alexametrics

Komunitas Ojol Temui Kapolda Metro, Pastikan Tak Ikut Demo Tolak PPKM

Siswanto | Muhammad Yasir
Komunitas Ojol Temui Kapolda Metro, Pastikan Tak Ikut Demo Tolak PPKM
Komunitas ojol bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran [Suara.com/Muhamad Yasir]

Fadil mengapresiasi sikap komunitas ojol dan mengimbau mereka untuk tidak ikut-ikutan demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

Suara.com - Perwakilan komunitas pengemudi ojek online dari Grab, hari ini, menemui Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran untuk menyampaikan permintaan agar polisi menelusuri kabar rencana demonstrasi yang mencatut nama komunitas ojol.

Dalam pertemuan itu, perwakilan komunitas bernama Allen sekaligus memastikan komunitas ojol Grab tidak ikut campur dengan rencana demonstrasi untuk menentang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat.

"Buat yang membuat isu hoaks itu kami minta buat pak kapolda diproses hukum dan ditindak karena sangat meresahkan dan merugikan kami sebagai ojol," kata Allen di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2021).

Sikap komunitas ojol diapresiasi Fadil dan dia mengimbau mereka jangan ikut-ikutan demonstrasi di tengah pandemi Covid-19 yang justru berpotensi memunculkan klaster baru penyebaran virus.

Baca Juga: Muncul Aksi Tolak PPKM, Mardani: Tanda Pemerintah Gagal Edukasi Kebijakan ke Masyarakat

"Saya apresiasi atas sikap yang lahir dari diri sendiri untuk tidak hadir dan mengikuti setiap kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan apapun itu. Termasuk ajakan-ajakan untuk membuat aksi yang menimbulkan kerumunan," ujar Fadil.

Ajakan demonstrasi untuk menentang PPKM darurat beredar di media sosial. Pesan yang tersebut menyebutkan: Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game. Aksi rencananya dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/7/2021).

Dalam pesan yang beredari menyebutkan aksi didukung oleh komunitas ojek ojol, mahasiswa, pedagang kaki lima, dan elemen masyarakat yang lain. Juga disebutkan rute aksi menuju Istana.

Juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menegaskan polisi akan menindak tegas siapapun yang mengganggu ketertiban umum.

"Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum ya kami amankan," kata Argo.

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Fadil Imran : Rendang Simbol Perjuangan Orang Rantau

Argo menyarankan kepada anggota masyarakat dalam penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara daring, misalnya lewat forum group discussion.

Komentar