alexametrics

Ramai Curhat Warganet Ditolak Vaksin Covid-19 Perkara Fotokopi KTP

Dany Garjito | Aulia Hafisa
Ramai Curhat Warganet Ditolak Vaksin Covid-19 Perkara Fotokopi KTP
Ilustrasi Vaksin (Pexels/Gustavo)

Ramai warganet meributkan masalah birokrasi saat proses vaksinasi.

Suara.com - Ramai warganet meributkan masalah birokrasi saat proses vaksinasi. Keributan itu dipicu oleh persyaratan vaksinasi yang dinilai sulit sehingga mereka ditolak petugas untuk divaksin.

Curhatan warganet di Twitter itu diawali oleh kicauan seorang penulis Soe Tjen Marching yang menyoroti sulitnya birokrasi saat vaksinasi.

Ia bercerita bahwa Pembantu Rumah Tangga (PRT) dari sang kakak meninggal dunia karena terpapar virus Corona.

Sebelumnya, PRT tersebut ditolak petugas untuk mendapatkan vaksin karena Kartu Tanda Penduduk (KTP) terbarunya hilang.

Baca Juga: Viral Pengumuman Cara Putus Rantai COVID-19 Makan Mie Ayam, Nasib Si Abangnya Jadi Begini

“Seharusnya bila ada yg datang untuk divaksin, jangan dipersukar dengan birokrasi. Keadaan sudah gawat. Bila surat identitas hilang, dulukan keselamatan warga. PRT kakak saya membawa KTP lama (KTP baru hilang) tp ditolak. Tak lama kmdn dia tertular Covid dari suaminya & meninggal,” tulisnya melalui akun Twitter @SoeTjenMarching, Rabu (21/7/21).

"PRT kakak saya sudah mengantri untuk divaksin, tapi ditolak petugas karena tdk punya KTP. Padahal suaminya sopir gojek (jadi riskan tertular). Dua minggu yg lalu, dia positif dan akhirnya meninggal.
Dia sdh seperti keluarga sendiri, karena sdh 25 tahun bekerja untuk kakak saya," jelasnya.

Rupanya, dari tulisan tersebut, banyak warganet yang mengeluhkan hal yang sama.

Bahkan, sejumlah warganet mengeluhkan ribetnya birokrasi saat vaksinasi yang mengharuskan untuk membawa fotocopy KTP.

Warganet yang lain menceritakan bahwa tiga anggota keluarganya yang merupakan lansia batal untuk divaksin karena tidak membawa fotokopi KTP.

Baca Juga: Stres hingga Sesak Napas, Cerita Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Terpapar Covid-19

Sedihnya, mereka sudah menunggu antrean dalam waktu yang lama.

Komentar