Anak Buah Cekcok saat Dicegat Polisi, Danpaspampres: PPKM Darurat Belum Dipahami Petugas

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 08 Juli 2021 | 13:39 WIB
Anak Buah Cekcok saat Dicegat Polisi, Danpaspampres: PPKM Darurat Belum Dipahami Petugas
Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto. (tangkapan layar/Instagram)

Suara.com - Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto buka suara terkait video viral keributan di titik Penyekatan PPKM Darurat yang melibatkan seorang Paspampres dan Polisi.

Agus menyebut ada beberapa hal sehingga terjadi masalah keributan dalam penyekatan PPKM Darurat dengan anggotanya. Pertama, Agus menilai para petugas di lapangan belum memahami aturan PPKM Darurat.

"Aturan PPKM darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor essensial, non essensial, kritikal," ujar Agus saat dihubungi wartawan,  Kamis (8/7/2021).

Kata Agus sesuai Instruksi Mendagri, sektor esensial dan kritikal boleh melewati Posko penyekatan PPKM Darurat. 

"Yang bekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan sesuai Instruksi Mendagri nomor 15 thn 2021 tentang pemberlakuan PPKM Darurat di wilayah Jawa Bali," ucap dia.

Kedua kata Agus, jika aturan tersebut tak dipahami akan berdampak pada kesalahaan komunikasi (miskomunikasi) antara masyarakat dan petugas penyekatan. Karena itu perlunya sosialisasi Inmendagri.

"Apabila aturan tidak dipahami petugas maka akan terjadi mis komunikasi antara  warga yang bekerja di sektor yang di tentukan dengan petugas PPKM. Sehingga harus ada sosialisasi instruksi tersebut," tutur dia.

Agus menjelaskan bahwa hampir 75 persen anggotanya tinggal di Jabodetabek. Sehingga setiap hari akan melewati titik penyekatan.

"Anggota Paspampres 75 persen tinggal di luar Asrama Paspampres, tersebar d wilayah Jabodetabek. Setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik-titik penyekatan," kata dia.

baca juga
Viral video puluhan anggota Paspampres saat menggeruduk Mapolres Metro Jakarta Barat. (Instagram)
Viral video puluhan anggota Paspampres saat menggeruduk Mapolres Metro Jakarta Barat. (Instagram)

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Komandan Satuan (Dansat) TNI dan Polri.

Ia ingin petugas di lapangan memahami aturan PPKM Darurat.

"Saya sudah koordinasi dengan Para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan tentang PPKM darurat," katanya.

Viral

Sebelumnya dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @jurnalmiliter melihat rekaman seorang anggota Pasmpares diketahui bernama Praka Izroi Gajah, dihadang oleh aparat kepolisian saat hendak melintas di titik penyekatan. 

Dalam hal itu, Praka Izroi diminta untuk menunjukkan identitasnya sebagai anggota Pasmpares, adu mulut pun terjadi antara dia dan anggota polisi yang berjaga. Hingga kemudian anggota TNI datang untuk menenangkan situasi.

Setelah terbukti sebagai anggota Paspamres Praka Izroi pun akhirnya diizinkan melintas.

Kapolres Minta Maaf

Kapolres Metro Jakarta Barat Ady Wibowo angkat bicara terkait anggotanya yang bersitegang menghadang seorang anggota Paspamres yang hendak melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat pada Rabu (7/7/2021) sore kemarin. Peristiwa itu pun terekam kamera dan viral di media sosial.

Dia mengatakan kejadian tersebut karena kesalahpahaman dari anggotanya.   

“Memang ada kesalapahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif," kata Ady saat dihubungi wartawan, Kamis.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo usai apel pengamanan malam takbiran. (Suara.com/Yaumal)
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo. (Suara.com/Yaumal)

Ady mengaku telah bertemu dengan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden untuk menjelaskan duduk perkaranya dan telah menyampaikan permohonan maaf. 

“Permasalahan ini sudah selesai, saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres," ungkap Ady.

Kekinian kepada empat orang anggotanya yang bersitegang dalam peristiwa itu sedang menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya. 

“Empat personel yang terlibat cek-cok dengan Praka Izroi sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Ady. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Terbang dari Bandara Kualanamu ke Jawa dan Bali saat PPKM Darurat

Syarat Terbang dari Bandara Kualanamu ke Jawa dan Bali saat PPKM Darurat

Bali | Kamis, 08 Juli 2021 | 13:11 WIB

Lagi Asik Pesta di Vila Kota Batu, Puluhan Muda-mudi Digerebek Petugas

Lagi Asik Pesta di Vila Kota Batu, Puluhan Muda-mudi Digerebek Petugas

Malang | Kamis, 08 Juli 2021 | 13:06 WIB

Disebut Arogan saat Jaga PPKM Darurat, Begini Nasib Polisi yang Cegat Paspampres

Disebut Arogan saat Jaga PPKM Darurat, Begini Nasib Polisi yang Cegat Paspampres

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 12:48 WIB

Penutupan Akses Masuk Kota Batu Akibat PPKM Darurat Diperketat

Penutupan Akses Masuk Kota Batu Akibat PPKM Darurat Diperketat

Malang | Kamis, 08 Juli 2021 | 12:29 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×