alexametrics

Antre Oksigen dari Pagi, Tangis Pria Pecah Usai Telepon Berdering: Sudah Terlambat...

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani
Antre Oksigen dari Pagi, Tangis Pria Pecah Usai Telepon Berdering: Sudah Terlambat...
Viral Tangis Pria Pecah Saat Antre Oksigen. (Instagram/@nenk_update)

"Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal. Saya dari pagi. Oksigennya telat ini," kata pria tersebut.

Suara.com - Seorang pria yang sedang mengantre oksigen di Pontianak tiba-tiba tak bisa membendung air matanya. Ia rupanya mendapatkan kabar jika ibunya yang membutuhkan oksigen telah meninggal dunia.

Momen pilu itu langsung menjadi viral. Video pria itu menangis dibagikan oleh akun Instagram @nenk_update pada Sabtu (24/7/2021).

Pria itu mengaku sudah antre untuk mengisi oksigen sejak pagi. Antrean panjang itu terjadi di sebuah perusahaan isi ulang oksigen di Jalan Veteran, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ia mengungkap kondisi ibunya mengalami sesak nafas dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Sag ibu pun membutuhkan oksigen sehingga dirinya langsung bergegas antre bersama puluhan orang lain dengan membawa tabung.

Baca Juga: Kelangkaan Tabung Oksigen di Samarinda, Warga Rela Pergi Jauh ke Pabrik Ini

Namun saat mengantre, ponsel pria itu tiba-tiba berdering. Ia tiba-tiba menangis pilu dan segera keluar dari antrean panjang itu sambil membawa tabung oksigen.

Ternyata, ia mendapat kabar ibunya sudah meninggal dunia sehingga tidak membutuhkan oksigen lagi. Ia mengaku sangat sedih karena terlambat membawakan oksigen untuk ibunya.

Viral Tangis Pria Pecah Saat Antre Oksigen. (Instagram/@nenk_update)
Viral Tangis Pria Pecah Saat Antre Oksigen. (Instagram/@nenk_update)

"Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal. Saya dari pagi. Oksigennya telat ini," kata pria itu dalam video seperti dikutip oleh Suara.com, Sabtu (24/7/2021).

"Ibu saya yang sakit di rumah sesak nafas. Perawatan di rumah, tapi di rumah sakit tidak ada oksigen," lanjutnya sembari mengusap air mata.

Meski sempat bingung, pria itu akhirnya pulang dengan membawa tabung oksigen itu. Ia mengendarai sepeda motor seorang diri dan kini harus mengurus jenazah ibunya.

Baca Juga: 203 Pasien Covid-19 di Batam Meninggal Dunia Dalam 24 Hari

Momen menyesakkan itu langsung banjir air mata dari warganet. Mereka menuliskan beragam komentar kesedihan hingga dukungan kepada pria yang harus kehilangan sang ibu saat berusaha menyelamatkannya.

Komentar