Tarif Impor TPT AS Turun Drastis: Angin Segar atau Ancaman Baru Bagi Industri Tekstil Indonesia?

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Jum'at, 18 Juli 2025 | 22:49 WIB
Tarif Impor TPT AS Turun Drastis: Angin Segar atau Ancaman Baru Bagi Industri Tekstil Indonesia?
Ilustrasi--Presiden AS Donald Trump Pangkas Tarif Impor RI. (Instagram)

Suara.com - Keberhasilan Indonesia dalam menegosiasikan penurunan tarif impor produk tekstil dan produk tekstil (TPT) ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen disambut antusias oleh pelaku industri. Namun, sejumlah catatan penting juga turut mengiringi apresiasi tersebut.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyebut capaian ini sebagai bentuk nyata dari diplomasi ekonomi strategis yang menguntungkan industri padat karya seperti TPT. 

Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto atas langkah konkret tersebut.

"Keberhasilan negosiasi penyesuaian tarif ini merupakan refleksi keberpihakan pemerintah terhadap sektor manufaktur strategis," ujar Jemmy dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Jumat (18/7/2025).

Menurut API, penurunan tarif ini akan membuka akses pasar yang lebih luas di AS, yang diketahui menjadi mitra dagang utama Indonesia untuk sektor TPT selama bertahun-tahun. 

Produk TPT nasional disebut akan lebih kompetitif dibanding negara lain yang selama ini unggul dalam hal tarif masuk.

Namun, keberhasilan di luar negeri ini menyisakan pekerjaan rumah besar di dalam negeri.

API menilai, agar industri benar-benar bisa mengambil peluang dari insentif tarif tersebut, pemerintah perlu melakukan harmonisasi regulasi teknis dan memperkuat fasilitas perdagangan. Tanpa dukungan tersebut, penurunan tarif bisa menjadi potensi yang gagal dimanfaatkan optimal.

Lebih jauh, API juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan pasar domestik dari serbuan produk jadi dari luar negeri. Pembukaan pasar ekspor tidak boleh mengabaikan penguatan kapasitas industri dalam negeri yang kini masih rentan.

baca juga

"Pentingnya perlindungan pasar domestik dari membanjirnya produk jadi yang masuk ke Indonesia, demi penguatan kapasitas industri manufactur dalam negeri," tegas Jemmy.

Tak hanya itu, penguatan rantai pasok lokal dan peningkatan utilisasi industri nasional juga menjadi hal mendesak. Sebab, potensi lonjakan permintaan ekspor akibat turunnya tarif, jika tidak diimbangi peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, justru bisa menimbulkan tekanan baru terhadap industri.

API berharap agar pemerintah mendorong investasi besar-besaran di sektor ini, termasuk lewat insentif fiskal dan nonfiskal. Dengan begitu, efek berganda berupa penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi di sektor riil benar-benar bisa terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Prabowo-Trump: Indonesia Siap Impor LPG, BBM, dan Minyak Mentah Ratusan Triliun dari AS!

Efek Prabowo-Trump: Indonesia Siap Impor LPG, BBM, dan Minyak Mentah Ratusan Triliun dari AS!

Video | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:15 WIB

Dampak Tarif 19 persen Trump, Menteri UMKM Belum Terima Keluhan dari Pelaku Usaha

Dampak Tarif 19 persen Trump, Menteri UMKM Belum Terima Keluhan dari Pelaku Usaha

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:52 WIB

Trump Deal Bikin Geger, Nasib Pabrik Apple Rp 16 Triliun di Batam Gimana?

Trump Deal Bikin Geger, Nasib Pabrik Apple Rp 16 Triliun di Batam Gimana?

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:43 WIB

Terkini

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

×