Target Pembangunan Molor Buat Biaya Investasi Kereta Cepat dan LRT Membengkak

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Kamis, 08 Juli 2021 | 18:28 WIB
Target Pembangunan Molor Buat Biaya Investasi Kereta Cepat dan LRT Membengkak
Miniatur Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Kementerian BUMN mengungkapkan ada beberapa proyek yang mengalami keterlambatan dari target penyelesaian. Lantaran keterlambatan itu, berdampak juga pada biaya pembangunan yang ikut membengkak. 

Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmojo menjelaskan, proyek-proyek yang mengalami keterlambatan di antaranya; Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek.

Pria yang akrab disapa Tiko ini menjelaskan, sebenarnya target penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini pada 2021, namun karena situasi pandemi dan berbagai macam masalah membuat proyek molor.

Saat ini progres kontruksi proyek tersebut telah mencapai 74 persen.

Adapun, dalam paparannya membengkaknya biaya pembangunan pada kereta cepat Jakarta-Bandung karena adanya keterlambatan pembebasan lahan yang estimasinya sebesar 1,9 juta dolar AS atau setara Rp 27,36 triliun (kurs 1 dilar AS Rp 14.400). 

Namun, Tiko saat ini tengah bernegosiasi dengan pihak China sebagai pemegang saham proyek tersebut untuk pemenuhan biaya pembengkakan itu.

Selain itu, Kementerian BUMN juga mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada KAI untuk mengatasi pembengkakan biaya investasi.

"Saat ini kita juga sedang diskusi cost over run, kita juga sedang diskusi cash defisit dengan china mengenai cash flow negatif di awal-awal," ujar Tiko dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7/2021).

Dari sisi LRT Jabodebek, Tiko menyebut juga ada permasalahan pada pembebasan lahan terutama untuk depo kereta LRT. Sehingga, hal ini yang membuat investasi membengkak sebesar Rp 2,7 triliun.

baca juga

Permasalahan ini lanjutnya, juga membuat penyelesaian proyek yang tadinya bisa beroperasi pada 2019 lalu molor ke tahun 2022.

Kendati begitu, progres pembangunan secara keseluruhan mencapai 84 persen

"Disampaikan apabila terjadi keterlambatan akibat lahat itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan equitas kepada KAI. Dan ini sudah ajukan juga, saya rasa disepakati penambahan Rp 2,7 triliun dalam rangka equitas dari LRT. Dan dua-duanya tadi KCIC dan LRT sedang kita lakukan pengajuan tambahan 2021 maupun untuk 2022," ucap Mantan Bos Bank Mandiri ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Perusakan Lingkungan Kereta Cepat, Dirut KCIC dan PSBI Diperiksa Komnas HAM Jumat

Kasus Perusakan Lingkungan Kereta Cepat, Dirut KCIC dan PSBI Diperiksa Komnas HAM Jumat

News | Rabu, 30 Juni 2021 | 17:33 WIB

Rumah Kebanjiran, Warga Bandung: Kereta Cepat Indonesia China Ingkar Janji

Rumah Kebanjiran, Warga Bandung: Kereta Cepat Indonesia China Ingkar Janji

Jabar | Jum'at, 25 Juni 2021 | 15:59 WIB

Jalur Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Ambles, Ini Respon KCIC

Jalur Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Ambles, Ini Respon KCIC

Bisnis | Kamis, 03 Juni 2021 | 15:29 WIB

Terkini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

×