Ibas Takut RI Jadi Negara Gagal, Ferdinand: Tenang Mas, Masih Ada Jokowi

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 07 Juli 2021 | 20:26 WIB
Ibas Takut RI Jadi Negara Gagal, Ferdinand: Tenang Mas, Masih Ada Jokowi
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritisi Anies Baswedan lewat kicauannya. (Instagram/@ferdinand_hutahaean)

Suara.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Ibas Yudhoyono mengungkapkan kekhawatirannya jika Indonesia menjadi negara gagal. Pernyataannya ini kemudian ditanggapi oleh Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun Twitternya, Ferdinand nampak mengunggah foto tangkapan layar sebuah berita mengenai Ibas. Dalam berita itu, Ibas menyampaikan kekhawatiran Partai Demokrat jika negara Indonesia akan menjadi negara gagal.

Kekhawatiran ini disampaikan sebagai bentuk cinta kepada masyarakat. Ferdinand lantas meminta putra bungsu Presiden RI Ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono itu untuk tenang.

Menurutnya, kekhawatiran itu tidak perlu. Ia menilai Indonesia akan tetap baik-baik saja karena memiliki Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan dirinya.

"Tenang mas, nggak usah kuatir, masih ada Jokowi, Luhut, Ferdinand, dan yang lain-lain. Dukung ya mas..!!," cuit Ferdinand seperti dikutip oleh Suara.com, Rabu (7/7/2021).

Ferdinand Hutahaean Tanggapi Kekhawatiran Ibas Yudhoyono. (Twitter/@FerdinandHaean3)
Ferdinand Hutahaean Tanggapi Kekhawatiran Ibas Yudhoyono. (Twitter/@FerdinandHaean3)

Cuitan Ferdinand itu telah di-retweet 68 kali dan mendapatkan lebih dari 500 tanda suka. Pernyataannya itu juga ramai dikomentari warganet oleh berbagai macam pendapat.

"Emang gagal. Kalau gak gagal setelah reformasi kemarin Indonesia udah jadi negara yang kuat. Baik ekonomi, politik, dan budaya. Sekarang bagaimana keadaannya bukan makin baik malah makin kritis di segala sektor. Udahlah realita aja, gitu aja kok repot," komen warganet.

"Hehehe masa sih gagal? Apa yang bisa dipercaya dari omongan petinggi partai yang anggotanya pada ketangkep karena korupsi dan masa pemerintahannya banyak menghasilkan proyek mangkrak," sindir warganet.

"Rakyat lagi, rakyat lagi yang dijadikan tameng. Tenang aja, semua dalam proses penyelesaian. Kalau mau ikut berpartisipasi, ajak yang pada bandel taat prokes, di rumah aja dan berdoa untuk Indonesia jaya," saran warganet.

baca juga

"Ya setidaknya mereka yang disebutkan oleh bang @FerdinandHaean3 telah melakukan sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini dan jauh lebih baik daripada periode sebelumnya," bela warganet.

"Walah om Ibas rek. Kalau peduli sama rakyat ya segera borong itu vaksin lalu sumbangkan ke rakyat secara langsung. Gitu aja kok drama," tulis lainnya.

"Coba deh bantu pemerintah mas jangan cuman bisanya mengolok-olok doang saatnya bersatu sekarang bukan mengolok-olok," tegur warganet.

Ibas Demokrat Soroti Kasus Covid-19 Yang Mengganas

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin mengganas. Ibas mempertanyakan sampai kapan Indonesia dalam keadaan darurat, pasalnya covid sudah menyerang orang-orang terdekatnya.

Ia mengaku, khawatir jika sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya.

‘’Begini ya, Covid-19 makin ‘mengganas’. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya,’’ ujar Ibas dalam keterangannya, seperti dikutip Suara.com, Rabu (7/7/2021).

Ibas menyampaikan bahwa pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Hal itu ditunjukkan dengan tabung oksigen yang sulit dicari masyarakat.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” ungkapnya.

Kasus tabung oksigen ini, menurutnya, merupakan preseden buruk. Hal ini memperlihatkan bahwa pemerintah seolah-olah kurang sigap mempersiapkan kebutuhan untuk menjawab gejala-gejala yang muncul sebelumnya.

"Kan ada varian baru di negara lain. Kita tahu, itu bukan tak mungkin masuk ke negara kita. lalu muncul kasus-kasus baru, kemudian angka yang kita khawatirkan juga terjadi, dan lain sebagainya. Itu semua gejala-gejala yang rasanya mudah dibaca dan terkait dengan kesiapan kita dalam menyediakan kebutuhan medis," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revisi Aturan Perusahaan Esensial, Anies: Pekerjaan Manajemen WFH, Pelayanan WFO

Revisi Aturan Perusahaan Esensial, Anies: Pekerjaan Manajemen WFH, Pelayanan WFO

Jakarta | Rabu, 07 Juli 2021 | 19:53 WIB

Kritik Jokowi, Rektorat Kecam BEM Unnes: Jangan Sampai Berhadapan dengan Massa PDI

Kritik Jokowi, Rektorat Kecam BEM Unnes: Jangan Sampai Berhadapan dengan Massa PDI

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 19:49 WIB

Luhut Sebut Bali Daerah Hitam Mobilitas Warga Tinggi saat PPKM Darurat: Perketat!

Luhut Sebut Bali Daerah Hitam Mobilitas Warga Tinggi saat PPKM Darurat: Perketat!

Bali | Rabu, 07 Juli 2021 | 19:20 WIB

Dedy Mawardi Meninggal, Presiden Jokowi Ikut Berduka

Dedy Mawardi Meninggal, Presiden Jokowi Ikut Berduka

Lampung | Rabu, 07 Juli 2021 | 18:53 WIB

Fadli Zon Semprot Luhut Soal TKA China Masuk Indonesia: Ini Contoh Arogansi Kekuasaan

Fadli Zon Semprot Luhut Soal TKA China Masuk Indonesia: Ini Contoh Arogansi Kekuasaan

Banten | Rabu, 07 Juli 2021 | 18:26 WIB

Luhut Pandjaitan Tertawa Bahas Kehebatan dan Penghasilan Deddy Corbuzier

Luhut Pandjaitan Tertawa Bahas Kehebatan dan Penghasilan Deddy Corbuzier

Entertainment | Rabu, 07 Juli 2021 | 17:45 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×