat Provinsi.
Bergabung dengan Partai Politik PAN
Rosaline ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee Rapat Kerja Nasional V Partai Amanat Nasional tahun 2019. Penunjukan itu sempat membuatnya terharu lantaran menurutnya sangat jarang perempuan Papua dapat memiliki kesempatan menjadi Ketua OC.
Namanya kemudian masuk ke dalam susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN periode 2020-2025. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN).
Peduli Kesehatan Warga Papua
Sepanjang kariernya, Rosaline sangat mempedulikan kesehatan warga tanah kelahirannya. Ia sempat menggelar acara dukungan bagi perempuan Papua Barat yang berjuang melawan kanker serviks dan AIDS.
Ia juga vokal meminta pemerintah untuk meningkatkan anggaran fasilitas kesehatan di Papua, khususnya sejak pandemi Covid-19 merebak. Apalagi, ia menyebut sering terjadi masalah kesehatan di berbagai pelosok daerah Papua yang tidak pantas diterima rakyat Papua.
Wasekjen PAN Minta Pemerintah Siapkan RS Khusus untuk Pejabat Terpapar Covid-19
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Rosaline Irene Rumaseuw, meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan rumah sakit khusus pejabat negara yang turut terpapar Covid-19. Berdasarkan pengalamannya, banyak dari anggota dewan terpapar yang sulit memperoleh penanganan fasilitas kesehatan.
"Saya minta perhatian kepada pemerintah bagaimana caranya harus ada rumah sakit khusus buat pejabat negara. Segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya," kata Rosaline dalam Webinar bertajuk Persepsi Netizen Terhadap Penanganan Covid-19, Rabu (7/7/2021).
Meskipun sudah ada RSPAD Gatot Subroto yang tersedia bagi pejabat negara, namun menurutnya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengantisipasi sejak awal untuk pejabat yang ikut terpapar Covid-19.
Rosaline menilai pejabat negara juga harus diistimewakan kerena mereka pula yang bekerja untuk rakyat.
Karena pejabat negaranya harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya," ujarnya.
Ia menyebut para pejabat negara juga kesulitan memperoleh layanan fasilitas kesehatan di saat kasus Corona tengah melonjak. Ia bercerita saat kawannya di Komisi II DPR RI yang beberapa hari lalu meninggal dunia karena Covid-19.
Sebelumnya, Rosaline dan teman-teman lainnya sampai ngemis-ngemis kepada RS Medistra agar mendapatkan ruangan bagi temannya yang terpapar tersebut. Bahkan Rosaline mengaku masih sibuk mencari bala bantuan bagi pejabat-pejabat yang memang membutuhkan layanan fasilitas kesehatan.