Viral Rekaman Oknum Satpol PP Kasar ke Pedagang Kaki Lima

Reza Gunadha, Aulia Hafisa

Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:30 WIB
Viral Rekaman Oknum Satpol PP Kasar ke Pedagang Kaki Lima
Viral Rekaman Oknum Satpol PP Kasar ke Pedagang Kaki Lima (Twitter)

Suara.com - Viral beredar di media sosial Twitter rekaman pedagang kaki lima (PKL) yang diduga ditertibkan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam video itu, terlihat beberapa petugas yang tengah menertibkan seorang pedagang di pinggir jalan.

Diunggah melalui akun Twitter @Pakarkampanye, kejadian dalam video tersebut terlihat pada malam hari.

Awalnya, terjadi adu mulut antara petugas dan seorang pria yang berdagang di pinggir jalan.

Dua orang petugas terlihat marah pada pedagang tersebut.

Pedagang itu kemudian melontarkan pendapatnya.

Kemudian, petugas tersebut menaikan nada bicaranya. Mereka meneriaki pedagang itu dengan suara yang keras.

"Nggak usah ngelawan, ini perintah tahu nggak?" ujar salah seorang petugas dengan meninggikan suaranya.

Kemudian, petugas tersebut memaksa pedagang itu untuk ikut dengannya. Tak tanggung-tanggung, ia menarik pedagang itu.

baca juga

Tangan sang petugas dilingkarkan di bahu sang pedagang sembari menarik tubuhnya.

Hingga tulisan ini dibuat, belum ada keterangan dimana lokasi kejadian tersebut.

Respons warganet

Melihat unggahan di Twitter itu, para warganet pun turut memberikan komentar.

"Satpol PP kok kejam pisan atuh," ujar warganet.

"Galak banget beliau nih Satpol PP," tambah yang lain.

"Ppkm itu bukti pemerintah yg kurang serius lawan covid, harusnya pake uu karantina wilayah. Jadi kepada yth petugas satpol & dari instansi-instansi lain, nggak usah serius-serius amat lah, minimal cobalah bertugas sehumanis mungkin, yg bpk/ibu hadapi belum tentu punya penghasilan rutin sprti kalian," pendapat warganet.

"Galak amat sih," tutur warganet.

Mendagri Jelaskan Peran Satpol PP dalam Penanganan Pandemi dari Hulu ke Hilir

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menangani pandemi Covid-19. Menurutnya, Satpol PP memiliki peran, baik dari hulu hingga ke hilir, dalam melakukan penanganan. Namun yang paling utama adalah penanganan di hulu, terutama dalam mencegah penularan Covid-19.

“Dalam konteks penegakan untuk menangani pandemi ini, maka peran dari Satpol PP yang paling utama adalah di hulu, yaitu melakukan pencegahan (penularan),” ujar Mendagri saat memberi pengarahan kepada Kepala Satpol PP seluruh Indonesia melalui video conference, Jakarta, Senin (19/7/2021).

Mendagri menuturkan, peran Satpol PP dalam penanganan di hulu, yakni mencegah terjadinya kerumunan, maupun mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi terhadap penularan Covid-19. Sedangkan dari penanganan di hilir, Satpol PP dapat membantu memperkuat sistem kesehatan bila ditugaskan untuk melacak orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Peran hilir lainnya, misalnya meminta masyarakat melakukan isolasi mandiri.

Mendagri menjelaskan, saat ini pemerintah berupaya membendung penularan Covid-19 dengan mengurangi mobilitas dan mencegah kerumunan, dan menegakkan protokol kesehatan. Karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Salah satu upaya pemerintah untuk membendung penularan, yaitu mengurangi mobilitas, mencegah kerumunan, kemudian memasifkan penggunaan masker dan upaya jaga jarak dan lain-lain,” kata Mendagri.

Kendati demikian, Mendagri menyadari pembatasan ini membuat masyarakat kurang nyaman karena mereka ingin bebas. Namun, bila ini dibiarkan maka akan terjadi interaksi masyarakat berupa kerumunan dan mobilitas yang tinggi. Dengan begitu, potensi penularan menjadi tak terbendung.

Dengan kondisi masyarakat yang demikian, Satpol PP diminta untuk memperhatikan sejumlah hal dalam upaya menegakkan peraturan PPKM. Salah satunya menempatkan penanganan dengan cara-cara kekerasan sebagai jalan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rombongan Senam Mendadak Bubar usai Lihat Pemandangan dari Ujung Jalan

Rombongan Senam Mendadak Bubar usai Lihat Pemandangan dari Ujung Jalan

Kalbar | Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:25 WIB

Oknum Polisi Modus Debt Collector Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang: Ini Murni Begal!

Oknum Polisi Modus Debt Collector Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang: Ini Murni Begal!

Sumut | Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:24 WIB

Cek Fakta: Benarkah Mata Pengemudi Ditusuk Petugas di Pos PPKM Padang?

Cek Fakta: Benarkah Mata Pengemudi Ditusuk Petugas di Pos PPKM Padang?

News | Jum'at, 23 Juli 2021 | 12:54 WIB

Kelewat Nyeleneh, Potret Jaket Ojol Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Kelewat Nyeleneh, Potret Jaket Ojol Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Otomotif | Jum'at, 23 Juli 2021 | 12:55 WIB

Oknum Polisi Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang, Diduga Begal Modus Debt Collector

Oknum Polisi Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang, Diduga Begal Modus Debt Collector

Sumut | Jum'at, 23 Juli 2021 | 12:46 WIB

Sambangi Rumah Bocah Pencari Botol Bekas yang Viral, Anggota DPRD Bantul Upayakan Bantuan

Sambangi Rumah Bocah Pencari Botol Bekas yang Viral, Anggota DPRD Bantul Upayakan Bantuan

Jogja | Jum'at, 23 Juli 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

×