alexametrics

Sambil Jalankan PPKM Darurat, Desa di Pulau Jawa Panjatkan Doa selama Masa Pandemi

Fabiola Febrinastri
Sambil Jalankan PPKM Darurat, Desa di Pulau Jawa Panjatkan Doa selama Masa Pandemi
Ilustrasi PPKM Darurat di desa. (Dok: Kemendes PDTT)

Selama masa PPKM Mikro, desa memberlakukan tracing.

Suara.com - Desa-desa di Pulau Jawa turut menjalankan PPKM Darurat, yaitu pada 3-20 Juli 2021. Menteri Desa PDTT, A Halim Iskandar, melalui cuitan Twitter, mengarahkan desa mendukung PPKM Darurat, menjalankan protokol kesehatan dan memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Sejak awal, pendamping desa mengawal PPKM Darurat, dimulai dari penganggaran PPKM Darurat di desa-desa, penjagaan di pos-pos gerbang desa, pelaksanaan desinfektan dan pembagian masker, monitoring tempat-tempat isolasi mandiri di desa, vaksinasi di desa dan puskesmas setempat, tracing saat warga desa terkena Covid-19, penyaluran BLT Dana Desa dan bantuan sembako, hingga doa bersama warga.

Pemerintah desa melakukan penyesuaian APBDes untuk kegiatan ini.

Siti Asiyah, pendamping lokal Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendampingi musyawarah desa agar dana desa yang dikeluarkan untuk kegiataan ini dapat dipertanggungjawabkan. Dana digunakan untuk sosialisasi, pemasangan informasi pandemic Covid-19, hingga kegiatan pencegahan dan kuratif lainnya. Data Kemendesa PDTT (19 Juli 2021) menunjukkan telah cair dana desa Rp 30,31 triliun kepada 70.315 desa (94 persen desa). Adapun anggaran dana desa untuk kegiatan PPKM mencapai Rp 4,01 triliun.

Baca Juga: Mendes PDTT: Pencairan Dana Desa Capai 40% dari Total Rp72 Triliun

Laporan harian Pendamping Desa merekam seluruh kegiatan PPKM Mikro Darurat di desa, sebagaimana dilaporkan pendamping setiap hari.

Ervina Putri Utami, pendamping lokal Desa Cipangeran, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, senantiasa meninjau kesiapan ruang isolasi desa. Ini diikuti dengan pemantauan pos jaga gerbang desa, penyemprotan disinfektan terutama di pasar, tempat berkumpul warga, dan rumah ibadah.

Sosialisasi dari rumah ke rumah diikuti dengan pembagian masker kepada warga desa. Kemendesa PDTT mencatat pos gerbang telah berdiri di 30.420 desa. Penyemprotan disinfektan diselenggarakan di 26.083 desa. Pengadaan masker bagi warga disediakan oleh 26.730 desa. Ruang isolasi didirikan di 20.844 desa lengkap dengan 45.710 unit tempat tidur.

Agus Bahrudin, pendamping lokal Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, turut aktif dalam pengumpulan data hingga penentuan zona merah pada tingkat desa dan rukun tetangga. Selain itu, Semin, pendamping lokal Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan monitoring protokol kesehatan pada desa-desa zona merah. Para pendamping desa melaporkan 3.685 rukun tetangga masuk zona merah.

Artinya di lokasi tersebut ada warga yang terjangkiti Covid-19. Terdapat 396.289 warga desa yang positif Covid-19. Sebanyak 24.768 warga melakukan isolasi di ruang-ruang isolasi desa, selebihnya di rumah masing-masing.

Baca Juga: Kemendes PDTT Gelar Webinar Cara Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19

Nur Muhammad Salam, pendamping lokal Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bersama-sama relawan Desa Aman Covid-19 turut membagikan bantuan makanan bagi keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Saat ini, terdapat 1.117.066 Relawan Desa Lawan Covid-19.

Komentar